Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 19 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Banda
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Banda

Suku Banda adalah kelompok etnis di Republik Afrika Tengah. Mereka juga ditemukan di Republik Demokratik Kongo, Kamerun, dan Sudan Selatan. Mereka menjadi target oleh serangan budak pada abad ke-19 dan perdagangan budak keluar dari Afrika. Di bawah pemerintahan kolonial Prancis, sebagian besar memeluk agama Kristen tetapi tetap mempertahankan unsur-unsur sistem dan nilai-nilai agama tradisional mereka.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Bati

Suku Bati adalah sebuah kelompok etnis yang mendiami Kabupaten Seram Bagian Timur di Provinsi Maluku, Indonesia. Mereka berbicara dalam bahasa Bati, sebuah bahasa Austronesia. Mereka sering dikaitkan dengan Orang Bati, makhluk mitologi lokal yang menyerupai manusia setengah kelelawar. Dalam buku Esuriun Orang Bati (2013), disebutkan bahwa masyarakat Bati tersebar di 27 desa, khususnya di kecamatan Kian Darat, salah satunya adalah Bati Kelusi. Jumlah orang Bati yang tercatat pada waktu itu sekitar 8.000 orang. Mereka diklasifikasikan sebagai kelompok masyarakat Alifuru.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Buli

Suku Buli merupakan suku bangsa yang mendiami bagian pesisir Pulau Halmahera. Suku ini masuk dalam wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Jumlah populasinya sekitar 2.000 jiwa dengan penganut agama Islam dan Kristen. Tanaman komoditi ekspor suku ini adalah kelapa ,tembakau.dan ekspor nikel terbesar didunia Kekayaan kebudayaan masyarakat tradisional suku Buli di Desa Buli Asal, Buli, Kabupaten Halmahera Timur potensial dikembangkan untuk kepariwisataan Provinsi Maluku Utara, kata peneliti kebudayaan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Ambon, Florence Sahusilawane.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Buru
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Buru

Suku Buru adalah kelompok etnis yang berasal dari Pulau Buru, Indonesia. Mereka menyebut dirinya sebagai Gebfuka atau Gebemliar yang secara harfiah berarti 'orang dunia' atau 'orang tanah'. Orang Buru terkait dengan kelompok antropologi Indonesia Timur dan dari titik etnografis pandang yang sama dengan masyarakat adat lain dari Pulau Buru. Mereka umumnya berbicara dalam bahasa Buru dan bahasa Melayu Ambon.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Galela

Galela adalah sebuah kecamatan yang terletak pesisir pantai bagian utara pulau Halmahera di Kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara, Indonesia. Penduduk kecamatan ini berjumlah 9.229 jiwa (2021), dengan luas wilayah 48,80 km??, dan kepadatan penduduk 189 jiwa/km??.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Gamkonora

Suku Gamkonora adalah Suku Asli Halmahera yang bermukim di kaki Gunung Gamkonora. Suku Gamkonora tersebar di Desa Pesisir Halmahera Barat. Saat ini 3 Desa di Kecamatan Ibu Selatan diantaranya Desa Gamkonora, Desa Talaga dan Desa Gamsungi dan 1 Desa di Kecamatan Ibu yakni Desa Tahafo dalam komunikasi sehari-hari masih menggunakan bahasa Gamkonora. Identitas Suku Gamkonora masih dijaga dengan penyematan nama Gunung Gamkonora dan nama Desa Gamkonora sebagai pemukiman awal orang-orang Gamkonora. Nama Gamkonora sendiri diyakini sebagai penyebutan untuk penduduk asli Halmahera yang mendiami wilayah tengah antara Jailolo dan Loloda. Gam yang artinya Negeri dan Konora yang artinya Tengah. Suku Gamkonora sebagai salah satu suku di Halmahera masih merawat adat istiadat dan budayanya hingga saat ini. Suku Gamkonora memiliki pemimpin tradisional dengan gelar Sangaji Gamkonora.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Gane

Suku Gane atau Gani merupakan suku bangsa yang mendiami bagian selatan Pulau Halmahera, Maluku Utara. Jumlah populasinya sekitar 3.000 jiwa dan memeluk agama Islam. Sistem kekerabatan yang dianut yaitu patrilineal. Sebagian besar masyarakat Suku Gane berasal dari ras Melayu. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Gane. Penduduk Suku Gane bermata pencaharian sebagai petani ladang. Hasil bumi yang dihasilkan berupa padi ladang, jagung, ubi jalar, ubi kayu, sayur-sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, cengkih, kopi, pala, coklat dan kelapa.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Gebe

Suku Gebe, atau Minyaifuin, adalah kelompok etnis Austronesia yang mendiami provinsi Maluku Utara dan Papua Barat Daya, Indonesia. Wilayah persebarannya meliputi Pulau Gebe, Pulau Yu, dan Pulau Gag, yang terletak di antara Halmahera dan Waigeo. Namun, terdapat juga migrasi orang Gebe ke wilayah lain, seperti di daratan Halmahera dan Waisai di Raja Ampat.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Hitu

Suku Hitu adalah kelompok etnis yang berasal dari Maluku, Indonesia. Masyarakat suku Hitu umumnya mendiami desa-desa di sepanjang pantai utara pulau Ambon, yakni Wakal, Hila, Hitulama, Hitumessing, Mamala, dan Morella. Daerah tersebut secara administratif berada di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kayeli
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Kayeli

Kayeli adalah kelompok etnis yang sebagian besar tinggal di pantai selatan Teluk Kayeli, Buru, Indonesia. Secara etnografis, Kayeli dekat dengan penduduk asli Buru lainnya, seperti Lisela, Masarete, dan Buru. Komunitas Kayeli terbentuk pada masa penjajahan Belanda di wilayah Indonesia modern dan selama abad ke-17 hingga ke-19, Belanda menempati lokasinya yang strategis dibandingkan dengan penduduk Pulau Buru lainnya. Sejak pertengahan abad ke-20, populasi kelompok etnis tersebut mengalami penurunan populasi yang cepat dan tersisa sekitar 800 orang pada awal abad ke-21. Dalam hal agama, mayoritas orang Kayeli adalah Islam Sunni, dengan sisa-sisa kepercayaan animisme lokal. Perwakilan kelompok etnis telah benar-benar kehilangan bahasa Kayeli asli mereka pada akhir abad ke-20 ketika mereka mulai mengadopsi bahasa Buru asli lainnya atau bahasa Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kei
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Kei

Suku Kei adalah suku bangsa di Indonesia yang mendiami Kepulauan Kei di Provinsi Maluku. Masyarakat suku Kei bertutur menggunakan bahasa Kei yang berfungsi sebagai basantara bagi masyarakat di Kepulauan Kei. Populasi suku Kei berjumlah sekitar 180.000 orang. Orang Tanimbar Kei merupakan salah satu sub-suku Kei yang mendiami pulau Tanimbar Kei; umumnya beragama Hindu.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Lisela
Kawasan menurut sumber · Maluku dan Maluku Utara

Lisela

Orang Lisela adalah kelompok etnik yang sebagian besar mendiami Pulau Buru di Indonesia, serta beberapa pulau lainnya di Kepulauan Maluku. Mereka tergolong ke dalam kelompok antropologis Indonesia timur dan kadangkala dirujuk sebagai orang Buru utara. Dari sudut pandang etnografik, orang Lisela serupa dengan kelompok etnik pribumi lain di Pulau Buru. Orang Lisela menuturkan bahasa Lisela.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.