Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 28 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Matbat
Provinsi · Papua Barat Daya

Matbat

Suku Matbat adalah kelompok etnis di Papua Barat Daya, Indonesia. Suku ini merupakan penduduk asli dari Pulau Misool, bersama dengan suku Matlow dan suku Biga. Suku ini memiliki populasi sebanyak 700 jiwa, tersebar di sejumlah kampung di Pulau Misool, yakni kampung Magey, Lenmalas, Salafen, Atkari, Folley, Tomolol, Kapatcol, dan Aduwei.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Matlow

Suku Matlow (Matbat Laut), juga dikenal sebagai Misool, Matlou, Matlouw, Matlaw, Matlau, atau Matlauw, adalah kelompok etnis yang berasal dari Pulau Misool di Raja Ampat, Papua Barat Daya, Indonesia. Mereka adalah salah satu sub-etnis Ma'ya yang diakui dalam pertemuan besar Dewan Adat Bomberai. Namun, pengakuan mereka telah memicu kontroversi, khususnya di kalangan suku Matbat yang menganggapnya sebagai bagian dari mereka dan bukan kelompok etnis yang terpisah. Seluruh atau hampir seluruh orang Matlow (Misool) adalah Muslim dan telah lama meninggalkan beberapa adat istiadat dan tradisi asli mereka. Hal ini berbeda dengan orang Matbat di pedalaman, yang mayoritas beragama Kristen dan masih mempertahankan adat istiadat dan tradisi mereka. Dari segi linguistik, bahasa yang digunakan masyarakat Matbat dan Matlow juga berbeda meski mereka bertetangga. Demikian halnya, orang Biga dari kampung Biga di dekatnya juga memiliki pola pemukiman, mata pencaharian, dan gaya hidup yang serupa dengan masyarakat Matbat, budaya asli Papua. Namun, Biga dan Matbat berbeda dalam banyak hal, sehingga kedua kelompok etnis ini juga dianggap berbeda.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Moi
Provinsi · Papua Barat Daya

Moi

Suku Moi merupakan salah satu suku di Papua Barat Daya. Mereka mendiami Kota Sorong (Maladum, terj. har. dataran luas tempat tumbuhnya dum ), Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, dan bagian barat Kabupaten Tambrauw. Suku Moi terbagi menjadi beberapa sub-suku, yaitu Moi Kelin, Moi Klabra, Moi Karon, Moi Lamas, Moi Legin, Moi Maya, Moi Moraid, Moi Salkma, dan Moi Segin. Mata pencarian utama suku ini adalah berkebun dan mengelola hutan. Dalam berkebun dan mengelola hutan, mereka memperhatikan yegek (sejenis tradisi sasi) mengonsumsi hasil tanah berlebihan sehingga terjadi konservasi tradisional. Pendidikan adat diajarkan kepada para pemuda di rumah adat bernama Kambik.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Mpur
Provinsi · Papua Barat Daya

Mpur

Suku Mpur adalah kelompok etnis asli Papua yang mendiami Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Suku Mpur umumnya berkomunikasi menggunakan bahasa Mpur dan bahasa Melayu Papua.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Tehit

Suku Tehit adalah kelompok etnis yang mendiami bagian selatan Semenanjung Doberai. Pemukiman tradisional mereka terkonsentrasi di sekitar distrik Teminabuan. Jumlah populasinya 15.972 jiwa menurut Sensus Penduduk Indonesia 2010.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Wayer
Provinsi · Papua Barat Daya

Wayer

Suku Wayer (Maybrat: Ra ro Wayer), dikenal juga sebagai Maybrat Tee, adalah sebuah kelompok etnis di Papua Barat Daya, Indonesia. Mereka adalah bagian dari suku Maybrat, yang mencakup beberapa kelompok sub-suku lainnya. Daerah penyebarannya terutama di distrik Wayer dan sebagian distrik Moswaren, yang secara administratif berada di Kabupaten Sorong Selatan, dekat perbatasan Kabupaten Maybrat. Mereka memiliki hubungan kekerabatan dengan marga (keret atau fam) dengan suku Maybrat lainnya, serta dengan tetangga mereka suku Kais di selatan. Mereka diketahui berbicara dalam dialek dari bahasa Maybrat, yang berbatasan dengan wilayah penutur bahasa bahasa Tehit di kampung Wersar di sebelah barat. Pada masyarakat Wayer, kepala suku berfungsi sebagai pemimpin masyarakat dan pemilik tanah adat.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Pegunungan

Biksi

Suku Biksi atau Biaksi, Inisine merupakan suku asli Indonesia yang mendiami Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan di dekat perbatasan dengan Papua Nugini. Jumlah populasinya sekitar 400 jiwa. Suku ini berhubungan dekat dengan suku Yetfa dan menggunakan bahasa yang sama walaupun dengan dialek yang berbeda.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dani (Hugula Hubula Huwula/Huwulra Hubla)
Provinsi · Papua Pegunungan

Dani (Hugula Hubula Huwula/Huwulra Hubla)

Suku Dani atau Hubula adalah suku yang mendiami wilayah Lembah Baliem di Pegunungan Tengah Papua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Indonesia. Sebanyak 100.000 jiwa diperkirakan menetap di Lembah Baliem, yang terdiri dari suku-suku Dani bagian hilir dan bagian hulu lembah, masing-masing sebanyak 20.000 jiwa dan 50.000 jiwa di bagian tengah lembah (total 90.000 jiwa). Daerah di bagian sebelah barat Lembah Baliem dihuni oleh sekitar 180.000 jiwa, yaitu dari suku Lani yang sering keliru disebut sebagai suku "Dani Barat". Semua penduduk Lembah Baliem dan sekitarnya sering secara umum disebut sebagai orang "Dani", sehingga kadang-kadang dianggap mencakup juga dengan suku-suku dataran tinggi lain seperti suku Lani di barat; suku Walak di utara; dan suku-suku Nduga, Mek, dan Yali di selatan dan timur. Mereka adalah salah satu suku yang paling banyak penduduknya di dataran tinggi, dan juga hidup tersebar di seluruh dataran tinggi. Suku Dani adalah salah satu kelompok etnis di Papua yang paling dikenal, karena banyaknya wisatawan yang mengunjungi daerah Lembah Baliem tempat mereka mayoritas. Ndani yang berarti 'orang timur' adalah nama yang diberikan kepada suku Lani yang tinggal di sebelah timur suku Moni, yang pada saat itu disalahpahami merujuk pada semua penduduk Lembah Baliem, dan meskipun mereka menyebut diri mereka Hubula (atau Huwulra, Hugula, Hubla), mereka selanjutnya lebih dikenal sebagai Dani sejak ekspedisi Institusi Smithsonian-Pemerintah kolonial Belanda ke Pulau Papua pada tahun 1926 di bawah etnolog Matthew Stirling, yang mengunjungi suku Moni.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Pegunungan

Eipomek

Suku Eipo adalah kelompok etnis Mek yang mendiami lembah di sekitar sungai Eipo (Eipomek, mek berarti "air/sungai") di Distrik Eipumek, Kabupaten Pegunungan Bintang. Mereka menyebut diri mereka nun eipenang, artinya "kita, orang (sungai) Eipo". Wilayah suku Eipo diapit oleh suku serumpun Mek lainnya seperti suku Mek Nalca di sebelah barat, suku Ketengban di sebelah timur dan utara, dan suku Una di sebelah selatan.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Pegunungan

Ketengban

Suku Ketengban (Kupel) adalah sebuah suku bangsa Mek yang mendiami kawasan pegunungan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Suku ini merupakan salah satu dari tujuh suku besar di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Pegunungan

Kimki

Suku Kimki (juga disebut Sukubatong atau Sukubatom) adalah kelompok etnis yang mendiami Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kimyal (Korupun-Sela)
Provinsi · Papua Pegunungan

Kimyal (Korupun-Sela)

Suku Kimyal adalah suku bangsa Mek yang mendiami lembah Korupun, Duram, Dagi, Debula, Sesebne, Yemindomon, Kobokdua, Kemligin, Sela, Orisin, Megom, Haromon, Senayom, Yaldomon, Baluk, dan Kwelamdua di Papua Pegunungan. Bahasa Kimyal merupakan salah satu dari rumpun bahasa Mek. Secara administratif dan teritorial kewilayahan suku ini mendiami wilayah distrik Sela, Korupun, Duram, dan Distrik Kwelemdua, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.