Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 8 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Madura Pendalungan
Provinsi · Jawa Timur

Madura Pendalungan

Suku Pendalungan (Jawa: Wong Pandhalungan; Madura: Or??ng Pendhalungan) adalah kelompok etnis campuran yang mendiami daerah Tapal Kuda di Jawa Timur. Suku Pendalungan merupakan sub-etnis dari suku Madura yang lahir akibat percampuran dengan suku Jawa, juga sebaliknya. Suku Pendalungan populasinya sekitar 60% atau sekitar 6.000.000 jiwa lebih di daerah Tapal Kuda, Jawa Timur. Orang Pendalungan di wilayah Tapal Kuda menggunakan bahasa Madura Pendalungan yakni dialek bahasa Madura dengan sedikit pengaruh bahasa Jawa. Sebagian orang Pendalungan merupakan peranakan hasil kawin campur antara orang Madura dengan Jawa. Kendati demikian sebagian dari orang Pendalungan tidak bisa berbahasa Jawa dan hanya fasih berbahasa Madura.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu
Provinsi · Jawa Timur

Melayu

Suku Melayu (bahasa Melayu: Orang Melayu, Jawi: أورڠ ملايو) adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut. Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini karena suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim. Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu (terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.) Perkembangan dan pendirian Kesultanan Malaka pada abad ke-15 menyebabkan revolusi besar-besaran pada sejarah bangsa Melayu. Hal tersebut terjadi karena kesultanan tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan pada tata kebudayaan dan kesultanan tersebut meraih kejayaan pada masa tersebut. Menurut catatan sejarah, suku Melayu telah dikenal sebagai komunitas pedagang lintas perairan dengan karakteristik budaya yang dinamis. Mereka dapat menyerap, berbagi, dan menyalurkan sekian banyak keunikan kebudayaan dari kelompok etnik lain, seperti kebudayaan Minang dan Aceh.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Orang Indo Eropa
Provinsi · Jawa Timur

Orang Indo Eropa

Pada era Hindia-Belanda, Orang Indo (singkatan dari nama dalam bahasa Belanda, Indo-Europeanen, "Eropa-Hindia") adalah sebutan bagi kelompok etnik blaster yang secara fisik cenderung menyerupai wajah-wajah orang berkulit putih cerah khas ras Arab/Eropa Kaukasoid di Nusantara dan sekarang menjadi kelompok etnik minoritas terbesar di Belanda. Kasta ini dianggap memiliki keunggulan dimana mau berbaur dengan kawula muda serta budaya lokal karena faktor darah pribumi yang hidup dalam jiwa, juga dapat diterima di pergaulan terhormat kalangan kelompok elite dengan hak-hak spesial karena faktor fisik warna kulit luar yang mirip dengan penduduk Barat, ras maju Eropa. Meski Indo umumnya ditujukan pada anak-anak hasil persilangan manusia pribumi dengan Eropa, hubungan orang peradaban Arab-Indonesia, China, Amerika atau Australia dengan warga Nusantara yang menciptakan peranakan berparas bule berkulit seputih pasir laut bisa dianggap sebagai orang Indo juga. Kelompok etnis ini dicirikan dari kesamaan asal-usul rasial, status legal, dan kultural. Kaum Indo merupakan keturunan campuran antara orang dari etnik tertentu di Eropa (terutama Belanda, tetapi juga Portugal, Spanyol, Jerman, Belgia, dan Prancis/Huguenot) dengan fenotipe Eropa dan orang dari etnik non-Eropa tertentu di Hindia Belanda/Indonesia. Secara hukum, sebagian besar berstatus sebagai warga Eropa di Hindia Belanda (Europeanen). Mereka menjunjung nilai-nilai budaya Eropa (terutama Belanda) dengan banyak pengaruh lokal Indonesia pada derajat tertentu dalam kehidupannya sehari-hari. Meskipun demikian, ke dalam kelompok etnik ini dimasukkan pula orang Eropa yang datang dan menetap cukup lama di tanah Indonesia atau yang lahir di Indonesia, karena di antara kalangan kaum keturunan campuran sendiri terdapat rentang fenotipe yang luas, sehingga faktor penampilan tidak bisa dijadikan satu-satunya pembatas untuk kelompok etnik ini. Kelompok berdarah campuran adalah mereka yang biasa dikenal sebagai orang Indo, Mesties (Bld.), atau Mestizos (Port.), sedangkan mereka yang "berdarah murni" Eropa dikenal sebagai totok (Mel.), blijvers (Bld.), atau kreol. Semenjak dibukanya keran investasi asing besar-besaran pada era Orde Baru dan juga meningkatnya arus kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, kaum Indo juga mencakup mereka yang terlahir dari darah Denmark, Norwegia, Finlandia, Rusia, Italia, Amerika Latin, Serbia ataupun yang salah satu orangtuanya berasal dari Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Amerika Serikat. Perang Dunia Kedua dan sesudahnya menjadi titik awal diaspora bagi kaum Indo, sehingga saat ini keturunan mereka banyak dijumpai di Belanda, Indonesia, Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, Kanada, serta beberapa negara lain. Di Belanda, kaum Indo sekarang dianggap sebagai kelompok minoritas terbesar (total sekitar 500.000 orang). Mereka dikenal dengan beberapa istilah, seperti Indisch Nederlander atau Indisch saja. Secara budaya mereka berhubungan dekat dengan kelompok etnik Maluku di Belanda. Di AS mereka dikenal sebagai Dutch Indonesian atau Indonesian Dutch dan kebanyakan bermukim di California. Di Indonesia sendiri jumlah mereka sedikit dan kebanyakan keturunannya terintegrasi/melebur dengan berbagai kelompok etnis lain walaupun kebiasaan berbahasa Belanda masih dijalankan di dalam keluarga. Istilah "orang Indo" dalam penggunaan bahasa Indonesia masa kini mengalami pergeseran arti dan dipakai secara taksa (ambigu). Sebutan ini juga digunakan untuk menyebut semua orang Indonesia — sebagai kependekan dari "orang Indonesia" — sekaligus juga untuk menyebut peranakan campuran orang Indonesia dengan bangsa lain, tanpa melihat latar belakang asal-usul non-Indonesianya, yang tidak harus Eropa.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Osing
Provinsi · Jawa Timur

Osing

Suku Osing, juga disebut sebagai Laros (akronim dari Lare Osing) atau Wong Blambangan, terkadang diucapkan Jawa Osing adalah sub-etnis Jawa yang berasal dari wilayah paling timur pulau Jawa (terutama di Banyuwangi), Jawa Timur. Mereka adalah penduduk asli Banyuwangi dan merupakan keturunan Kerajaan Blambangan. Orang Osing terutama mendiami bagian utara dan tengah Kabupaten Banyuwangi. Orang Osing menggunakan bahasa Osing yang masih termasuk dialek dari bahasa Jawa. Walaupun termasuk sub-etnis Jawa, kebudayaan Osing berbeda dengan suku Jawa pada umumnya karena banyaknya pengaruh budaya dari suku Bali. Kata Osing sendiri berasal dari bahasa Bali tusing yang artinya tidak.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Jawa Timur

Pakistan Indonesia

Pakistan Indonesia (Gujarati: ?????????????????????????????????????????? ??????????????????????????????; Urdu: ?????????????????? ?????? ????????????????) adalah penduduk Indonesia yang merupakan keturunan etnis Pakistan yang menetap di Indonesia dan/atau etnis Pakistan asli yang telah menikah dengan penduduk Pribumi Indonesia sehingga mempunyai keturunan Pakistan Indonesia. Etnis ini berbeda dengan etnis India Indonesia. Pakistan Indonesia biasa dikenal dengan sebutan Khoja, Koja, Kujo, dan Tambol. Orang Koja umumnya berasal dari daerah Cutch, Kathiawar, dan Gujarat, India yang beragama Islam tetapi mereka lebih memilih Pakistan daripada India karena faktor agama. Mereka berasal dari kasta Ksatria . Pada mulanya orang Pakistan pergi ke Indonesia untuk keperluan berdagang dan menyebarkan agama Islam, tetapi lama-kelamaan justru betah dan memilih tinggal dan berkeluarga di Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda, mereka dianggap sebagai orang Moor bersama dengan Arab Indonesia dan India Indonesia. Namun seperti etnis Tionghoa, Arab, dan India, tidaklah sedikit orang Pakistan Indonesia yang berjuang membantu kemerdekaan Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Samin
Provinsi · Jawa Timur

Samin

Ajaran Samin (disebut juga Pergerakan Samin atau Saminisme) adalah salah satu kepercayaan yang ada di Pulau Jawa Indonesia. Samin Surosentiko Merupakan Tokoh Terkenal yang mengajarkan sedulur sikep, di mana mereka mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan. Bentuk yang dilakukan adalah menolak membayar pajak, menolak segala peraturan yang dibuat pemerintah kolonial. Masyarakat ini acap memusingkan pemerintah Belanda maupun penjajahan Jepang karena sikap itu, sikap yang hingga sekarang dianggap menjengkelkan oleh kelompok di luarnya. Masyarakat Samin sendiri juga mengisolasi diri hingga baru pada tahun '70-an, mereka baru tahu Indonesia telah merdeka. Kelompok Samin ini tersebar sampai Jawa Tengah, tetapi konsentrasi terbesarnya berada di kawasan Blora dan Bojonegoro, yang masing-masing bermukim di perbatasan kedua wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jumlah mereka tidak banyak dan tinggal di kawasan pegunungan Kendeng di perbatasan dua provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kelompok Samin lebih suka disebut wong sikep, karena kata samin bagi mereka mengandung makna negatif. Orang luar Samin sering menganggap mereka sebagai kelompok yang lugu, tidak suka mencuri, menolak membayar pajak, dan acap menjadi bahan lelucon terutama di kalangan masyarakat Bojonegoro. Pokok ajaran Samin Surosentiko, yang nama aslinya Raden Kohar, kelahiran Desa Ploso Kedhiren, Randublatung, tahun 1859, dan meninggal saat diasingkan ke Padang, 1914.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tengger
Provinsi · Jawa Timur

Tengger

Suku Tengger atau lazim disebut Orang Jawa Tengger (IPA: /t??ngg??r/) atau juga disebut Wong Tengger atau Wong Brama adalah etnis Jawa yang mendiami dataran tinggi sekitaran kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur, Indonesia. Penduduk suku Tengger menempati sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tionghoa
Provinsi · Jawa Timur

Tionghoa

Orang Tionghoa Indonesia (juga disebut orang Tionghoa), adalah salah sebuah kelompok masyarakat di Indonesia adalah orang Indonesia yang leluhurnya bermigrasi dari Tiongkok dalam kurun waktu delapan abad terakhir. Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali muncul dalam sejarah Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di Tiongkok. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya. Orang Tionghoa dan keturunannya yang berasal dari Indonesia telah tinggal di kepulauan Indonesia setidaknya sejak abad ke-13. Banyak dari mereka yang awalnya datang sebagai pendatang (penduduk sementara), yang berniat untuk kembali ke kampung halamannya pada hari tua. Namun, sebagian lagi tinggal di wilayah ini sebagai migran ekonomi. Populasi mereka berkembang pesat selama periode kolonial ketika para pekerja dikontrak dari provinsi asal mereka di Tiongkok Selatan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Yahudi Surabaya
Provinsi · Jawa Timur

Yahudi Surabaya

Sejarah orang Yahudi di Indonesia kemungkinan dimulai dengan kedatangan para penjelajah Yahudi Timur Tengah pada abad ke-7 melalui Jalur Sutra Maritim dan terus berlanjut dengan datangnya penjelajah Marranos, Portugis dan pemukim Eropa awal, masa penjajahan Belanda hingga masa modern di wilayah Indonesia. Agama Yahudi atau Yudaisme tidak diakui sebagai salah satu dari enam agama resmi negara Indonesia, dan anggota komunitas Yahudi setempat dapat memilih untuk dikosongkan atau mendaftar sebagai "Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa" atau agama lain yang diakui pada kartu identitas resmi mereka. Walaupun tidak mendapat pengakuan resmi sebagai agama mayoritas, Kementerian Agama Republik Indonesia tetap memperbolehkan komunitas Yahudi untuk mempraktikkan agamanya, seperti komunitas Sikhisme, Zoroastrianisme, Shinto, Taoisme, dan lain-lain berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 dan pasal 29 ayat 2 UUD 945. Orang Yahudi Indonesia berlatarbelakang sangat kaya dan beragam, di mana mereka berasal dari Belanda, Belgia, Jerman, Prancis, Polandia, Timur Tengah (Syria, Aden, Baghdad, Mesir, Sana'a dan Hadramaut), India (Gujarat, Bombay, Kochi) , Tiongkok (Orang-orang Kaifeng) dan Amerika Latin (Peru) serta yang paling belakangan, golongan anak-anak pernikahan beda kewarganegaraan dengan salah satu orangtua Yahudi dari Amerika Serikat, Australia atau Canada. Yahudi di Indonesia yang masih memeluk agama Yudaisme saat ini membentuk komunitas yang kecil sekitar 100–550 orang, kebanyakan Yahudi Sephardi dan Yahudi Mizrahi (berasal dari Semenanjung Iberia, India dan Timur Tengah). Sedangkan jumlah orang Indonesia keturunan Yahudi bisa mencapai ribuan yang kebanyakan tidak mempraktikkan agama Yahudi. Termasuk golongan kecil tertutup keturunan Keluarga Yemenite di Jawa, Bali dan Batavia yang sudah berasimilasi dengan keluarga Hadrami Jawa untuk menghindari kamp interniran Jepang, seperti keluarga Gabbay, Attias, bin Nahman, yang mayoritas tidak lagi mempraktikkan Yudaisme. Adapun Orang Yahudi Di Jawa Timur Bernama Abi/pepel dan keluarga Nabarro/Navarro, sudah meninggalkan Sumatra dan diketahui Saat ini bertempat tinggal di Inggris dan Hongkong. Saat ini, salah satu komunitas orang Yahudi ortodoks yang terbuka di Indonesia tinggal di Tondano dan Manado, Sulawesi Utara. yang hingga kini provinsi tersebut dikenal memiliki ribuan keturunan Yahudi Marrano dari Spanyol dan Portugal. Terdapat pula komunitas Yahudi Maluku, Pulau Kisar, Timika, serta Jayapura (Papua) yang merupakan keturunan imigran Yahudi Peru yang merupakan pelarian ketika periode Inkuisisi Spanyol pada tahun 1400-1500.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Aceh

Suku Aceh (bahasa Aceh: ???????? ????????) merupakan suatu kelompok etnis yang berasal dari ujung utara pulau Sumatra, khususnya di wilayah Provinsi Aceh, Indonesia. Mereka terikat dalam kebudayaan, bahasa, dan latar belakang sejarah yang sama. Suku Aceh memiliki beberapa eksonim yang bervariasi, diantaranya yaitu Lam Muri, Lambri, Achin, Achen , Asji, A-tse dan Atse. Pada masa modern ini, suku Aceh terkenal sebagai para pedagang yang ulung, suku Aceh saat ini merupakan mayoritas pemeluk agama Islam. Secara tradisional, suku Aceh hidup secara matrilokal dan komunal, mereka tinggal di permukiman yang disebut gampong. Masa keemasan peradaban suku Aceh berpuncak sekitar abad ke-16 hingga abad ke-17, seiring dengan masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Arab

Orang Arab Indonesia (bahasa Arab: ?????? ????????????????) adalah penduduk Indonesia yang memiliki darah Arab dan Pribumi Indonesia. Pada awal kedatangan, mereka umumnya tinggal di perkampungan Arab yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pada zaman kolonial Belanda mereka dianggap sebagai bangsa Timur Asing bersama dengan suku Orang Tionghoa-Indonesia dan suku India-Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Bali
Provinsi · Kalimantan Barat

Bali

Suku Bali (bahasa Bali: ?????????????????????, translit. Anak Bali; disebut juga Wong Bali atau Krama Bali dalam basa Bali madia dan basa alus) adalah suku bangsa mayoritas di pulau Bali, yang menggunakan bahasa Bali dan mengikuti budaya Bali. Menurut hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, ada kurang lebih 3,9 juta orang Bali di Indonesia. Sekitar 3,3 juta orang Bali tinggal di Provinsi Bali dan sisanya terdapat di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Lampung, Bengkulu dan daerah penempatan transmigrasi asal Bali lainnya.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.