Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 6 dari 45.

Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Jawa Barat

Arab Indonesia

Orang Arab Indonesia (bahasa Arab: ?????? ????????????????) adalah penduduk Indonesia yang memiliki darah Arab dan Pribumi Indonesia. Pada awal kedatangan, mereka umumnya tinggal di perkampungan Arab yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pada zaman kolonial Belanda mereka dianggap sebagai bangsa Timur Asing bersama dengan suku Orang Tionghoa-Indonesia dan suku India-Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Betawi
Provinsi · Jawa Barat

Betawi

Suku Betawi (Betawi: Orang Betawi) adalah kelompok etnis Austronesia yang merupakan penduduk asli kota Jakarta dan sekitarnya. Kemunculan istilah "Betawi" pertama kali pada abad ke-17 sebagai suatu komunitas masyarakat dari berbagai etnis Nusantara yang datang dan menetap di Batavia. Suku ini terbentuk melalui proses asimilasi dari berbagai budaya, termasuk Sunda, Jawa, Melayu, Bugis, Ambon, Manado, Makassar, Arab, Tionghoa, India, dan Eropa, sehingga menciptakan identitas budaya yang unik. Di era modern ini, masyarakat dari berbagai suku bangsa, terutama suku Sunda, yang telah lama mendiami wilayah Jabodetabek, melupakan bahasa mereka dan beralih ke bahasa Betawi, bisa juga disebut orang Betawi. Meskipun mereka memiliki hubungan darah yang lebih dekat dengan orang-orang yang masih berbicara menggunakan bahasa Sunda di wilayah pinggiran, khususnya di Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Ciptagelar
Provinsi · Jawa Barat

Ciptagelar

Orang Gelaralam (bahasa Sunda: ????????? ????????????????????????, translit. Urang Gelaralam), sebelumnya dikenal sebagai Ciptagelar, adalah kelompok masyarakat adat yang merupakan bagian dari sub-suku Sunda yang mendiami wilayah sekitar pegunungan Salak dan Halimun, tepatnya di Kasepuhan Gelaralam, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak di Banten.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Jawa Barat

Cirebon

Suku Cirebonan atau Wong Cerbon adalah kelompok sub-etnis berketurunan Jawa (rumpun Jawa ) yang tersebar di sekitar wilayah Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon. Menggunakan istilah Wong dan Cah sebagai penanda keturunan Jawa, dan Selain itu suku Cirebon juga dapat ditemui di Kabupaten Indramayu, sebagian Kabupaten Majalengka (sebelah utara atau biasa disebut sebagai Wilayah "Pakaleran"), sebagian Kabupaten Subang sebelah utara mulai dari Blanakan, Pamanukan, hingga Pusakanagara dan sebagian Pesisir utara Kabupaten Karawang mulai dari Pesisir Pedes hingga Pesisir Cilamaya di Provinsi Jawa Barat dan di sekitar Kec. Losari di Kabupaten Brebes, provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Suku Cirebon tersebar di banyak provinsi-provinsi di Indonesia. Pada sensus penduduk 2010 Suku Cirebon berjumlah 1.877.514 jiwa, dengan 961.406 laki-laki dan 916.108 perempuan. Rasionya yaitu sekitar 0,79% dari jumlah penduduk seluruh Indonesia pada tahun 2010 dari semua suku di Indonesia. Provinsi terbanyak yang terdapat suku Cirebon adalah Provinsi Jawa Barat (1.812.842 jiwa), Banten (41.645 jiwa), dan Lampung (8.406 jiwa). Sebanyak 1.425.272 jiwa (75,91%) bermukim di perkotaan dan 452.242 jiwa (25,09%) bermukim di pedesaan. Masyarakat Suku Cirebon memeluk agama Islam. Bahasa yang dituturkan oleh orang Cirebon adalah Bahasa Jawa mayoritas digunakan dalam percakapan sehari hari yang juga ada gabungan sedikit atau beberapa bahasa yakni dari Sunda, Arab dan China yang mereka sebut sebagai Bahasa Cirebonan atau Bahasa Jawa Dialek Cirebon.Mereka juga memiliki dialek Bahasa Sunda tersendiri yang disebut Bahasa Sunda Cirebon.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Jawa Barat

Jawa

Suku Jawa (Bahasa Jawa Ngoko: ꦮꦺꦴꦁꦗꦮ, Wong Jawa; bahasa Jawa Krama: ꦠꦶꦪꦁꦗꦮꦶ, Tiyang Jawi) adalah suku bangsa Austronesia terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Indramayu di Jawa Barat. Dengan lebih dari 100 juta orang, Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara secara keseluruhan. Bahasa asli mereka adalah bahasa Jawa, yang merupakan bahasa Austronesia terbesar dalam hal jumlah penutur asli dan juga bahasa daerah terbesar di Asia Tenggara. Sebagai kelompok etnis terbesar di wilayah tersebut, orang Jawa secara historis mendominasi lanskap sosial, politik, dan budaya Indonesia dan di Asia Tenggara. Pada tahun 2010, setidaknya 40,22% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Selain itu, suku Jawa ada pula yang berada di negara Kaledonia Baru dan Suriname, karena pada masa kolonial Belanda suku ini dibawa ke sana sebagai pekerja. Saat ini, suku Jawa di Suriname menjadi salah satu minoritas di sana dan dikenal sebagai Jawa Suriname. Ada juga sejumlah besar suku Jawa di sebagian besar provinsi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Belanda. Mayoritas orang Jawa adalah umat Islam, dengan beberapa minoritas yaitu Kristen, Kejawen, Hindu, Kapitayan dan Buddha. Meskipun demikian, peradaban orang Jawa telah dipengaruhi oleh lebih dari seribu tahun interaksi antara budaya Kejawen dan Hindu-Buddha, dan pengaruh ini masih terlihat dalam sejarah, budaya, tradisi, dan bentuk kesenian Jawa. Dengan populasi global yang cukup besar, suku Jawa menjadi kelompok etnis terbesar keempat di antara umat Islam/etnis mayoritas Islam di seluruh dunia, setelah bangsa Arab, Bengali, Punjabi. Suku Jawa memiliki beberapa sub-suku, yakni Jaseng, Banyumasan, Cirebon, Osing, Samin, Tengger, Jawa Merauke, dan Jawa Suriname.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Keturunan Belanda
Provinsi · Jawa Barat

Keturunan Belanda

Pada era Hindia-Belanda, Orang Indo (singkatan dari nama dalam bahasa Belanda, Indo-Europeanen, "Eropa-Hindia") adalah sebutan bagi kelompok etnik blaster yang secara fisik cenderung menyerupai wajah-wajah orang berkulit putih cerah khas ras Arab/Eropa Kaukasoid di Nusantara dan sekarang menjadi kelompok etnik minoritas terbesar di Belanda. Kasta ini dianggap memiliki keunggulan dimana mau berbaur dengan kawula muda serta budaya lokal karena faktor darah pribumi yang hidup dalam jiwa, juga dapat diterima di pergaulan terhormat kalangan kelompok elite dengan hak-hak spesial karena faktor fisik warna kulit luar yang mirip dengan penduduk Barat, ras maju Eropa. Meski Indo umumnya ditujukan pada anak-anak hasil persilangan manusia pribumi dengan Eropa, hubungan orang peradaban Arab-Indonesia, China, Amerika atau Australia dengan warga Nusantara yang menciptakan peranakan berparas bule berkulit seputih pasir laut bisa dianggap sebagai orang Indo juga. Kelompok etnis ini dicirikan dari kesamaan asal-usul rasial, status legal, dan kultural. Kaum Indo merupakan keturunan campuran antara orang dari etnik tertentu di Eropa (terutama Belanda, tetapi juga Portugal, Spanyol, Jerman, Belgia, dan Prancis/Huguenot) dengan fenotipe Eropa dan orang dari etnik non-Eropa tertentu di Hindia Belanda/Indonesia. Secara hukum, sebagian besar berstatus sebagai warga Eropa di Hindia Belanda (Europeanen). Mereka menjunjung nilai-nilai budaya Eropa (terutama Belanda) dengan banyak pengaruh lokal Indonesia pada derajat tertentu dalam kehidupannya sehari-hari. Meskipun demikian, ke dalam kelompok etnik ini dimasukkan pula orang Eropa yang datang dan menetap cukup lama di tanah Indonesia atau yang lahir di Indonesia, karena di antara kalangan kaum keturunan campuran sendiri terdapat rentang fenotipe yang luas, sehingga faktor penampilan tidak bisa dijadikan satu-satunya pembatas untuk kelompok etnik ini. Kelompok berdarah campuran adalah mereka yang biasa dikenal sebagai orang Indo, Mesties (Bld.), atau Mestizos (Port.), sedangkan mereka yang "berdarah murni" Eropa dikenal sebagai totok (Mel.), blijvers (Bld.), atau kreol. Semenjak dibukanya keran investasi asing besar-besaran pada era Orde Baru dan juga meningkatnya arus kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, kaum Indo juga mencakup mereka yang terlahir dari darah Denmark, Norwegia, Finlandia, Rusia, Italia, Amerika Latin, Serbia ataupun yang salah satu orangtuanya berasal dari Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Amerika Serikat. Perang Dunia Kedua dan sesudahnya menjadi titik awal diaspora bagi kaum Indo, sehingga saat ini keturunan mereka banyak dijumpai di Belanda, Indonesia, Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, Kanada, serta beberapa negara lain. Di Belanda, kaum Indo sekarang dianggap sebagai kelompok minoritas terbesar (total sekitar 500.000 orang). Mereka dikenal dengan beberapa istilah, seperti Indisch Nederlander atau Indisch saja. Secara budaya mereka berhubungan dekat dengan kelompok etnik Maluku di Belanda. Di AS mereka dikenal sebagai Dutch Indonesian atau Indonesian Dutch dan kebanyakan bermukim di California. Di Indonesia sendiri jumlah mereka sedikit dan kebanyakan keturunannya terintegrasi/melebur dengan berbagai kelompok etnis lain walaupun kebiasaan berbahasa Belanda masih dijalankan di dalam keluarga. Istilah "orang Indo" dalam penggunaan bahasa Indonesia masa kini mengalami pergeseran arti dan dipakai secara taksa (ambigu). Sebutan ini juga digunakan untuk menyebut semua orang Indonesia — sebagai kependekan dari "orang Indonesia" — sekaligus juga untuk menyebut peranakan campuran orang Indonesia dengan bangsa lain, tanpa melihat latar belakang asal-usul non-Indonesianya, yang tidak harus Eropa.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu
Provinsi · Jawa Barat

Melayu

Suku Melayu (bahasa Melayu: Orang Melayu, Jawi: أورڠ ملايو) adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut. Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini karena suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim. Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu (terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.) Perkembangan dan pendirian Kesultanan Malaka pada abad ke-15 menyebabkan revolusi besar-besaran pada sejarah bangsa Melayu. Hal tersebut terjadi karena kesultanan tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan pada tata kebudayaan dan kesultanan tersebut meraih kejayaan pada masa tersebut. Menurut catatan sejarah, suku Melayu telah dikenal sebagai komunitas pedagang lintas perairan dengan karakteristik budaya yang dinamis. Mereka dapat menyerap, berbagi, dan menyalurkan sekian banyak keunikan kebudayaan dari kelompok etnik lain, seperti kebudayaan Minang dan Aceh.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Sunda
Provinsi · Jawa Barat

Sunda

Suku Sunda (bahasa Sunda: Urang Sunda, aksara Sunda: .mw-parser-output .script-sunda{font-family:"Noto Sans Sundanese","Sundanese Unicode 2013","Sunda Prada"}ᮅᮛᮀ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ) adalah suku bangsa Austronesia yang mendiami bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup sebagian besar wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan sebagian barat Jawa Tengah. Populasi suku Sunda secara signifikan juga dapat ditemukan di wilayah provinsi lain di Indonesia, serta merupakan suku bangsa terbesar kedua di Indonesia dan terbesar keempat di Asia Tenggara. Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasa dan budayanya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang, dan bersahaja. Orang Portugis mencatat dalam Suma Oriental bahwa orang Sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang Sunda juga adalah suku bangsa pertama yang melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Di samping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor, dan aktris dari etnis Sunda yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tionghoa Indonesia
Provinsi · Jawa Barat

Tionghoa Indonesia

Orang Tionghoa Indonesia (juga disebut orang Tionghoa), adalah salah sebuah kelompok masyarakat di Indonesia adalah orang Indonesia yang leluhurnya bermigrasi dari Tiongkok dalam kurun waktu delapan abad terakhir. Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali muncul dalam sejarah Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di Tiongkok. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya. Orang Tionghoa dan keturunannya yang berasal dari Indonesia telah tinggal di kepulauan Indonesia setidaknya sejak abad ke-13. Banyak dari mereka yang awalnya datang sebagai pendatang (penduduk sementara), yang berniat untuk kembali ke kampung halamannya pada hari tua. Namun, sebagian lagi tinggal di wilayah ini sebagai migran ekonomi. Populasi mereka berkembang pesat selama periode kolonial ketika para pekerja dikontrak dari provinsi asal mereka di Tiongkok Selatan.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Jawa Tengah

Arab

Orang Arab Indonesia (bahasa Arab: ?????? ????????????????) adalah penduduk Indonesia yang memiliki darah Arab dan Pribumi Indonesia. Pada awal kedatangan, mereka umumnya tinggal di perkampungan Arab yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pada zaman kolonial Belanda mereka dianggap sebagai bangsa Timur Asing bersama dengan suku Orang Tionghoa-Indonesia dan suku India-Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Jawa Tengah

Hakka

Hakka (K??ji?? ??????) adalah salah satu kelompok Tionghoa Han yang terbesar di Republik Rakyat Tiongkok. Hakka merupakan kelompok Han terakhir yang bermigrasi ke selatan dari Tiongkok Utara secara bertahap semenjak abad ke-4 M karena bencana alam, perang, dan konflik. Migrasi Hakka keluar dari Tiongkok juga terjadi secara besar-besaran, sehingga sekarang komunitas Hakka tersebar di berbagai provinsi di Tiongkok dan negara-negara di dunia. Orang Hakka merupakan salah satu kelompok terbesar Tionghoa di luar Tiongkok.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Jawa Tengah

Hokkian

Orang Min Selatan atau Orang Minnan, merujuk kepada penduduk Suku Han dari provinsi Fujian bagian selatan di Republik Rakyat Tiongkok. Sejak lama, banyak orang-orang Min Selatan telah menjadi perantau dan tinggal di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara. Istilah akademis cenderung menggunakan istilah orang yang berasal dari Fujian Selatan ???????????? ???B??n-l??m t??-khu??? sebagai Orang Minnan ????????????/B??n-l??m-l??ng???. Selama berabad-abad orang Minnan telah menyebar ke berbagai daerah lain di Tiongkok dan menciptakan kelompok bahasa-bahasa Minnan yang semakin berbeda jauh, walaupun mereka masih dianggap sebagai bagian dari keluarga Rumpun Minnan (????????????). Rumpun Minnan tidak hanya meliputi orang Fujian Selatan, tetapi juga Orang Chaozhou (?????????), Orang Hailufeng (?????????), Orang Zhenan (?????????), Orang Leizhou (??????), Orang Hainan (??????) dan Orang Min di Zhongshan (?????????).

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.