Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 9 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Banjar
Provinsi · Kalimantan Barat

Banjar

Suku Banjar (Banjar: اورڠ بنجر) adalah suatu kelompok etnis yang berasal dari daerah Banjar (Banua Banjar/Tanah Banjar), yang sekarang menjadi provinsi Kalimantan Selatan. Populasi suku Banjar dalam jumlah besar juga dapat di temukan di daerah Kalimantan lainnya seperti di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, selain itu populasi suku Banjar dalam jumlah signifikan juga dapat di temukan di luar Kalimantan seperti di Riau, Sumatra Utara, Jambi dan Semenanjung Malaysia, akibat Migrasi Orang Banjar pada abad 18 ke kepulauan Melayu. Suku Banjar merupakan penutur Bahasa Banjar (dengan berbagai macam dialeknya), dan terikat dalam persamaan sejarah atau latar belakang serta kebudayaan. Suku Banjar merupakan salah satu etnis pribumi asli Kalimantan di Indonesia yang mana berbagai elemen kebudayaannya secara resmi diakui oleh pemerintah republik Indonesia dan dianggap sebagai salah satu komponen penting warisan kebudayaan nasional. Karena faktor historis pengislaman pribumi Kalimantan, mayoritas masyarakat etnis Banjar pada umumnya kini merupakan pemeluk agama Islam (Muslim). Masyarakat ini menunjukkan karakteristik yang agak berbeda dari kebanyakan Dayak di wilayah pedalaman Kalimantan. Suku Banjar cenderung memiliki gaya hidup dan norma-norma yang berbasis Islami. Etnis Banjar juga terkenal akan kemampuannya dalam bidang perniagaan. Pada masa kini populasi diaspora Banjar dapat ditemui pula secara global atau di seluruh belahan dunia, termasuk diantaranya dalam cakupan wilayah Asia Tenggara maupun hingga ke Timur Tengah (terutama di Arab Saudi). Beberapa penyebutan untuk orang Banjar menurut logat bahasa suku lain misalnya Banyar (bahasa Sumbawa), Bandiyar (bahasa Tausug), Banjara (Bugis-Makassar), Bēnjēr (bahasa Kutai), mBanjar (Jawa) dan al-Banjari (Bahasa Arab).

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Batak
Provinsi · Kalimantan Barat

Batak

Suku Batak merupakan kelompok etnik terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan data sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2010. Nama ini merupakan sebuah istilah kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Provinsi Sumatera Utara. Suku bangsa yang termasuk sebagai Batak adalah Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak-Dairi, Simalungun, dan Toba. Suku Batak dipercaya sebagai kelompok masyarakat pertama yang bermukim di Sumatera, khususnya di pedalaman bagian utara. Diperkirakan suku ini telah menetap sejak Zaman Logam dan mendirikan pemukiman yang dipimpin oleh raja. Dalam kepercayaan masyarakat Batak, Siraja Batak adalah penguasa pertama sekaligus leluhur bagi semua marga Batak, sehingga orang Batak bisa menarik silsilah-nya dari Siraja Batak hingga generasi saat ini. Pada era Hindia Belanda, pemerintah kolonial mendirikan Keresidenan Tapanuli di wilayah Sumatera Utara saat ini, yang dibagi lagi menjadi beberapa afdeling (wilayah), yakni Padang Siidempuan, Nias, Sibolga, dan Bataklanden. Suku Batak memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada awal abad ke-20, kelompok pemuda yang menamai dirinya Jong Batak menghadiri Sumpah Pemuda dan secara aktif mendukung persatuan Indonesia melawan penjajahan Belanda.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Betawi
Provinsi · Kalimantan Barat

Betawi

Suku Betawi (Betawi: Orang Betawi) adalah kelompok etnis Austronesia yang merupakan penduduk asli kota Jakarta dan sekitarnya. Kemunculan istilah "Betawi" pertama kali pada abad ke-17 sebagai suatu komunitas masyarakat dari berbagai etnis Nusantara yang datang dan menetap di Batavia. Suku ini terbentuk melalui proses asimilasi dari berbagai budaya, termasuk Sunda, Jawa, Melayu, Bugis, Ambon, Manado, Makassar, Arab, Tionghoa, India, dan Eropa, sehingga menciptakan identitas budaya yang unik. Di era modern ini, masyarakat dari berbagai suku bangsa, terutama suku Sunda, yang telah lama mendiami wilayah Jabodetabek, melupakan bahasa mereka dan beralih ke bahasa Betawi, bisa juga disebut orang Betawi. Meskipun mereka memiliki hubungan darah yang lebih dekat dengan orang-orang yang masih berbicara menggunakan bahasa Sunda di wilayah pinggiran, khususnya di Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Bima
Provinsi · Kalimantan Barat

Bima

Suku Bima atau Mbojo adalah kelompok etnis yang mendiami Pulau Sumbawa bagian timur, sekarang tempat bermukimnya orang Bima terbagi menjadi tiga bagian secara administratif, yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Istilah "Mbojo" dipergunakan untuk menyebut kata 'Bima' dalam bahasa Bima (nggahi Mbojo). Begitupun sebaliknya, istilah Bima digunakan untuk menyebut kata "Mbojo" dalam bahasa Indonesia. Istilah Mbojo juga biasa digunakan sebagai istilah orang Mbojo atau dou Mbojo.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Bugis
Provinsi · Kalimantan Barat

Bugis

Suku Bugis merupakan kelompok etnis Austronesia terbesar di antara tiga kelompok etnolinguistik utama di Sulawesi Selatan, bersama dengan suku Makassar dan Toraja. Sulawesi Selatan terletak di bagian barat daya pulau Sulawesi, pulau terbesar ketiga di Indonesia. Pada tahun 1605, suku Bugis beralih dari kepercayaan animisme ke Islam. Meskipun mayoritas masyarakat Bugis menganut agama Islam, sebagian kecil dari mereka memeluk agama Kristen serta kepercayaan pra-Islam yang dikenal sebagai Tolotang. Suku Bugis, yang populasinya diperkirakan sekitar enam juta jiwa dan mencakup 2,5% dari total penduduk Indonesia. Secara historis, Suku Bugis dikenal sebagai pelaut dan perantau yang ulung. Selama beberapa abad terakhir, mereka telah menjelajahi dan menetap di berbagai wilayah di Nusantara, termasuk Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Kepulauan Nusa Tenggara, serta daerah lain yang menjadi tujuan migrasi besar-besaran sejak akhir abad ke-17. Presiden ketiga Indonesia, B. J. Habibie, serta mantan wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla, memiliki keturunan Bugis. Di Malaysia, Yang di-Pertuan Agong saat ini, Sultan Ibrahim, dan perdana menteri kedelapan, Muhyiddin Yassin, juga memiliki darah keturunan Bugis. Sebagian besar orang Bugis berbicara dalam bahasa daerah yang khas, yaitu bahasa Bugis (Basa Ugi), selain menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Bugis termasuk dalam kelompok bahasa Sulawesi Selatan, yang juga mencakup bahasa Makassar, Toraja, Mandar dan Massenrempulu. Nama "Bugis" merupakan eksonim yang berasal dari bentuk lama nama tersebut, sedangkan "(To) Ugi" adalah endonim yang digunakan oleh masyarakat Bugis sendiri.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Bulungan
Provinsi · Kalimantan Barat

Bulungan

Suku Bulungan adalah kelompok etnis di Kalimantan Utara yang mendiami bekas wilayah Kesultanan Bulungan, seperti pesisir Kabupaten Bulungan, sebagian Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, dan Tawau di Sabah, Malaysia. Sejarah suku ini berkaitan erat dengan legenda mengenai kelahiran Kesultanan Bulungan yang dulu menjadi pusat pemerintahan di wilayah ini.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak

Suku Dayak ( ; ejaan lama: Dajak atau Dyak) adalah suku bangsa atau kelompok multi etnik yang secara tradisional mendiami pedalaman Pulau Kalimantan. Kata "daya" serumpun dengan misalnya kata "raya" dalam nama "Toraya" yang berarti "orang (di) atas, orang hulu". Berdasarkan bukti-bukti arkeologis yang ditemukan di Gua Niah (Sarawak) dan Gua Babi (Kalimantan Selatan), penghuni pertama Kalimantan memiliki ciri-ciri Austro-Melanesia, dengan proporsi tulang kerangka yang lebih besar dibandingkan dengan penghuni Kalimantan masa kini yang mendiami Pulau Kalimantan (Brunei Darussalam, Malaysia yang terdiri dari Sabah dan Sarawak, serta Indonesia yang terdiri dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan). Ada 3 suku pokok atau 5 suku asli Kalimantan yaitu Melayu, Dayak, Banjar, Kutai, dan Tidung Menurut sensus Badan Pusat Statistik Republik Indonesia tahun 2010, suku bangsa yang terdapat di Kalimantan Indonesia dikelompokkan menjadi 3 suku pokok yaitu: suku Dayak Indonesia (268 sub etnik/sub suku di Indonesia), Suku Banjar, Suku Melayu, dan kelompok suku asal Kalimantan lainnya. Ada yang membagi orang Dayak dalam enam rumpun antara lain: rumpun Klemantan alias Kalimantan, rumpun Iban, rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. Namun secara ilmiah, para linguis melihat 5 kelompok bahasa yang dituturkan di pulau Kalimantan dan masing-masing memiliki kerabat di luar pulau Kalimantan: "Barito Raya" (33 bahasa, termasuk 11 bahasa dari kelompok bahasa Madagaskar, dan Sama-Bajau termasuk Suku Dayak Paser. "Dayak Darat" (13 bahasa), termasuk bahasa Rejang di Bengkulu. "Borneo Utara" (99 bahasa), termasuk bahasa Yakan di Filipina serta satu suku yang berdiri dengan nama sukunya sendiri yaitu Suku Tidung. "Sulawesi" dituturkan 3 suku Dayak di pedalaman Kalbar: Dayak Taman, Dayak Embaloh, Dayak Kalis disebut rumpun Dayak Banuaka. "Dayak Melayik" dituturkan: Dayak Meratus/Bukit (alias Banjar arkhais), Dayak Iban, Dayak Kendayan (Kanayatn).

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Badat

Suku Dayak Badat adalah sub suku Dayak Rumpun Bidayuh (Bidoih) yang mendiami wilayah Serawak dan wilayah Kecamatan Entikong, walau demikian penduduk ini berasal dari satu nenek moyang yang sama. Yang bermukim di Serawak berada di Kampung Tringgos sedang yang bermukim di Kecamatan Entikong menempati dua kampung yaitu Badat Lama yang berada di puncak gunung dan Badat Baru yang berada di lereng gunung. Sebelum dibukanya SDN No 14 Badat kedua kampung ini berada pada satu tempat yang sama yaitu Badat. Jarak kampung Badat Lama dan Badat Baru dengan ibu kota kecamatan Entikong kurang lebih 40 km akan tetapi waktu yang diperlukan untuk menuju kampung ini kurang 12 jam dan satu-satu sarana transportasi yang digunakan adalah sungai Sekayam dan bahasa yang digunakan adalah Bahasa Ais.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Bakumpai
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Bakumpai

Suku Dayak Bakumpai (Belanda: Becompaijers/Bekoempaiers/Becompayer) adalah salah satu subetnis Dayak Ngaju yang beragama Islam. Suku Bakumpai terutama mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yaitu dari kota Marabahan, sampai kota Puruk Cahu, Murung Raya. Secara administratif Suku Bakumpai merupakan suku baru yang muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 7,51% dari penduduk Kalimantan Tengah, tetapi akhirnya suku Bakumpai digabung ke dalam suku Dayak semenjak sensus BPS RI tahun 2010. Kota-kota utama Dayak Bakumpai yakni: Marabahan, Barito Kuala, Muara Teweh, Barito Utara, Buntok, Barito Selatan, dan Puruk cahu, Murung Raya. Suku Bakumpai berasal bagian hulu dari bekas Distrik Bakumpai sedangkan di bagian hilirnya adalah pemukiman orang Barangas/Baraki (bagian Distrik Banjarmasin). Sebelah utara (hulu) dari wilayah bekas Distrik Bakumpai adalah wilayah Distrik Mangkatip (Mengkatib) merupakan pemukiman suku Dayak Bara Dia atau Suku Dayak Mangkatip. Suku Bakumpai maupun suku Mangkatip merupakan keturunan suku Dayak Ngaju dari Tanah Dayak.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Benuaq
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Benuaq

Benuaq (alias Dayak Benuaq secara suku sakat) adalah kelompok etnis atau suku bangsa yang berasal dari daerah Kutai Barat di Kalimantan Timur, Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Bidayuh
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Bidayuh

Suku Dayak Bidayuh merupakan sub-suku dari suku Dayak rumpun Klemantan yang merupakan sub-bagian dari kelompok Bidayuhic yang terdiri atas Suku Dayak Ribun, Suku Dayak Sungkung, Suku Dayak Pandu, Suku Dayak Pompakng, Suku Dayak Lintang, Suku Dayak Pangkodatn, Suku Dayak Jangkang, Suku Dayak Simpakng, Suku Dayak Bisomu, Suku Dayak Simpakng, Suku Dayak Kancikgh, Suku Dayak Ntuka / Mentuka. Asal muasal Suku Dayak Bidayuh adalah dari Gunong Sungkung (Kalimantan Barat).

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Bukat
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Bukat

Suku Bukat atau Suku Buket merupakan sub-suku Dayak (Orang Ulu) yang mendiami desa Tanjung Jati (Putussibau Selatan) dan Nanga Sambus (Putussibau Utara) di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dan kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, dan tidak jauh wilayah perbatasan Sarawak-Indonesia. Di masa lalu Suku Bukat bersekutu dengan Suku Kayan kepada melawan musuh-musuhnya.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.