Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 21 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Tanimbar
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Tanimbar

Suku Tanimbar adalah sekelompok etnis atau masyarakat asal Indonesia yang mendiami Kepulauan Tanimbar yang berasal dari campuran Austronesia-Melanesia. Kata ???Tanimbar??? berasal dari kata Tanempar dalam bahasa Yamdena Timur (Nustimur) atau Tnebar dalam bahasa Fordata, yang berarti ???Terdampar???.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Ternate
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Ternate

Suku Ternate (Ternate: [Fa Ternate] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah kelompok etnis atau suku bangsa Indonesia yang berasal dari pulau Ternate di wilayah utara Kepulauan Maluku.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tidore
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Tidore

Suku Tidore merupakan salah satu suku bangsa di Provinsi Maluku Utara,. Jumlah penduduknya sekitar 53.000 jiwa. Melanesia adalah ras asli dari suku Tidore. Dahulu ketika masa penjajahan Belanda, Tidore masih daerah kesultanan, yang menguasai sebagian besar daerah Maluku Utara.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tobelo
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Tobelo

Suku Tobelo merupakan suatu suku yang berada di daerah semenanjung bagian utara Pulau Halmahera dan di sebagian daratan Pulau Morotai. Sebagian lagi hidup tersebar sampai ke pedalaman Pulau Halmahera, seperti wilayah Patani, Weda dan Gane, bahkan sampai Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Daerah asal mereka termasuk dalam wilayah Kecamatan Galela di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Jumlah populasinya sekitar 20.000 jiwa

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Togutil
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Togutil

Suku O'Hongana Manyawa atau Suku Togutil (atau dikenal juga sebagai Suku Tobelo Dalam) adalah kelompok/komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden di sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Wai Apu

Suku Wai Apu merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami Pulau Buru, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Masyarakat suku Wai Apu pada umumnya bermukim di wilayah Kecamatan Buru Utara Timur yang saat ini dipecah menjadi empat kecamatan yakni Namlea, Waplau, Waeapo, dan Batabual. Menurut catatan tim penelitian dari Departemen Sosial pada tahun 1971, jumlah penduduk suku Wai Apu sekitar + 3.691 jiwa, dan mereka pada waktu itu dikategorikan sebagai salah satu kelompok "masyarakat terasing". Dalam perkembangannya, pada tahun 1985 jumlah penduduk di kecamatan mereka tinggal berjumlah 44.048 jiwa, termasuk jumlah mereka di dalamnya, tetapi jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Kini, masyarakat Pulau Buru pada umumnya telah banyak berubah dan orang Wai Apu sendiri diperkirakan telah mengalami perubahan.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Wai Loa

Suku Wai Loa merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami Pulau Buru, Provinsi Maluku, tepatnya di Kabupaten Buru Selatan. Masyarakat suku Wai Loa pada umumnya bermukim di wilayah Kabupaten Buru Selatan yang terdiri dari enam kecamatan yakni Namrole, Waesama, Ambalau, Leksula, Fena Fafan, dan Kepala Madan di Buru Selatan. Menurut catatan tim penelitian dari Departemen Sosial pada tahun 1971, jumlah penduduk suku Wai Loa sekitar 3.000 jiwa, dan mereka pada waktu itu dikategorikan sebagai salah satu kelompok "masyarakat terasing". Pada tahun 1985, penduduk kecamatan Buru Selatan berjumlah 29.258 jiwa, tetapi di antara jumlah tersebut tidak diketahui jumlah orang Wai Loa secara pasti. Saat ini, masyarakat Pulau Buru pada umumnya telah banyak berubah dan orang Wai Loa sendiri diperkirakan telah mengalami perubahan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Wemale
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Wemale

Wemale adalah kelompok etnis di pulau Seram, Indonesia. Mereka berjumlah 7.500 dan tinggal di 39 desa di pulau Seram. Seperti suku Alune di barat, mereka berasal dari kelompok nenek moyang yang sama, yang disebut Patasiwa. Budaya Wemale telah banyak berubah pada dekade-dekade terakhir karena konsumerisme merusak nilai tradisional.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Abui
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Abui

Suku Abui disebut juga Barawahing, Barue atau Namatalaki merupakan suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Alor
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Alor

Suku Alor adalah kelompok etnis yang mendiami pesisir barat Alor, Pantar bagian utara, dan Pura di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Wilayah domisili suku Alor terdiri atas 5 kecamatan, yakni kecamatan Alor Timur, Alor Barat Laut, Alor Barat Daya, Alor Selatan, dan Pantar. Wilayah yang dihuni merupakan daerah yang berbukit dan bergunung-gunung dengan berbagai tingkat kemiringan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Atoni
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Atoni

Suku Atoni (dikenal juga sebagai Atoni Meto, Atoni Pah Meto, atau Dawan) adalah suku bangsa yang mendiami pulau Timor, tepatnya di wilayah Timor Barat, Indonesia dan enklave Oecussi-Ambeno, Timor Leste. Jumlah populasi orang Atoni mencapai 600.000 jiwa. Bahasa yang dipertuturkan ialah bahasa Uab Meto. Suku Atoni umumnya tersebar di sebelah barat daratan Pulau Timor. Atoni Meto terdiri dari dua kata yakni "Atoni" berarti "orang" atau "manusia", dan "Meto" yang secara harfiah berarti "tanah kering". Pada umumnya, orang-orang juga biasa menyebutkan Atoni Pah Meto yang berarti "orang-orang dari tanah kering".

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Bajawa
Provinsi · Nusa Tenggara Timur

Bajawa

Suku Ngada (Ata Ngada; disebut juga Ngadha, Nad'a, Nga'da, Bajawa, atau Rokka) adalah kelompok etnis yang mendiami bagian tengah Pulau Flores, terutama di Kabupaten Ngada. Populasi masyarakat Ngada berjumlah 60.000 jiwa. Mereka termasuk dalam kelompok masyarakat penutur bahasa Bima???Sumba. Mereka merupakan keturunan masyarakat adat Pulau Flores. Penduduk wilayah pesisir berada di bawah pengaruh budaya masyarakat Melayu, Bugis, dan Makassar. Mereka sebagian besar menganut Katolik Roma, penduduk pegunungan sebagian masih mempertahankan kepercayaan tradisional.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.