Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 30 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Asmat
Provinsi · Papua Selatan

Asmat

Suku Asmat adalah sebuah suku di kawasan Provinsi Papua Selatan, Indonesia. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua, yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian, yaitu suku Bisman yang berada di antara Sungai Sinesty, dan suku Simai di Sungai Nin. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayu tradisional yang sangat khas. Beberapa ornamen/motif yang sering kali digunakan dan menjadi tema utama dalam proses pemahatan patung yang dilakukan oleh penduduk suku asmat adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka, yang biasa disebut mbis. Namun tak berhenti sampai disitu, sering kali juga ditemui ornamen / motif lain yang menyerupai perahu atau wuramon, yang mereka percayai sebagai simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang mereka di alam kematian. Bagi penduduk asli suku asmat, seni ukir kayu lebih merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Bipim
Provinsi · Papua Selatan

Bipim

Suku Bipim (Bipin, Bipim-as, Bipim-so) atau Tabahair adalah kelompok etnis yang mendiami Kampung Bipin yang terletak di pinggir Sungai Kampung di Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, Indonesia. Suku ini serumpun dengan suku Warkai dari Kampung Warkai. Berdasarkan penelitian C.L. Verhoeve pada tahun 1975, kelompok Warkai dan Bipim telah berpisah beberapa generasi sebelumnya. Keduanya lebih dekat dengan kelompok Marind dan Yaghai dibandingkan dengan suku Asmat yang tinggal mengelilingi kedua kampung mereka membentuk enklave.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Citak; Tamnim-Citak
Provinsi · Papua Selatan

Citak; Tamnim-Citak

Suku Citak (Kau atau Kaunak; disebut juga sebagai Cicak yang merupakan sebutan eksonim dari suku Awyu untuk suku ini) adalah kelompok etnis yang mendiami Papua Selatan, Indonesia. Mereka menggunakan bahasa Citak atau Kau Adagum sebagai bahasa komunikasi antar masyarakat suku ini. Berdasarkan dialeknya, bahasa ini dibagi menjadi dialek Tamnim, Diuwe, dan Citak.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kaeti (Mandobo); Wambon / Mandobo
Provinsi · Papua Selatan

Kaeti (Mandobo); Wambon / Mandobo

Wambon (dikenal juga sebagai Mandobo, Kaeti, Ndumut) adalah masyarakat adat yang mendiami dataran rendah di bagian selatan Pulau Papua. Orang Wambon adalah suku terbesar di Kabupaten Boven Digoel.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kanum
Provinsi · Papua Selatan

Kanum

Suku Kanum (Kanume) adalah sebuah kelompok etnis yang mendiami kawasan perbatasan dengan Papua Nugini, terutama di Distrik Sota dan Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Suku Kanum dianggap sebagai sub-suku Marind, tetapi mereka memiliki bahasa tersendiri, yakni bahasa Kanum yang termasuk dalam rumpun bahasa Yam, sehingga lebih mendekati bahasa Yei dan suku-suku di Papua Nugini, jika dibandingkan dengan bahasa Marind yang merupakan kelompok etnis lokal terbesar di Merauke. Suku ini merupakan salah satu kelompok etnis yang tinggal di kawasan Taman Nasional Wasur. Dalam masyarakat suku Kanum terdapat beberapa marga, antara lain Mbanggu, Ndimar, Ndiken, Sanggra, Mayuwa, Gelambu, dan Kul.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kimaam
Provinsi · Papua Selatan

Kimaam

Suku Kimaam (Kimaghima atau Kimaima) adalah kelompok etnis yang mendiami Pulau Yos Sudarso atau Pulau Kolepom (Kimaam) di barat Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Suku Kimaam dianggap salah satu sub-suku Marind walaupun menuturkan bahasa yang tergolong dalam rumpun bahasa Kolopom. Suku Kimaam memiliki organisasi adat tersendiri yaitu Lembaga Masyarakat Adat Kimaam (Lemaskim) yang bertanggungjawab mengembangkan dan mempertahankan adat, budaya, dan potensi lain di Pulau Kimaam.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Selatan

Kombai

Suku Kombai (Kombay) atau Khoba adalah salah satu kelompok etnis di Indonesia yang umumnya mendiami Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Boven Digoel. Suku ini disebut sebagai suku terakhir dari zaman batu yang masih ada di dunia. Kendati demikian, suku ini terhubung dengan dunia luar. Salah satu buktinya adalah terdapat pemukiman baru di Yaniruma, tepi Sungai Becking, Mu, dan Basma. Sebagian besar dari mereka juga tinggal di Mabul, tepi Sungai Pulau dan Khaiflambolup.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Korowai
Provinsi · Papua Selatan

Korowai

Suku Korowai (Koroway) atau Kolufo-yanop (Klufo, Karufo, Klufwo) adalah suku di pedalaman Papua Pegunungan dan Papua Selatan, Indonesia dan populasi sekitar 3.000 orang. Suku ini hidup di rumah yang dibangun di atas pohon dengan ketinggian 4,5–9 meter yang disebut khaim (xaim).

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Selatan

Maraori

Suku Marori adalah salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah pesisir selatan Kabupaten Merauke tepatnya di Kampung Wasur, Distrik Merauke. Suku ini memiliki banyak kemiripan dengan dengan suku Marind yang lebih besar dan terkadang dianggap sebagai sub-suku Marind, walaupun memiliki bahasa asli anggota rumpun bahasa Kolopom dari Pulau Yos Sudarso.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Marind (Bian Marind Marind Deg Marind Laut)
Provinsi · Papua Selatan

Marind (Bian Marind Marind Deg Marind Laut)

Malind Anim (alias Marind-Anim atau Malind Anim) merupakan suatu kelompok etnis atau suku bangsa yang berasal dari wilayah Papua Selatan, Indonesia. Suku bangsa Malind Anim adalah suku bangsa terbesar di Papua bagian selatan. Suku bangsa ini tersebar mulai dari Kondo sampai sungai Digoel. Wilayah Kondo berbatasan langsung dengan wilayah negara Papua Nugini, yaitu berada di dekat sungai Fly, sedangkan sungai Digoel adalah batas akhir persebaran suku bangsa Malind Anim. Sungai Digoel adalah sungai terbesar di Papua Selatan yang menjadi batas wilayah antara suku bangsa Malind Anim dengan suku-suku lainnya seperti Awyu, Muyu, Mandobo, dan Korowai.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Muyu
Provinsi · Papua Selatan

Muyu

Suku Muyu yaitu salah satu suku bangsa Ok di Indonesia dan terdapat di Papua Selatan yang menempati daerah di sekitar Sungai Muyu dan terletak di sebelah timur laut Merauke. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Muyu.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Pisa (Awyu Barat); Awyu; Siagha; Yenimu; Airo-Sumaghaghe (Airo-Sumaxage); Yair (Awyu Tenggara)
Provinsi · Papua Selatan

Pisa (Awyu Barat); Awyu; Siagha; Yenimu; Airo-Sumaghaghe (Airo-Sumaxage); Yair (Awyu Tenggara)

Suku Awyu, disebut juga sebagai Auyu atau Awya, kelompok etnis yang mendiami daerah aliran Sungai Digul di pesisir Papua Selatan, Indonesia. Di daerah tersebut juga didiami oleh orang Yahrai (Yaghai) dan di sebelah baratnya terdapat orang Muyu. Jumlah populasi suku ini sekitar 27.300 jiwa. Mata pencarian suku ini mayoritas sebagai peramu dan pemburu. Makanan pokok masyarakat Awyu adalah sagu, ikan, dan udang yang ditangkap di sungai. Menurut Joshua Project, suku Awyu terbagi menjadi beberapa sub-suku, yakni Aghu, Nohon, Pisa, Asue, Jair, dan Awyu Selatan.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.