Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 20 dari 45.

Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Maba

Suku Maba adalah sebuah suku yang dapat dikatakan terbesar di Kabupaten Halmahera Timur, dengan banyak gaya bahasa yang biasa disebut dengan logat, agama, dan sosial ekonomi masyarakat. Dilihat dari statistik, daerah Maba adalah daerah yang strategis di Kabupaten Haltim. Mata pencaharian masyarakatnya beragam, tetapi yang paling dominan adalah petani dan pelaut.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Makian

Suku Makian (Makeang) adalah kelompok etnis yang berasal dari Pulau Makian di wilayah utara Kepulauan Maluku. Suku Makian terbagi dalam dua sub-suku, yaitu Makian Barat dan Makian Timur. Keduanya mempunyai bahasa yang berbeda, yaitu bahasa Jitine dan bahasa Tabayana. Jumlah populasinya sekitar 20.000 jiwa. Kelompok Jitine menyebut Pulau Makian dengan nama Moi, sedangkan kelompok Tabayana menyebutnya dengan nama Taba. Mayoritas penduduk Makian berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama cengkih, padi, pala, pisang, ubi jalar, jagung, ubi jalar, dan ubi kayu. Sejak zaman dahulu, Pulau Makian terkenal sebagai penghasil cengkih dan pala berkualitas. Sistem pertanian yang dilakukan sebagian sudah menetap dan sebagian lainnya masing menggunakan sistem ladang berpindah.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Manipa
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Manipa

Suku Manipa adalah kelompok etnis yang berasal dari Pulau Manipa di Provinsi Maluku, Indonesia. Secara administratif, wilayah yang dihuni suku Manipa termasuk ke dalam wilayah kecamatan Kepulauan Manipa. Suku ini berkerabat dengan suku Wemale di dataran utama Pulau Seram, khususnya yang mendiami pesisir utara Seram Bagian Barat. Kapitan Jonker, seorang bangsawan lokal dan serdadu VOC yang terkenal berasal dari suku Manipa. Jonker lahir di Pulau Manipa pada tahun 1620, dengan nama Achmad Sangadji Kawasa. Nama yang mengacu kepada seorang sangaji (jabatan penguasa lokal di Kepulauan Maluku) bernama Kawasa yang merupakan ayah kandung dari Jonker.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Manusela
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Manusela

Suku Manusela atau Suku Wahai memiliki populasi lebih dari 10.100 jiwa yang berpusat di pegunungan Manusela Utara Seram, Maluku, Indonesia. Mereka juga ditemukan di sepanjang Teluk Teluti di selatan Seram yang menunjukkan nama mereka dari suku mereka.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Mare
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Mare

Suku Maybrat (Ra ro Meibrat) adalah kelompok etnis yang berasal dari Papua Barat Daya, Indonesia. Suku ini umumnya mendiami Kabupaten Maybrat dan Sorong Selatan.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Modole

Suku Modole adalah salah satu suku di dataran Pulau Halmahera, sebarannya tepat di Kao Barat, Halmahera Utara. Secara historis suku Modole tidak diketahui asal muasal yang sebenarnya, tetapi berdasarkan penuturan tetua dan tokoh adat bahwa suku Modole berasal dari Talaga Lina. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa suku Modole berasal dari suku Tabaru ataupun Tobelo Dalam.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Moro

Suku Moro adalah kelompok etnis yang kemungkinan pernah mendiami Pulau Morotai. Suku Moro dikenal sebagai 'sekelompok orang-orang misterius' yang dipercayai keberadaannya oleh penduduk Pulau Morotai ??? orang Galela dan Tobelo merupakan penduduk awal yang diyakini tinggal di Pulau Morotai saat ini.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Nuaulu

Noaulu atau Noahatan atau Naulu adalah sebuah suku yang terdapat di Desa Sepa bagian selatan-tengah Pulau Seram, Maluku. Noaulu atau Noahatan sendiri berasal dari kata "noa" yang merupakan nama sungai serta "hatan" yang artinya kepala sungai (hulu) sehingga Noahatan (Noaulu) dapat diartikan sebagai orang-orang yang mendiami hulu sungai Noa. Pada tahun 2011 populasi mereka mencapai tiga ribu jiwa. Suku Noaulu kebanyakan dari mereka adalah datang dari Maluku Utara tepatnya pulau Halmahera. Pasca perang hotebanggoi kemudian memilih migrasi ke wilayah selatan pulau Seram berdiam di hulu sungai Noa petuanan desa Sepa kecamatan Amahai. Di seram bagian utara ada sejenis suku seperti ini yang disebut Masyarakat Huaulu. Suku Huaulu menghuni dua desa di pantai utara Pulau Seram dan suku Noahatan (Noaulu) hanya ada di desa Sepa di pantai selatan. Secara etnis, orang Nuaulu terkait dengan orang Manusela. Mmereka mirip dengan Manusela juga dalam bahasa dan mengikuti keyakinan pemeluk kepercayaan asli orang Manusela, yakni Naurus. Namun, tak sedikit di antara mereka yang juga mengikuti agama Hindu, dan bentuk-bentuk ritual yang diadopsi dari agama Hindu dapat ditemukan dalam ritual mereka.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Patani

Suku Patani adalah salah satu kelompok etnis Austronesia yang mendiami wilayah tenggara Pulau Halmahera, khususnya di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Mereka adalah penutur asli Bahasa Patani, sebuah bahasa Austronesia dari rumpun Malayo-Polinesia Tengah???Timur. Suku Patani sering disebut bersama dengan suku-suku tetangga seperti Suku Maba, Suku Weda, dan Suku Sawai sebagai bagian dari kelompok Austronesia di bagian tengah dan timur Halmahera.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Rana

Suku Rana adalah suku yang berasal dari Pulau Buru. Mereka bertempat tinggal di sekitar Danau Rana yang merupakan wilayah Kecamatan Pulau Buru Utara-Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Suku Rana merupakan salah satu suku bangsa utama yang ada di Provinsi Maluku Pulau Buru adalah pulau terbesar kedua yang memiliki luas 8.473,2 Km persegi setelah Pulau Seram di Provinsi Maluku yang memiliki garis pantai 427,2 Km. Di tengah pegunungan Pulau Buru terdapat Danau yang bernama Danau Rana. Danau ini adalah danau terbesar di Provinsi Maluku dengan ketinggian danau yaitu 700 mdpl. Danau ini dianggap sebagai tempat yang suci oleh penduduk setempat. Suku Rana memiliki kepercayaan, nenek moyang mereka adalah dewa yang hidup di Gunung Date dan Danau Rana. Orang Rana termasuk ke dalam Ras Melayu Polinesia. Orang Rana memiliki ciri ciri fisik tinggi tubuhnya rata rata antara 1,50-1,60 cm. Memiliki warna kulit sawo matang, mata tidak terlalu tipis dan bibir sedang, tidak tebal dan rambut kejur. Departemen Sosial memasukkan suku rana ke dalam kategori masyarakat terasing.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Sahu

Suku Sahu adalah suku asli pulau halmahera Indonesia yang kebanyakan bermukim wilayah kota Jailolo, kecamatan Sahu dan kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, provinsi Maluku Utara. Wilayah sahu awal nya bernama Ji'o japung malamo(daerah cekungan besar). Suku Sahu memiliki struktur masyarakat yang terdiri dari struktur masyarakat pada masa kesultanan dan pada masa kini. Struktur masyarakat pada masa kesultanan Ternate yaitu: Walasae: Marga pimpinan; hanya dari rumpun Walasae yang menjadi pimpinan dalam masyarakat suku Sahu. Kapita: Sebagai panglima perang. Walangatom: Marga prajurit. Jou/Olan ma bala: Pegawai kesultanan; tugasnya mengumpulkan upeti. Jou guru / Gomater: Bertugas dalam bidang keagamaan (pemimpin ritual). Khalifa: Pendamping Gomater; tugasnya mempersiapkan berbagai perlengkapan dalam setiap upacara di bidang keagamaan. Ngoarepe: Masyarakat. Sedangkan struktur masyarakat Suku Sahu saat ini yaitu: Fomanyira: Pemimpin Gam (desa) atau pemimpin masyarakat. Gam Makale: Merupakan institusi masyarakat yang anggotanya terdiri dari Walasae dan Walangatom; tugasnya adalah mengatur dan menegakkan hukum-hukum adat. Babamasohi: Tua-tua kampung; Mereka mendampingi dan memberikan legitimasi kepada Gam Makale dalam mengatur dan menegakkan hukum adat. Ngoarepe: Masyarakat.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Sula
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Sula

Suku Sula (Yafei Gareha, Yafai Gareha, Matapia Sua) adalah kelompok etnis yang berasal dari Pulau Sulabesi di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Menurut data yang diperoleh dari Joshua Project, populasi suku Sula berjumlah sekitar 93.000 jiwa dan hampir seluruhnya menganut agama Islam.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.