Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 27 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Ayamaru
Provinsi · Papua Barat Daya

Ayamaru

Suku Ayamaru merupakan salah satu suku di Papua Barat Daya yang mendiami daerah sebelah barat dan selatan Danau Ayamaru. Jumlah populasinya sekitar 25.000 jiwa yang tersebar di sekitar 40 desa. Mereka menggunakan bahasa Ayamaru anggota dari rumpun bahasa Maybrat, karena itu suku ini merupakan salah satu sub-suku Meibrat. Kata "aya" yang berarti air, "maru" yang berarti danau, "mei" yang berarti bahasa dan "brat" yang berarti orang. Suku ini hidup dari berladang dan menangkap ikan serta hewan-hewan liar yang berada di sekitar Danau Ayamaru. Hasil buruan seperti burung cenderawasih biasanya dijadikan barang dagangan yang ditukar dengan kain-kain yang dibawa oleh pedagang suku bangsa lain. Kelompok kekerabatannya yang utama adalah keluarga inti, di mana pasangan baru segera membuat tempat tinggal sendiri setelah kawin. Prinsip hubungan kekerabatannya adalah bilateral. Pada masa sekarang orang Ayamaru sudah banyak yang memeluk agama Kristen. Kota Ayamaru telah berkembang sejak era kolonial Belanda. Salah satu buktinya, di sini tersedia sarana air bersih yang dikelola dengan baik. Menurut warga lokal, Soekarno pernah mengunjungi Ayamaru dan menetap di sebuah rumah yang kemudian dijadikan cagar budaya. Warga yang sudah dewasa pun masih mengingat kejayaan danau ini sebagai salah satu gerbang masuk bagi sarana transportasi udara amfibi sejenis DHC-2 Beaver.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Biak Aimando

Suku Biak Aimando adalah salah satu dari sub-suku kelompok etnis Biak. Wilayah suku Biak Aimando terletak di tenggara Pulau Biak, yakni di Kepulauan Padaido. Secara administratif, Kepulauan Padaido meliputi distrik Aimando Padaido dan Kepulauan Padaido. Mereka umumnya menggunakan sebuah dialek dalam bahasa Biak untuk berkomunikasi, yakni dialek Aimando Padaido (sub-dialek Padaido Atas dan Padaido Bawah). Masyarakat Biak Aimando memiliki sebuah organisasi kemasyarakatan, yakni Ikatan Suku Byak Aimando.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Biak Betew/Beser

Suku Biak Beser atau Betew adalah salah satu kelompok etnis Biak di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Asal suku Biak Betew berasal dari Pulau Biak, tetapi kemudian melakukan migrasi ke Kepulauan Raja Ampat. Perpindahan pemukiman bermula sejak pelayaran Hongi dan pembayaran upeti kepada Kesultanan Tidore dan Kesultanan Ternate. Perpindahan penduduk juga terjadi akibat perjalanan suku Biak mengikuti Manamakeri. Selain itu nenek moyang suku Beser juga berasal dari suku Omka (suku asli Waigeo) yang berasal dari Kampung Wawiyai, Waigeo Selatan dan suku Waropen, yang kemudian bersatu (be-oser) mendirikan kampung pertama bernama Awaiwepyar.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Biak Kafdaron

Suku Biak Kafdaron adalah salah satu kelompok etnis Biak di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Asal suku Biak Kafdaron dari Pulau Biak, tetapi kemudian melakukan migrasi ke Kepulauan Raja Ampat. Perpindahan pemukiman bermula sejak pelayaran Hongi dan pembayaran upeti kepada Kesultanan Tidore dan Kesultanan Ternate. Perpindahan penduduk juga terjadi akibat perjalanan suku Biak mengikuti Manamakeri. Masyarakat Biak Kafdaron memiliki sebuah organisasi kemasyarakatan, yakni Lembaga Adat Betew Kafdaron.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Biak Karon (Bikar)
Provinsi · Papua Barat Daya

Biak Karon (Bikar)

Suku Biak Karon (disingkat juga sebagai Bikar) adalah salah satu kelompok etnis Biak yang mendiami Distrik Sausapor dan Distrik Bikar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya. Sebelum melakukan migrasi, asal suku Biak Karon dari Kabupaten Biak Numfor. Perpindahan suku Biak Karon selalu dikaitkan dengan cerita rakyat tentang manamakeri. Selain itu, menurut Ketua Dewan Adat Suku Byak di Tambrauw (Bikar) pada 2023, Junus Rumansara menjelaskan kehadiran enam keret di tanah adat suku Abun (Karon) ini lantaran perang Ongi, masalah ekonomi terkait kemarau yang panjang di Biak (Byak) waktu itu, sehingga mereka mencari kehidupan diluar. Di Kabupaten Tambrauw terdapat enam keret (marga) yaitu Mar, Mayor, Paraibabo, Mambrasar, Mirino, dan Yappen. Kemudian mereka sudah beranak-pinak dengan suku Karon setempat, sehingga sekarang disebut Biak Karon (Bikar).

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Biak Usba
Provinsi · Papua Barat Daya

Biak Usba

Suku Biak Usba adalah salah satu suku bangsa Biak yang mendiami Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Sebelumnya, suku Biak Usba bermukim di Pulau Biak lalu memulai migrasi ke Kepulauan Raja Ampat. Migrasi dimulai sejak pelayaran Hongi dan pembayaran upeti kepada Kesultanan Tidore atau Kesultanan Ternate. Migrasi berlanjut setelah suku Biak Usba melakukan perjalanan Manamakeri.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Biak Wardo
Provinsi · Papua Barat Daya

Biak Wardo

Suku Biak Wardo adalah salah satu kelompok etnik Biak yang mendiami Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Awalnya, suku Biak Wardo bermukim di Pulau Biak lalu melakukan migrasi ke Kepulauan Raja Ampat. Migrasi dimulai sejak masa pelayaran Hongi dan pembayaran upeti kepada Kesultanan Tidore atau Kesultanan Ternate. Migrasi berlanjut selama perjalanan manamakeri.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Butlih; Fiawat; Tepin; Waili

Banlol (Butlih, Butlis) atau Tepin (Tipin, Metli) atau Waili (Wailil, Wail, Waliam) atau Kawit (Esaro, Saorof) atau Fiawat (Fyawat, Fiat), adalah suku-suku asli yang mendiami Pulau Salawati yang terletak di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Daerah ini termasuk ke dalam wilayah Salawati Utara, Raja Ampat, Kabupaten Raja Ampat dan Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong. Jumlah populasi suku Banlol sekitar 400 jiwa. Dahulu suku ini juga dipanggil Maden (Madin) terutama oleh suku Moi untuk orang Kampung Sakabu, walaupun sudah jarang dipakai dan tidak dikenali.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Duriankari

Suku Duriankari, disebut juga sebagai Efpan, adalah kelompok etnis yang mendiami Kampung Duriankari di Kecamatan Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Indonesia. Mereka sebelumnya menggunakan bahasa Duriankari (Duriankere), sebelum punah pada tahun 1990-an, penggunaannya digantikan oleh bahasa Moi dan Ma'ya (Salawati). Suku ini hidup dari meramu sagu dan menangkap ikan. Populasi suku ini hampir punah. Jumlah populasi yang masih hidup pada tahun 1979 hanya 15 orang. Jumlah mereka adalah yang terkecil di antara kelompok etnis di sekitarnya. Karena jumlah mereka yang sedikit, mereka berasimilasi dan selalu hidup atau bermukim bersama dengan orang Kawit yang merupakan sub-suku Moi. Oleh karena itu, mereka terkadang juga disebut sebagai orang Kawit. Mereka umumnya beragama Kristen Protestan.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Gebe

Suku Gebe, atau Minyaifuin, adalah kelompok etnis Austronesia yang mendiami provinsi Maluku Utara dan Papua Barat Daya, Indonesia. Wilayah persebarannya meliputi Pulau Gebe, Pulau Yu, dan Pulau Gag, yang terletak di antara Halmahera dan Waigeo. Namun, terdapat juga migrasi orang Gebe ke wilayah lain, seperti di daratan Halmahera dan Waisai di Raja Ampat.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Kais

Suku Kais (juga dikenal sebagai Aiso, Atori, atau Kaiso) adalah kelompok etnis yang mendiami daerah pedalaman di bagian selatan Semenanjung Doberai, tepatnya di sepanjang daerah aliran Sungai Kais yang bermuara ke selatan. Wilayah persebaran suku ini meliputi distrik Kais, Kais Darat, Kokoda Utara, dan sebagian distrik Inanwatan di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Kampung-kampung yang mereka huni antara lain, Kais, Kampung Baru, Atori, Rinde, Kauting, dan Danin.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua Barat Daya

Laganyan

Suku Laganyan adalah kelompok etnis yang mendiami desa Beo, Lopintol, Yefnu, dan Wawiyai di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Suku ini menuturkan bahasa Ma'ya yang termasuk kelompok bahasa Melayu-Polinesia Timur. Suku Laganyan merupakan salah satu dari tiga sub-suku Ma'ya di Pulau Waigeo, selain suku Kawe dan suku Wauyai.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.