Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 34 dari 45.

Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Riau

Anak Rawa

Suku Anak Rawa adalah kelompok etnis yang mendiami Kabupaten Siak, Riau. Suku ini awalnya bermukim di kampung Sungai Rawa yang lebih menjorok ke daratan. Namun, ketika kampung itu mulai didatangi oleh para pendatang, tetua suku mengajak warganya pergi menjauh ke pesisir dan menempati wilayah kampung Penyengat hingga saat ini.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Angkola
Provinsi · Riau

Angkola

Batak Angkola atau Suku Angkola merupakan salah satu kelompok etnis Batak. Tanah ulayat Batak Angkola berada di wilayah selatan Tapanuli, yakni meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas, dan sebagian Kabupaten Mandailing Natal. Sebagian kecil etnis ini juga bermukim di Perak, Selangor, dan Semenanjung Malaysia. Suku Batak Angkola memiliki hubungan kekerabatan (tarombo) dengan marga-marga Batak Toba dan Batak Mandailing. Di samping itu, ketiganya juga saling berbagi beberapa persamaan bahasa dan budaya yang dihidupi sebagian besar masyarakatnya.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Riau

Duano

Orang Kuala merupakan salah satu dari 18 suku yang membentuk kaum Orang Asli di Malaysia. Mereka tergolong di dalam kumpulan Melayu Proto iaitu salah satu dari 3 kumpulan utama kaum Orang Asli. Mereka disebut sebagai Orang Kuala karena lokasi mereka umumnya tinggal di kawasan kuala sungai dan pesisir pantai. Walau bagaimanapun, Orang Kuala menyebut dirinya sebagai ???Desin Duano??? (Orang Duano). Raut wajah dan tingkah laku Orang Kuala lebih mirip orang Melayu yang telah turun temurun menjadi kelompok tetangga mereka.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Mandailing
Provinsi · Riau

Mandailing

Batak Mandailing atau Suku Mandailing merupakan salah satu kelompok etnik pribumi yang menghuni daerah selatan Provinsi Sumatera Utara. Mereka pernah berada di bawah pengaruh Kaum Padri dari Minangkabau, sehingga secara kultural etnis ini dipengaruhi oleh budaya agama Islam. Sebagian kecil etnis ini juga bermukim di Selangor dan Perak, Semenanjung Malaysia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu
Provinsi · Riau

Melayu

Suku Melayu (bahasa Melayu: Orang Melayu, Jawi: أورڠ ملايو) adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut. Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini karena suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim. Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu (terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.) Perkembangan dan pendirian Kesultanan Malaka pada abad ke-15 menyebabkan revolusi besar-besaran pada sejarah bangsa Melayu. Hal tersebut terjadi karena kesultanan tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan pada tata kebudayaan dan kesultanan tersebut meraih kejayaan pada masa tersebut. Menurut catatan sejarah, suku Melayu telah dikenal sebagai komunitas pedagang lintas perairan dengan karakteristik budaya yang dinamis. Mereka dapat menyerap, berbagi, dan menyalurkan sekian banyak keunikan kebudayaan dari kelompok etnik lain, seperti kebudayaan Minang dan Aceh.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Riau

Petalangan

Suku Petalangan adalah salah satu komunitas masyarakat asli di Riau. Dalam tradisi lisan mereka, nenek moyang Petalangan diyakini berasal dari Semenanjung Malaya. Mereka datang ke wilayah Pelalawan dengan menempuh jalur Sungai Kampar menggunakan perahu, lalu menetap dan mendirikan permukiman di kawasan hutan. Secara geografis, Perkampungan Petalangan menempati wilayah dengan luas sekitar 8.490 kilometer persegi. Pemukiman Orang Petalangan sebagian besar berada di tepi hutan, di dalam hutan, dan di tepian Batang Kampar dan anak-anak sungainya, seperti Segati, Batang Nilo, Napuh, Telayap, Ransang, Ara, Panduk, dan Kerumutan. Istilah ???Petalangan??? pada dasarnya merujuk pada kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah daratan. Secara umum, sistem adat di Pelalawan terbagi menjadi dua. Pertama, adat pesisir yang menganut garis keturunan patrilineal (dari pihak ayah), dengan kepemimpinan adat dipegang oleh penghulu, bukan datuk. Kedua, adat Petalangan yang bersifat matrilineal (garis keturunan dari pihak ibu), karena dipengaruhi oleh adat Minangkabau. Dalam sistem ini, masyarakat hidup dalam kelompok suku dan puak, serta dipimpin oleh seorang datuk dalam struktur adatnya.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Riau

Sakai

Orang Sakai merupakan sekumpulan masyarakat yang terasing dan hidup masih secara tradisional dan nomaden pada suatu kawasan di pulau Sumatra, Indonesia tepatnya di barat Kabupaten Kabupaten Bengkalis dan barat Kabupaten Siak. Di Kabupaten Bengkalis, mereka mendiami kecamatan Bathin Solapan, Mandau, Pinggir dan Talang Muandau. Di Kabupaten Siak, mereka mendiami kecamatan Kandis dan Minas. Orang Sakai hidup menjauhkan diri dari kehidupan masyarakat yang luas. Sebelumnya, Orang Sakai dinamai Orang Pebatin. Nama ini dikenal ketika Jepang menjajah Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Riau

Talang Mamak

Orang Talang Mamak merupakan sekumpulan masyarakat yang terasing dan hidup masih secara tradisional di sehiliran Sungai Indragiri, Provinsi Riau, Indonesia. Dalam kelompok masyarakat ini terdapat sub kelompok yang mereka sebut dengan suku, kemudian dibagi lagi dalam tobo dan unit terkecil mereka sebut dengan hinduk atau perut atau disebut juga puak anak. Kelompok masyarakat ini tergolong Proto Melayu (Melayu Tua) yang merupakan suku asli Indragiri Hulu dengan sebutan ???Suku Tuha??? yang berarti suku pertama datang dan lebih berhak atas sumber daya alam di Indragiri Hulu. Selain itu juga, mereka termasuk Melayu Tua.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tionghoa-Indonesia
Provinsi · Riau

Tionghoa-Indonesia

Orang Tionghoa Indonesia (juga disebut orang Tionghoa), adalah salah sebuah kelompok masyarakat di Indonesia adalah orang Indonesia yang leluhurnya bermigrasi dari Tiongkok dalam kurun waktu delapan abad terakhir. Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali muncul dalam sejarah Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di Tiongkok. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya. Orang Tionghoa dan keturunannya yang berasal dari Indonesia telah tinggal di kepulauan Indonesia setidaknya sejak abad ke-13. Banyak dari mereka yang awalnya datang sebagai pendatang (penduduk sementara), yang berniat untuk kembali ke kampung halamannya pada hari tua. Namun, sebagian lagi tinggal di wilayah ini sebagai migran ekonomi. Populasi mereka berkembang pesat selama periode kolonial ketika para pekerja dikontrak dari provinsi asal mereka di Tiongkok Selatan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Mamasa
Provinsi · Sulawesi Barat

Mamasa

Suku Toraja Mamasa (Toraja Mamasa: To Mamasa) adalah kelompok etnis yang mendiami wilayah pegunungan tengah Pulau Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Toraja Mamasa, Sulawesi Barat. Masyarakat suku Toraja Mamasa tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Toraja Mamasa. Secara adat istiadat dan budaya, masyarakat Toraja Mamasa merupakan sub-suku Toraja.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Mandar
Provinsi · Sulawesi Barat

Mandar

Suku Mandar (aksara Lontara: ???????????? ?????????; Jawi: ???????? ????????????) adalah suku bangsa yang menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah Populasi Suku Mandar dengan jumlah Signifikan juga dapat ditemui di luar Sulawesi seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur (Kampung Mandar, Dusun Mandaran) dan Sumatra bahkan sampai ke Malaysia. Pada sensus penduduk tahun 2000 didapati bahwa terdapat 250.000 lebih orang Mandar di Sulawesi Selatan, tetapi ini lebih menunjukkan jumlah penutur bahasa Mandar pada tahun itu kabupaten Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju penutur bahasa Mandar juga banyak, maka angkanya akan lebih dari 350.000 jiwa di tiga kabupaten, Majene, Polewali Mandar dan Mamuju pada waktu itu, karena sensus tahun 1 menunjukkan jumlah penduduk Majene 120.830, Polewali Mandar 260.384, Mamuju 99.796.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Sulawesi Barat

Pattae

Suku Pattae adalah sebuah etnis yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar. Sebagian besar Suku Pattae bermukim di Kecamatan Matakali hingga perbatasan Kabupaten Pinrang. Mayoritas Suku Pattae memeluk agama Islam. Ini dapat terlihat dari tradisi-tradisi mereka yang bernuansa islami. Pada umumnya, Suku Pattae bermata pencaharian sebagai petani padi, jagung, dan sebagainya. Sebagian juga berkebun kopi dan sayur mayur. Suku ini berbicara dalam dialek Pattae.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.