Ruang cerita Nusantara

Cerita dalam beragam bentuk

Baca kisah, legenda, epik, fabel, dan mitos yang dituturkan kembali dengan bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Setiap cerita disertai rujukan agar Anda dapat menelusuri sumbernya.

Jelajahi kategori cerita
Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang
Batu Malin Kundang, Pantai Air Manis, Padang Foto oleh Crisco 1492 Wikimedia Commons CC BY-SA 4.0, dipangkas untuk tata letak

Koleksi berdasarkan jenis ceritaBeberapa kisah memiliki versi penuturan yang berbeda. Cerita mengikuti informasi pada rujukan yang tercantum di bawahnya.

Jelajahi koleksi budaya

Koleksi berdasarkan kategori

Temukan cerita

Pilih jenis cerita untuk membaca kisah dan menelusuri sumber yang menyertainya.

44 cerita dalam koleksi

Daftar dikelompokkan per kategori. Buka cerita lainnya untuk melanjutkan membaca.

Kategori cerita

Kisah-kisah

Kisah perjuangan seorang tokoh utama untuk meraih kebahagiaan setelah menghadapi berbagai kesulitan.

Lukisan Raden Panji bersama tiga perempuan di istana
Lukisan menampilkan tokoh Raden Panji, yang terkait dengan tradisi kisah Panji; ini bukan adegan khusus Ande Ande Lumut. Kreator: Tropenmuseum Sumber gambar Lisensi: CC BY-SA 3.0

Ande Ande Lumut

Dalam salah satu cerita Panji, Kleting Kuning hidup bersama ibu tiri dan saudari-saudarinya yang memperlakukannya buruk. Ia mendengar bahwa Pangeran Panji, dengan nama Ande-Ande Lumut, sedang mencari calon istri. Saudari-saudarinya berangkat lebih dahulu, sementara Kleting Kuning menyusul dengan penampilan sederhana.

Dalam perjalanan, para gadis harus menyeberangi sungai yang dijaga Yuyu Kangkang. Saudari-saudarinya menerima syarat sang penjaga, sedangkan Kleting Kuning menolak dan menggunakan benda pemberian neneknya untuk melewatinya. Di hadapan Ande-Ande Lumut, hanya Kleting Kuning yang diterima. Cerita ini merupakan bagian dari siklus Panji dan dikenal dalam berbagai pementasan serta versi daerah.

Rujukan

Penuturan ini mengikuti satu versi dalam siklus Panji; nama tokoh dan rangkaian ujian dapat berbeda antardaerah.

Poster film Bawang Merah, Bawang Putih tahun 1953
Poster film tahun 1953 yang diadaptasi dari legenda Bawang Merah dan Bawang Putih. Kreator: Arrow Film Corporation; restorasi Chris Woodrich Sumber gambar Lisensi: Domain publik (PD-1996)

Bawang Putih Bawang Merah

Bawang Putih tinggal bersama ibu tiri dan saudari tirinya, Bawang Merah. Ia dibebani pekerjaan rumah, sementara Bawang Merah dimanjakan. Suatu hari, kain milik ibu tiri hanyut saat Bawang Putih mencuci di sungai. Ia menelusuri aliran sungai hingga bertemu seorang perempuan tua yang menyimpan kain itu, lalu membantu pekerjaan di rumahnya sebagai imbalan.

Rujukan

Berbagai versi mengubah tokoh yang kehilangan benda, bentuk hadiah, dan akhir cerita. Karena kisah ini diceritakan dalam berbagai versi, penuturan di sini mengikuti pola umum dan bukan satu naskah tunggal.

Cuplikan video proyek teater yang mengadaptasi cerita Timun Mas
Cuplikan video laporan proyek teater 2018 yang mengadaptasi Timun Mas; bukan penggambaran satu varian cerita tertentu. Kreator: Ebi Wijaya Archive Sumber gambar Lisensi: CC BY 4.0

Timun Mas

Sepasang petani yang lama menginginkan anak menerima biji mentimun dari Buto Ijo. Raksasa itu berjanji mereka akan memperoleh anak, tetapi kelak anak tersebut harus diserahkan kepadanya. Dari mentimun emas lahirlah seorang bayi perempuan yang mereka beri nama Timun Mas.

Rujukan

Saat Buto Ijo datang menagih janji, Timun Mas melarikan diri dengan bekal benda-benda ajaib dari orang tuanya. Dalam versi yang dicatat sumber, biji mentimun, jarum, garam, dan terasi berubah menjadi rintangan yang menghambat pengejarnya. Raksasa akhirnya tenggelam dalam lumpur, dan Timun Mas kembali dengan selamat.

Kategori cerita

Legenda

Kisah yang menjelaskan asal-usul tempat, nama, atau benda tertentu.

Ilustrasi editorial untuk Aji Saka, bukan dokumentasi adegan cerita.

Aji Saka

Dalam versi pewayangan yang dirangkum sumber, Aji Saka menempuh perjalanan untuk mencari asal-usul dan guru. Setelah belajar kesaktian serta kebatinan, ia mengembara hingga ke Jawa. Cerita mengaitkannya dengan penataan kehidupan di pulau itu dan dengan hadirnya aksara Jawa.

Rujukan

Bagian terkenal tentang dua abdi setia, Dora dan Sembada, menjelaskan susunan aksara melalui pertentangan mereka dalam menjaga amanat Aji Saka. Versi cerita dan penjelasan asal-usul aksara ini beragam; uraian ini adalah legenda, bukan catatan sejarah yang dapat dipastikan.

Ilustrasi editorial untuk Banyuwangi, bukan dokumentasi adegan cerita.

Banyuwangi

Sri Tanjung menikah dengan Raden Sidapaksa, seorang ksatria yang mengabdi kepada Raja Sulakrama. Sang raja menginginkan Sri Tanjung dan membuat siasat agar Sidapaksa pergi. Saat suaminya tidak ada, Sulakrama mencoba memaksa Sri Tanjung, lalu menuduhnya ketika Sidapaksa pulang.

Rujukan

Sidapaksa mempercayai fitnah itu dan membunuh istrinya. Sebelum meninggal, Sri Tanjung menyatakan bahwa bila dirinya tidak bersalah, air yang keluar dari tubuhnya akan berbau harum. Keajaiban itu membuktikan kesetiaannya dan dikaitkan dengan nama Banyuwangi, yang berarti air berbau harum. Terdapat banyak varian kisah Sri Tanjung.

Arca perunggu kuno Jawa yang dikaitkan dengan Dewi Sri atau Lakshmi
Arca dari Jawa kuno yang dipamerkan di Museum Sonobudoyo; foto benda budaya, bukan adegan cerita. Kreator: Gunawan Kartapranata Sumber gambar Lisensi: CC BY-SA 4.0

Dewi Sri

Dalam salah satu versi Jawa, seorang bayi perempuan bernama Niken Tiksnawati lahir dari mustika yang pecah. Setelah dewasa, ia menolak keinginan Batara Guru dan akhirnya meninggal. Dari jasadnya tumbuh aneka tanaman pangan, termasuk padi; Dewi Sri kemudian dikaitkan dengan kesuburan dan tanaman padi.

Rujukan

Cerita memiliki banyak naskah dan versi serta memadukan mitologi, penjelasan asal-usul tanaman, dan tradisi pertanian. Uraian ini membahas tradisi mitologis, bukan catatan sejarah.

Kategori cerita

Epik

Kisah kepahlawanan yang menuturkan perjuangan, pertempuran, perang, dan petualangan seorang pahlawan.

Ilustrasi editorial untuk Ciung Wanara, bukan dokumentasi adegan cerita.

Ciung Wanara

Di Kerajaan Galuh, Aria Kebonan mengambil alih takhta saat Prabu Permana Di Kusumah bertapa. Dua permaisuri kemudian melahirkan putra. Karena iri dan perebutan kuasa, bayi dari Dewi Naganingrum disingkirkan dan dihanyutkan dalam keranjang.

Rujukan

Bayi itu ditemukan dan dibesarkan oleh pasangan rakyat biasa, lalu diberi nama Ciung Wanara. Setelah dewasa, ia datang ke Galuh dan mengikuti adu ayam yang membawanya berhadapan dengan penguasa. Kebenaran asal-usulnya terungkap dan ia menuntut haknya. Kisah memiliki banyak episode serta versi Sunda yang berlainan.

Wayang kayu datar yang diduga menggambarkan Damar Wulan
Koleksi Tropenmuseum mencatat figur wayang ini sebagai kemungkinan Damar Wulan. Kreator: Tropenmuseum Sumber gambar Lisensi: CC BY-SA 3.0

Damarwulan

Damar Wulan bekerja sebagai penggembala atau pelayan di lingkungan Patih Logender. Karena kecakapan dan keberaniannya, ia mendapat tugas dari Ratu Kencana Wungu untuk menghadapi Menak Jingga, penguasa Blambangan yang mengancam Majapahit.

Rujukan

Dengan bantuan Wahita dan Puyengan, Damar Wulan mengetahui kelemahan Menak Jingga dan memperoleh gada Wesi Kuning. Ia mengalahkan lawannya, lalu kembali sebagai pahlawan dan menikahi Kencana Wungu dalam versi Serat Damarwulan. Pementasan Banyuwangi dan karya sastra modern memiliki penokohan serta akhir yang berbeda.

Ilustrasi editorial untuk Dayang Bandir dan Sandean Raja, bukan dokumentasi adegan cerita.

Dayang Bandir dan Sandean Raja

Dayang Bandir dan adiknya, Sandean Raja, kehilangan orang tua mereka. Karena Sandean masih kecil, pamannya Kareang memerintah kerajaan untuk sementara. Kareang menginginkan takhta dan pusaka kerajaan, tetapi Dayang Bandir menyembunyikan pusaka itu agar hak adiknya terlindungi.

Rujukan

Kareang membawa keduanya ke hutan dan menggantung Dayang Bandir. Sandean Raja berhasil melarikan diri ke kerajaan pamannya yang lain, Raja Soma. Setelah dewasa, ia menikahi putri Raja Soma, mengumpulkan kekuatan, lalu kembali mengalahkan Kareang dan memulihkan haknya atas kerajaan. Cerita ini berasal dari tradisi Simalungun.

Kategori cerita

Fabel

Kisah tentang hewan yang digambarkan berperilaku seperti manusia, berinteraksi, atau berbicara dengan manusia.

Ilustrasi editorial untuk Leungli, bukan dokumentasi adegan cerita.

Leungli

Si Bungsu tinggal bersama enam kakak tirinya yang memperlakukannya buruk. Ketika pakaian salah satu kakaknya hanyut di sungai, ia diusir untuk mencarinya. Di tepi sungai, seekor ikan mas ajaib bernama Leungli menghiburnya dan membantu menemukan pakaian itu.

Rujukan

Keduanya bersahabat. Kakak-kakaknya kemudian menangkap dan memasak Leungli. Si Bungsu menguburkan sisa-sisanya, lalu tumbuh pohon ajaib yang hanya dapat dipetik olehnya. Kebaikan si Bungsu menarik perhatian seorang pangeran, dan mereka hidup bersama di istana. Kisah Sunda ini memiliki variasi dalam cara Leungli ditemukan dan akhir ceritanya.

Ilustrasi editorial untuk Sang Kancil, bukan dokumentasi adegan cerita.

Sang Kancil

Sang Kancil adalah tokoh dalam kumpulan fabel, bukan satu cerita tunggal. Dalam kisah-kisahnya, tubuhnya yang kecil membuatnya berhadapan dengan hewan yang lebih kuat. Ia lolos dengan membaca keadaan dan mengelabui lawan.

Rujukan

Salah satu cerita terkenal menggambarkan Kancil menyeberangi sungai dengan meminta buaya berbaris, seolah-olah ia hendak menghitung jumlah mereka. Setelah melompat di punggung para buaya hingga ke seberang, ia pun selamat. Cerita lain menempatkannya di ladang mentimun atau dalam perangkap pemburu. Motif dan pesan tiap cerita berbeda.

Ilustrasi editorial untuk Keong Emas, bukan dokumentasi adegan cerita.

Keong Emas

Dewi Sekartaji terpisah dari suaminya, Panji Asmoro Bangun, dan berubah menjadi keong emas. Keong itu hanyut di sungai hingga ditemukan oleh Mbok Rondo, seorang janda tua yang merawatnya.

Rujukan

Setiap kali Mbok Rondo pergi, rumahnya menjadi rapi dan makanan tersedia. Ia bersembunyi dan melihat seorang putri keluar dari tempayan untuk mengerjakan semua itu. Mbok Rondo memecahkan tempayan sehingga Sekartaji terbebas dari kutukan dan kemudian mengangkatnya sebagai anak. Panji yang sedang mencari istrinya menemukan Sekartaji, lalu mereka pulang bersama Mbok Rondo. Alasan perubahan Sekartaji berbeda antaversi.

Kategori cerita

Mitos

Kisah tentang penyihir, iblis, roh, atau hantu yang berkaitan dengan kepercayaan dan fenomena supranatural.

Pertunjukan Satua Calonarang oleh kelompok AyuBulan Legong Dance Group
Pertunjukan Satua Calonarang pada konferensi Jurnal Perempuan tahun 2016. Kreator: Crisco 1492 Sumber gambar Lisensi: CC BY-SA 4.0

Calon Arang

Calon Arang digambarkan sebagai janda dari Girah yang ditakuti karena ilmu teluhnya. Ketika putrinya, Ratna Manggali, tidak kunjung mendapat pelamar, Calon Arang merasa masyarakat menjauhi keluarganya dan membalas dengan menculik seorang gadis. Wabah dan kekacauan kemudian dikaitkan dengan tindakannya. Raja Airlangga meminta Empu Bharadah menghentikan ancaman tersebut. Bharadah mengutus muridnya, Bahula, untuk menikahi Ratna Manggali; melalui pernikahan itu Bahula memperoleh buku mantra Calon Arang dan membawanya kepada gurunya. Bharadah lalu menghadapi dan mengalahkan Calon Arang. Pementasan Bali mengolah kembali tokoh Calon Arang dan Rangda dalam konteks seni serta ritual; pembahasan pertunjukan itu merupakan konteks budaya yang berbeda dari alur legenda.

Rujukan

Bahula, murid Empu Bharadah, menikahi Ratna Manggali, putri Calon Arang. Ia memperoleh kitab yang menjadi sumber kekuatan Calon Arang dan menyampaikannya kepada gurunya. Empu Bharadah lalu menghadapi Calon Arang. Kisah ini hidup dalam tradisi sastra dan pertunjukan Jawa-Bali; rincian akhir serta penekanan moral berbeda menurut versi.

Ilustrasi editorial untuk Kuntilanak, bukan dokumentasi adegan cerita.

Kuntilanak

Kuntilanak atau pontianak adalah sosok dalam kepercayaan dan cerita seram Melayu-Nusantara. Banyak penuturan mengaitkannya dengan perempuan yang meninggal saat hamil atau melahirkan. Penggambaran dan nama sosok ini berbeda menurut wilayah.

Rujukan

Dalam cerita rakyat, kemunculannya kerap dikaitkan dengan malam dan tempat sunyi; sejumlah versi menuturkan ia mengganggu orang yang ditemuinya. Cerita tentang kuntilanak juga berfungsi sebagai peringatan sosial dalam beberapa penuturan. Ini adalah kepercayaan folklor, bukan keterangan tentang makhluk nyata.

Karya seni yang menggambarkan Kanjeng Ratu Kidul
Karya seni tentang Kanjeng Ratu Kidul; bukan dokumentasi tokoh sejarah. Kreator: Gunawan Kartapranata Sumber gambar Lisensi: CC BY-SA 3.0

Nyai Roro Kidul

Salah satu legenda Sunda menceritakan Putri Kadita, anak seorang raja, yang menjadi sasaran guna-guna dari ibu tirinya. Penyakit kulit membuatnya diusir dari istana. Setelah berkelana hingga ke pantai selatan, ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya masuk ke laut.

Rujukan

Air laut menyembuhkan Kadita dan ia kemudian menjadi penguasa gaib Samudra Selatan yang dikenal sebagai Nyi Roro Kidul. Kisah memiliki versi lain, termasuk tokoh dan kerajaan yang berbeda. Pantai selatan Jawa dan Palabuhanratu sering dikaitkan dengan legenda tersebut.