Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 23 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Lio
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Lio

Suku Lio (Ata Li'o) adalah kelompok etnis yang mendiami Pulau Flores bagian tengah. Masyarakat suku Lio pada umumnya mendiami wilayah kecamatan Wolowaru, Ndona, Ndona Timur, Detusoko, Lio Timur, Maurole, Detukeli, Ndori, Kelimutu, beberapa wilayah di kecamatan Maukaro, Lepembusu Kelisoke, Kotabaru, Wolojita, dan Wewaria. Populasi masyarakat Lio berjumlah sekitar 300.000 jiwa pada tahun 1998. Suku Lio juga menempati bagian barat wilayah Kabupaten Sikka, yakni di kecamatan Paga, Mego, Tanawawo, dan Magepanda.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Manggarai
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Manggarai

Suku Manggarai adalah kelompok etnis yang berasal bagian barat pulau Flores di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Suku Manggarai utamanya tersebar di tiga kabupaten di provinsi NTT, yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Nage
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Nage

Suku Nage (Ata Nag??) adalah kelompok etnis yang mendiami bagian tengah-timur Pulau Flores, Indonesia. Suku ini merupakan keturunan penduduk asli Flores. Masyarakat suku Nage sebagian besar berasimilasi dengan masyarakat Keo yang bertetangga. Mereka berbicara dalam bahasa Nage, salah satu bahasa utama dalam kelompok bahasa Austronesia.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Rongga

Suku Rongga (Ata Rongga) adalah kelompok etnis campuran Austronesia dan Melanesia yang berasal dari Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur. Mereka terutama berkumim di Kabupaten Manggarai Timur, letaknya bersebelahan dengan kelompok etnis lainnya, seperti Manggarai dan Ngada. Suku ini memiliki tarian tradisional yang cukup dikenal di dunia internasional, yaitu tari vera.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Rote
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Rote

Suku Rote adalah salah satu penduduk asli Pulau Rote, yang sebagian di antaranya ada pula yang menetap di Pulau Timor. Selain itu, Suku Rote juga mendiami pulau-pulau di sekitar Pulau Rote, yaitu Pulau Ndao, Pulau Nuse, Pulau Pamana, Pulau Doo, Pulau Heliana, Pulau Landu, Pulau Manuk, dan pulau-pulau kecil lainnya. Ada ahli yang berpendapat bahwa orang Rote sebelumnya bermigrasi dari Pulau Seram di Maluku. Bahasa Suku Rote termasuk Rumpun bahasa Austronesia, dari Melayu-Polinesia Barat-Selatan, yang terbagi ke dalam beberapa dialek. Mata pencaharian orang Rote adalah berladang, beternak, menangkap ikan, menyadap nira, dan kerajinan lontar. Tanah yang memiliki pengairan dibuat menjadi sawah atau sawah tadah hujan. Hasil pertanian utama adalah padi ladang, jagung, dan ubi kayu, sedangkan hewan ternak utama adalah kerbau, sapi, kuda, dan ayam. Wanita Suku Rote mengerjakan kerajinan menenun kain tradisional, anyaman pandan, dll. Sistem kekerabatan suku ini adalah kekerabatan keluarga inti atau keluarga luas, dan bersifat patrilineal dan menjaga adat pernikahan eksogami klan. Gabungan beberapa keluarga luas membentuk klan kecil (nggi leo), gabungan klan-klan kecil membentuk klan besar (leo). Pemimpin klan dinamakan manek atau mane leo. Kepercayaan tradisional Suku Rote mengenal sosok Sang Pencipta, yaitu Lamatuan atau Lamatuak. Sosok tersebut dipandang sebagai Pencipta, Pengatur, dan Pemberi Berkah, yang dilambangkan tiang bercabang tiga. Pada masa kini, Suku Rote banyak yang telah menganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, atau Islam.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Sabu
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Sabu

Suku Sabu (Dou Hawu; juga dikenal sebagai Savu, Sawu, atau Hawu) adalah kelompok etnis yang mendiami Pulau Sawu dan Pulau Raijua di Nusa Tenggara Timur. Mereka masih memiliki keterkaitan dengan masyarakat Sumba di sebelah barat laut.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Sika

Sika adalah sebuah suku bangsa Indonesia yang menetap di wilayah tengah timur Flores antara Sungai Bloh dan Sungai Napung. Bahasa Sika, bagian dari rumpun bahasa Timor-Ambon, dipertuturkan oleh suku Sika.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Sumba
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Sumba

Pulau Sumba didiami oleh Suku Sumba dan terbagi atas empat kabupaten, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur adalah bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Masyarakat Sumba secara rasial adalah campuran Ras Melanesia-Papua dan Ras Austronesia-Melayu, yang cukup mampu mempertahankan kebudayaan aslinya di tengah-tengah arus pengaruh asing yang telah singgah di kepulauan Nusa Tenggara Timur sejak dahulu kala. Kepercayaan khas daerah Marapu, setengah leluhur, setengah dewa, masih amat hidup di tengah-tengah masyarakat Sumba. Marapu menjadi falsafah dasar bagi berbagai ungkapan budaya Sumba mulai dari upacara-upacara adat, rumah-rumah ibadat (umaratu) rumah-rumah adat dan tata cara rancang bangunnya, ragam-ragam hias ukiran-ukiran dan tekstil sampai dengan pembuatan perangkat busana seperti kain-kain hinggi dan lau serta perlengkapan perhiasan dan senjata.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tetun
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Tetun

Suku Tetun, disebut juga Tetum atau Belu di Indonesia, adalah suku bangsa yang merupakan penduduk asli Pulau Timor. Suku ini mendiami Kabupaten Belu di Indonesia dan sebagian besar wilayah Timor Leste. Bahasa mereka disebut dengan bahasa Tetun yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Selain di Pulau Timor, suku ini juga banyak terdapat di Jakarta, Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua

Aikwakai

Suku Sikaritai (Sikari, Sikwari, Siwaya) dan disebut juga dengan Tori Aikwakai (Tori, Ati, Aikwakai, Araikurioko) merupakan suku bangsa yang mendiami daerah sekitar pertemuan aliran Sungai Tariku (Rufaer, Rouffaer) dan Sungai Taritatu (Idenburg). Kedua aliran sungai ini menyatu dengan Sungai Memberamo, di Provinsi Papua. Suku Aikwakai mempunyai jumlah penduduk sekitar 400 jiwa yang tersebar di Kampung Sikari, Haya Kausa, Eri, Biri, dan Papasena di Kecamatan Mamberamo Hulu dan Rufaer, Kabupaten Mamberamo Raya dan Kecamatan Pantai Timur, Kabupaten Sarmi. Mereka berbahasa Sikaritai yang bersama bahasa Eritai (Kampung Eri) dan Obokuitai (Kampung Obogoi) membentuk sebuah rantai dialek.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua

Awyi

Suku Awyi (Awye, Awi) atau Nyau (Njao, Nyao, Nyau Sangke, Nyau Mosso) adalah kelompok etnis yang mendiami wilayah provinsi Papua, di tenggara Kota Jayapura, tepatnya di Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Indonesia. Jumlah populasinya menurut Zulyani dalam Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia, adalah 350 jiwa. Sementara itu, menurut situs Joshua Project populasinya adalah 500 jiwa.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Papua

Bauzi

Suku Bauzi, disebut juga dengan Baudi, Bauri atau Bauji, merupakan salah satu dari suku dari Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua. Oleh lembaga misi dan bahasa Amerika Serikat bernama Summer Institute of Linguistics (SIL), suku ini dimasukan dalam daftar 14 suku terasing. Walaupun pada masa ini kebanyakan sudah tinggal di kampung-kampung yang bisa diakses dengan kapal dan pesawat terbang.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.