Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 4 dari 45.

Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · DKI Jakarta

Jawa

Suku Jawa (Bahasa Jawa Ngoko: ꦮꦺꦴꦁꦗꦮ, Wong Jawa; bahasa Jawa Krama: ꦠꦶꦪꦁꦗꦮꦶ, Tiyang Jawi) adalah suku bangsa Austronesia terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Indramayu di Jawa Barat. Dengan lebih dari 100 juta orang, Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara secara keseluruhan. Bahasa asli mereka adalah bahasa Jawa, yang merupakan bahasa Austronesia terbesar dalam hal jumlah penutur asli dan juga bahasa daerah terbesar di Asia Tenggara. Sebagai kelompok etnis terbesar di wilayah tersebut, orang Jawa secara historis mendominasi lanskap sosial, politik, dan budaya Indonesia dan di Asia Tenggara. Pada tahun 2010, setidaknya 40,22% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Selain itu, suku Jawa ada pula yang berada di negara Kaledonia Baru dan Suriname, karena pada masa kolonial Belanda suku ini dibawa ke sana sebagai pekerja. Saat ini, suku Jawa di Suriname menjadi salah satu minoritas di sana dan dikenal sebagai Jawa Suriname. Ada juga sejumlah besar suku Jawa di sebagian besar provinsi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Belanda. Mayoritas orang Jawa adalah umat Islam, dengan beberapa minoritas yaitu Kristen, Kejawen, Hindu, Kapitayan dan Buddha. Meskipun demikian, peradaban orang Jawa telah dipengaruhi oleh lebih dari seribu tahun interaksi antara budaya Kejawen dan Hindu-Buddha, dan pengaruh ini masih terlihat dalam sejarah, budaya, tradisi, dan bentuk kesenian Jawa. Dengan populasi global yang cukup besar, suku Jawa menjadi kelompok etnis terbesar keempat di antara umat Islam/etnis mayoritas Islam di seluruh dunia, setelah bangsa Arab, Bengali, Punjabi. Suku Jawa memiliki beberapa sub-suku, yakni Jaseng, Banyumasan, Cirebon, Osing, Samin, Tengger, Jawa Merauke, dan Jawa Suriname.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Jepang
Provinsi · DKI Jakarta

Jepang

Orang Jepang Indonesia atau Jepindo adalah warga keturunan Jepang yang tinggal di Indonesia. Migrasi orang Jepang ke Indonesia baru terjadi dalam skala besar pada akhir abad ke-19, meskipun sudah ada kontak perdagangan secara terbatas antara Indonesia dan Jepang setidaknya sejak abad ke-17. Populasi ekspatriat Jepang di Indonesia cukup besar, kira-kira 19.717 orang hingga Oktober 2017. Selain itu, ada pula keturunan dari imigran Jepang yang tiba lebih awal di Indonesia. Jumlah warga keturunan Jepang yang hidup dan tinggal di Indonesia sejumlah sekitar 2.500 orang. Mereka tetap menjalin silaturahmi sesama komunitas keturunan Jepang dengan mendirikan Yayasan Warga Persahabatan. Keturunan mereka disebut Nikkei Indonesia

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · DKI Jakarta

Kanton

Tionghoa Guangdong (Hanzi tradisional: ??????; Hanzi sederhana: ??????), atau dieja sebagai Kanton, Kantong, atau Kuantan (khususnya di Sumatra) maupun Konghu (khususnya di Jawa) adalah sub-grup Tionghoa yang berasal dari provinsi Guangdong di Tiongkok Selatan. Tionghoa Guangdong terdapat dua pengelompokan yang berbeda sesuai dengan daerah asal dan pemakaian dialeknya.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Keturunan Armenia
Provinsi · DKI Jakarta

Keturunan Armenia

Armenia-Indonesia adalah orang Armenia yang pernah hidup di Hindia Belanda atau keturunannya yang masih hidup di Indonesia. Banyak pedagang Armenia dari Amsterdam merantau ke Hindia Belanda mulai tahun 1800-an dan mendirikan perusahaan serta perkebunan. Mereka terutama menetap di Jawa. Selain itu banyak pula orang-orang Armenia dari Persia merantau ke Hindia dan dengan ini membuat sebuah komunitas Armenia di pulau Jawa. Pada tahun 1808, komunitas ini mulai bertambah besar dan George Manook (Gevork Manuch Merchell) beserta kawan-kawannya mendapatkan uang sebesar 25.000 gulden dari pemerintahan Hindia Belanda untuk medirikan sekolah-sekolah dan gereja. Pada tahun 1852 Haileian Miabanse Thioen mendirikan panti asuhan dan gereja untuk anak-anak Armenia di Batavia. Pada tanggal 6 Januari 1880, komunitas Armenia secara resmi diakui sebagai rechtspersoon dan merupakan anggota dari kelompok Europeanen atau bangsa Eropa. Gereja komunitas Armenia di Batavia terletak di Gang Scott sebelah barat daya Koningsplein atau sekarang disebut dengan nama Medan Merdeka, di lahan tersebut sekarang berdiri kantor Bank Indonesia. Kebanyakan komunitas Armenia telah meninggalkan Indonesia selepas masa Kemerdekaan,namun diperkirakan kurang dari seratus jiwa masih menetap,terutama di Jawa. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah keluarga yang menggunakan nama-nama belakang seperti Manook (Manoch), Sarkies, Tankian, Haylian, Djorghi dan Galistan. Di antaranya yakni Keluarga dari Benjamin Galstaun, Direktur sekaligus kurator Kebun Binatang Ragunan Jakarta, merupakan keturunan Armenia bermarga Galstaun (Galistan). Perancang Busana Legendaris Martri Djorghi, serta Aktor dan Penyanyi Sultan Djorghi dan Thomas Djorghi.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · DKI Jakarta

Korea

Orang Korea di Indonesia (bahasa Korea: ????????? ??????????????????; Hangukgye Indonesia-in) berjumlah sekitar 31.760 jiwa sampai tahun 2005, dan menjadi populasi warga Korea terbesar ke-13 di dunia berdasarkan Kementrian Hubungan dan Perdagangan Luar Negeri Korea Selatan; beberapa estimasi bahkan menunjukkan populasi lebih tinggi, antara 30 ribu sampai 50 ribu jiwa.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu
Provinsi · DKI Jakarta

Melayu

Suku Melayu (bahasa Melayu: Orang Melayu, Jawi: أورڠ ملايو) adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut. Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini karena suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim. Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu (terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.) Perkembangan dan pendirian Kesultanan Malaka pada abad ke-15 menyebabkan revolusi besar-besaran pada sejarah bangsa Melayu. Hal tersebut terjadi karena kesultanan tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan pada tata kebudayaan dan kesultanan tersebut meraih kejayaan pada masa tersebut. Menurut catatan sejarah, suku Melayu telah dikenal sebagai komunitas pedagang lintas perairan dengan karakteristik budaya yang dinamis. Mereka dapat menyerap, berbagi, dan menyalurkan sekian banyak keunikan kebudayaan dari kelompok etnik lain, seperti kebudayaan Minang dan Aceh.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Minangkabau
Provinsi · DKI Jakarta

Minangkabau

Minangkabau (disingkat Minang) (Jawi: ميناڠكاباو) merupakan kelompok etnik di Indonesia bagian dari rumpun Austronesia yang berasal dari Dataran Tinggi Minangkabau, Sumatera Barat. Saat ini, persebaran etnik Minangkabau meliputi seluruh daratan Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, pantai barat daya Aceh dan Negeri Sembilan di Malaysia. Minangkabau merujuk pada entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal dan identitas agama Islam. Dalam percakapan awam, orang Minang sering kali disamakan sebagai orang Padang. Hal ini merujuk pada nama ibu kota provinsi Sumatera Barat, yaitu kota Padang. Namun, mereka biasanya akan menyebut kelompoknya dengan sebutan Urang Awak. Awak itu sendiri berarti saya, aku atau kita dalam percakapan keseharian orang Minang. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Urang Awak itu adalah orang Minang itu sendiri. Menurut A.A. Navis, Minangkabau lebih merujuk kepada kultur etnis yang tumbuh dan besar karena sistem monarki serta menganut sistem adat yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan atau matrilineal, walaupun budayanya sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. Thomas Stamford Raffles, setelah melakukan ekspedisi ke pedalaman Minangkabau tempat kedudukan Kerajaan Pagaruyung, menyatakan bahwa Minangkabau ialah sumber kekuatan dan asal bangsa Melayu, yang kelak penduduknya tersebar luas di Kepulauan Timur. Masyarakat Minang bertahan sebagai penganut matrilineal terbesar di dunia. Selain itu, etnis ini telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa pra-Hindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. Prinsip adat Minangkabau tertuang dalam pernyataan Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum Islam, hukum Islam bersendikan Alquran) yang berarti adat Minangkabau berlandaskan ajaran Islam. Orang Minangkabau sangat menonjol di bidang perniagaan, sebagai profesional dan intelektual. Mereka merupakan pewaris dari tradisi lama Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis. Lebih dari separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan. Diaspora Minang pada umumnya bermukim di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, Bandar Lampung dan Surabaya. Di luar wilayah Indonesia, etnis Minang terkonsentrasi di Kuala Lumpur, Seremban, Singapura, Jeddah, Sydney dan Melbourne. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang yang sangat digemari di Indonesia bahkan mancanegara.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · DKI Jakarta

Orang Belanda Depok

Orang Depok, atau Kaum Depok, lebih dikenal dengan sebutan Orang Belanda Depok, adalah istilah yang merujuk kepada keturunan para pekerja Cornelis Chastelein, seorang pensiunan Perusahaan Hindia Timur Belanda dan pemilik tanah pribadi di Gemeente Depok. Kaum Depok merupakan pribumi Indonesia yang memiliki gaya hidup seperti orang Eropa, khususnya Belanda.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · DKI Jakarta

Pakistan Indonesia

Pakistan Indonesia (Gujarati: ?????????????????????????????????????????? ??????????????????????????????; Urdu: ?????????????????? ?????? ????????????????) adalah penduduk Indonesia yang merupakan keturunan etnis Pakistan yang menetap di Indonesia dan/atau etnis Pakistan asli yang telah menikah dengan penduduk Pribumi Indonesia sehingga mempunyai keturunan Pakistan Indonesia. Etnis ini berbeda dengan etnis India Indonesia. Pakistan Indonesia biasa dikenal dengan sebutan Khoja, Koja, Kujo, dan Tambol. Orang Koja umumnya berasal dari daerah Cutch, Kathiawar, dan Gujarat, India yang beragama Islam tetapi mereka lebih memilih Pakistan daripada India karena faktor agama. Mereka berasal dari kasta Ksatria . Pada mulanya orang Pakistan pergi ke Indonesia untuk keperluan berdagang dan menyebarkan agama Islam, tetapi lama-kelamaan justru betah dan memilih tinggal dan berkeluarga di Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda, mereka dianggap sebagai orang Moor bersama dengan Arab Indonesia dan India Indonesia. Namun seperti etnis Tionghoa, Arab, dan India, tidaklah sedikit orang Pakistan Indonesia yang berjuang membantu kemerdekaan Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Portugis / Tugu / Mardijkers
Provinsi · DKI Jakarta

Portugis / Tugu / Mardijkers

Mardiker (bahasa Belanda: mardijkers) adalah sebutan umum abad 17-18 untuk para bekas budak dari Asia atau Afrika, yang telah dimerdekakan, dan kemudian bersama keturunannya mengikuti budaya penjajahnya. Dalam arti sempit, kaum mardiker merujuk pada sekelompok bekas tawanan perang yang diperoleh Belanda (VOC) hasil kemenangannya menduduki wilayah jajahan Portugis di Asia (India, Melaka), yang kemudian dibawa ke Batavia dan dimerdekakan setelah memenuhi syarat tertentu. Di Jakarta, keturunan kaum mardiker ini masih tersisa, di antaranya, di bilangan Kampung Tugu, di wilayah Jakarta Utara. Kelompok ini juga dikenal dengan sebutan Portugis Hitam.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · DKI Jakarta

Punjab

Orang Punjab (Punjab: پنجابی (Shahmukhi); ਪੰਜਾਬੀ (Gurmukhi); diromanisasi sebagai Panjābī), adalah sebuah kelompok etnolinguistik Indo-Arya yang diasosiasikan dengan wilayah Punjab, terdiri dari beberapa area di Pakistan timur dan India barat laut. Mereka umumnya menuturkan bahasa Punjab Standar atau beragam dialek Punjab di kedua sisi. Etnonim ini berasal dari istilah Punjab (Lima sungai) dalam bahasa Persia untuk menjelaskan wilayah geografis di bagian barat laut anak benua India, di mana lima sungai, Beas, Chenab, Jhelum, Ravi, dan Sutlej bergabung ke Sungai Indus, selain dari Ghaggar yang sudah hilang. Percampuran berbagai tribe, kasta dan penduduk di wilayah Punjab ke dalam identitas "Punjab" yang umum dan luas dimulai sejak awal abad ke-18 M. Dahulunya, orang Punjab merupakan kelompok heterogen dan terbagi dalam sejumlah klan yang disebut biradari (yang berarti "persaudaraan) atau tribe, setiap orang terikat pada sebuah klan. Dengan berjalannya waktu, struktur tribal digantikan dengan masyarakat yang lebih kohesif dan holistik, dengan pembangunan komunitas dan kekompakan kelompok membentuk pilar yang baru bagi masyarakat Punjab. Secara tradisional, identitas Punjabi utamanya adalah bahasa, geografis dan budaya. Identitasnya tidak terikat dengan asal-usul historis atau agama dan merujuk kepada orang yang tinggal di wilayah Punjab atau diasosiasikan dengan populasinya dan orang yang menganggap bahasa Punjab adalah bahasa ibu. Integrasi dan asimilasi adalah bagian penting dari budaya Punjab, karena identitas Punjab tidak hanya berdasarkan pada hubungan tribal. Sementara orang Punjab berbagi wilayah, etnisitas dan bahasa bersama, mereka cenderung menjadi pengikut salah satu dari beberapa agama, paling sering Islam, Hinduisme, Sikhisme atau Kekristenan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Sunda
Provinsi · DKI Jakarta

Sunda

Suku Sunda (bahasa Sunda: Urang Sunda, aksara Sunda: .mw-parser-output .script-sunda{font-family:"Noto Sans Sundanese","Sundanese Unicode 2013","Sunda Prada"}ᮅᮛᮀ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ) adalah suku bangsa Austronesia yang mendiami bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup sebagian besar wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan sebagian barat Jawa Tengah. Populasi suku Sunda secara signifikan juga dapat ditemukan di wilayah provinsi lain di Indonesia, serta merupakan suku bangsa terbesar kedua di Indonesia dan terbesar keempat di Asia Tenggara. Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasa dan budayanya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang, dan bersahaja. Orang Portugis mencatat dalam Suma Oriental bahwa orang Sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang Sunda juga adalah suku bangsa pertama yang melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Di samping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor, dan aktris dari etnis Sunda yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.