Sawi
Sawi atau Sawuy adalah kelompok etnis yang berasal dari Papua Selatan, Indonesia. Mereka berbicara dalam bahasa Sawi, yang termasuk dalam rumpun bahasa Awyu.
Klik untuk melihat detailRingkasan suku bangsa dan gambar yang tersedia dari Wikipedia bahasa Indonesia.
Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.
Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 31 dari 45.
Sawi atau Sawuy adalah kelompok etnis yang berasal dari Papua Selatan, Indonesia. Mereka berbicara dalam bahasa Sawi, yang termasuk dalam rumpun bahasa Awyu.
Klik untuk melihat detail
Suku Wanggom adalah suku yang mendiami sebagian wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, seperti Distrik Firiwage, Kawagit dan sekitarnya. Wilayah suku Wanggom dibatasi oleh suku Korowai dan Tsakwambo di utara, suku Wambon dan Mandobo di sebelah timur, dan suku Kombai di sebelah barat dan selatan. Suku Wanggom sendiri dianggap merupakan sub-suku dari suku Kombai, dan berbahasa dengan dialek Wanggom yang terkadang diklasifikasi sebagai bahasa sendiri.
Klik untuk melihat detailSuku Amung (juga dikenal sebagai Amui, Hamung, Amuy, Uhunduni, atau Amungme) adalah kelompok etnis dengan populasi sekitar 17.700 orang yang tinggal di dataran tinggi provinsi Papua Tengah, Indonesia. Suku Amung tinggal di beberapa lembah di Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya, seperti lembah Noema, Tsinga, Hoeya, Bella, Alama, Aroanop, dan Wa, maupun di dataran rendah Agimuga dan Timika. Walaupun termasuk satu rumpun bahasa, penduduk yang tinggal di sebelah selatan dan utara Pegunungan Tengah saling membedakan, di mana penduduk di wilayah utara seperti kelompok yang menetap di lembah Beoga menyebut dirinya Damal (berdasarkan sebutan dari suku Dani), sedangkan di wilayah selatan lebih mengenal nama Amungme (orang Amung).
Klik untuk melihat detailDamal atau Damalme (terj. har., orang Damal) adalah suatu kelompok etnis yang berasal Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Indonesia tepatnya di kawasan Beoga. Bahasa Damal adalah media komunikasi antara sesama etnis Damal. Suku ini memiliki hubungan dengan suku Amungme.
Klik untuk melihat detailSuku Dani atau Hubula adalah suku yang mendiami wilayah Lembah Baliem di Pegunungan Tengah Papua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Indonesia. Sebanyak 100.000 jiwa diperkirakan menetap di Lembah Baliem, yang terdiri dari suku-suku Dani bagian hilir dan bagian hulu lembah, masing-masing sebanyak 20.000 jiwa dan 50.000 jiwa di bagian tengah lembah (total 90.000 jiwa). Daerah di bagian sebelah barat Lembah Baliem dihuni oleh sekitar 180.000 jiwa, yaitu dari suku Lani yang sering keliru disebut sebagai suku "Dani Barat". Semua penduduk Lembah Baliem dan sekitarnya sering secara umum disebut sebagai orang "Dani", sehingga kadang-kadang dianggap mencakup juga dengan suku-suku dataran tinggi lain seperti suku Lani di barat; suku Walak di utara; dan suku-suku Nduga, Mek, dan Yali di selatan dan timur. Mereka adalah salah satu suku yang paling banyak penduduknya di dataran tinggi, dan juga hidup tersebar di seluruh dataran tinggi. Suku Dani adalah salah satu kelompok etnis di Papua yang paling dikenal, karena banyaknya wisatawan yang mengunjungi daerah Lembah Baliem tempat mereka mayoritas. Ndani yang berarti 'orang timur' adalah nama yang diberikan kepada suku Lani yang tinggal di sebelah timur suku Moni, yang pada saat itu disalahpahami merujuk pada semua penduduk Lembah Baliem, dan meskipun mereka menyebut diri mereka Hubula (atau Huwulra, Hugula, Hubla), mereka selanjutnya lebih dikenal sebagai Dani sejak ekspedisi Institusi Smithsonian-Pemerintah kolonial Belanda ke Pulau Papua pada tahun 1926 di bawah etnolog Matthew Stirling, yang mengunjungi suku Moni.
Klik untuk melihat detail
Suku Dem merupakan suku bangsa yang mendiami sebelah barat Pegunungan Jayawijaya. Suku ini termasuk dalam Kecamatan Sinak dan Beoga, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Indonesia. Jumlah populasinya sekitar 1.000 jiwa. Suku Dem yang juga dikenal sebagai Suku Lem atau orang Ndem berjumlah 1.600 jiwa. Mereka menggunakan bahasa utama Dem.
Klik untuk melihat detail
Suku Fayu adalah kelompok etnis yang mendiami daerah rawa sekitar Sungai Fou (anak Sungai Tariku) di Kabupaten Waropen, Papua dan Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Indonesia. Mereka bisa ditemukan di Kampung Otodemo, Kecamatan Inggerus, tapi juga di Kampung Dirou, Kampung Kawari, Kampung Dairi dan Kampung Subohiri dan di Distrik Kirihi (selatan Otodemo). Ketika pertama kali ditemukan oleh orang barat, mereka berjumlah sekitar 400, jumlah berkurang dari sekitar 2.000 karena kekerasan dalam kelompok. Fayu umumnya hidup dalam kelompok keluarga tunggal dengan pertemuan beberapa kelompok seperti itu sekali atau dua kali setahun untuk bertukar pengantin. Dua buku telah ditulis tentang hidup di antara mereka. Yang pertama adalah oleh Sabine Kuegler, yang menghabiskan sebagian besar zaman kanak-kanaknya membesar bersama mereka. Yang kedua ialah Guns, Germs, and Steel oleh Jared Diamond, di mana grup digunakan sebagai contoh masyarakat tipe gerombolan. Fayu sering digambarkan dalam buku-buku yang ditulis tentang mereka sebagai orang Zaman Batu, kanibalistik, pejuang brutal, terbelakang, dan sebagai orang yang hanya bisa menghitung sampai tiga. Sekarang, jumlah orang Fayu mencapai 1.470; mayoritas dari mereka adalah Kristen.
Klik untuk melihat detailSuku Kamoro atau Mimika Wee adalah kelompok etnis yang tinggal di wilayah pesisir selatan Papua, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Luas daerah tersebut sekitar 250 km, yang membentang dari Sungai Otakwa di sisi timur hingga mendekati Potowai Buru di sisi barat. Sebagai masyarakat semi-nomaden, orang Kamoro tinggal di tiga ekosistem, yaitu hutan hujan tropis, rawa-rawa bakau dan daerah muara yang kaya akan sumber makanan.
Klik untuk melihat detailLani adalah suku asli di Ilaga, Puncak, Papua Tengah hingga Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Suku Lani sering disebut Dani Barat oleh para misionaris asing untuk mengelompokan suku tersebut dengan suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem di sebelah timur. Ini karena kemiripan bahasa yang mereka gunakan yaitu bahasa Lani yang termasuk rumpun bahasa Dani. Wilayah Ilaga ini merupakan suatu lembah luas dan indah, yang dibelah oleh aliran Sungai Il arong. Daerah dengan ketinggian di alas 1.500 meter ini bersuhu 6-2 Celcius. Disepanjang aliran sungai, lereng bukit, bahkan sampai ke puncak bukit.
Klik untuk melihat detailSuku Mee, dikenal juga sebagai Bunani Mee atau Ekari, adalah sebuah Kelompok etnis yang mendiami kawasan pegunungan di Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Suku ini mendiami wilayah pegunungan Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Paniai, dan pegunungan bagian barat Kabupaten Mimika yang termasuk kedalam wilayah adat Mee Pago. Suku Mee mayoritas beragama Kristen, dan sebagian beragama Islam di pesisir Kabupaten Nabire.
Klik untuk melihat detailSuku Moni (dikenal juga sebagai Miga Mene atau Migani) adalah kelompok etnis yang mendiami Kabupaten Intan Jaya di Papua Tengah, Indonesia. Sebaran geografis utama suku ini terdapat di wilayah Dogandoga, Kemandoga, Mbiandoga, Weandoga (Paniai), Duma-Dama, dan Domondoga. Mereka berbicara bahasa Moni. Mereka menghormati kangguru pohon besar hitam dan putih bersiul sebagai leluhur yang disebut Bondegzeu (dingiso). Bondegzeu tidak diketahui oleh komunitas ilmiah sampai zoologis Tim Flannery mendeskripsikannya pada tahun 1995.
Klik untuk melihat detail
Suku Moor (disebut juga sebagai Mora atau Moora) adalah kelompok etnis yang bermukim di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Mereka sejak dahulu dikenal sebagai sekelompok suku yang berdiam diri di sebuah pulau yang bernama Pulau Moor yang terletak di Teluk Cenderawasih.
Klik untuk melihat detailRingkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.