Kawasan menurut sumber · Pulau Papua
Berik
Suku Berik merupakan salah satu sub-suku Manirem yang berasal dari daerah Sarmi di pesisir utara Papua, yakni di sepanjang daerah aliran Sungai Tor bagian hulu dan tengah.
Suku Berik merupakan gabungan dari beberapa komunitas kampung yaitu Kanderjan, Dangken, Tenwer, dan Samanente. Keempat kampung tersebut berfungsi sebagai suku tersendiri pula, walaupun selalu menjalin hubungan untuk menjaga kesatuan. Ketika hubungan sudah terpecah seperti kelompok Sewan, mereka yang awalnya juga merupakan kelompok Berik, sudah dianggap menjadi suku lain, dan bahasa yang mereka gunakan juga mengalami pergeseran. Beberapa suku lain yang menggunakan bahasa Berik adalah suku Sapron Tani dari Kampung Safrom Tane/Safron Tane/Sakron Tane, suku Beu dari Kampung Togonfo/Teminabor, suku Sewan, suku Daranto dari Kampung Deranto, suku Waaf, dan suku Bora-Bora. Suku Bora-Bora, Waaf, dan juga Guamer (suku ini sangat kecil sehingga tergabung dengan suku Daranto) lebih memiliki kesamaan budaya (mite, lagu, tarian, pakaian, sistem kekerabatan) dengan suku-suku lain di sebelah barat Sarmi, dibandingkan dengan kelompok Berik yang serumpun dengan suku Mander, Foja, ittik, Bonerif, dan Beu.
Wilayah mereka di bagian utara dibatasi Kampung Omte yang ditempati oleh suku Kwesten, di bagian barat oleh suku Sapron Tani (penduduk Sungai Sapron), di bagian timur oleh suku Dabe, dan di bagian selatan oleh suku Beu dari Kampung Teminabor. Lebih selatan lagi dari suku Beu terdapat suku Waaf dan suku Daranto-Guamer, sedangkan di sebelah barat suku Sapron Tani adalah Sarma (suku Airmati/Armati), dan sebelah barat suku Waaf adalah suku Bora-Bora dan suku Segar-Tor.
Klik untuk melihat detail