Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 17 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Kenyah
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Kenyah

Suku Kenyah adalah suku Dayak yang termasuk rumpun Apokayan yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Belaga, Sarawak. Dari wilayah tersebut suku Kenyah memasuki kawasan dataran tinggi Apau Kayan di sekitar Taman Nasional Kayan Mentarang di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Jalur yang dilalui sungai Iwan di Sarawak terpecah dua sebagian menuju daerah Apo Kayan yang sebelumnya ditempati suku Kayan dan sebagian yang lainnya menuju daerah Bahau. Pergerakan suku ini menuju ke hilir akhirnya sampai ke daerah pesisir Mahakam dan akhirnya sebagian menetap di Kampung Pampang Samarinda Utara, Samarinda dan Sungai Bawang. Sebagian lagi bergerak ke pesisir menuju Tanjung Palas. Suku Kenyah merupakan 2,4% penduduk Kutai Barat. Suku Kenyah terbagi menjadi Kenyah Dataran Rendah (beberapa di antaranya, tinggal di wilayah Loa Kulu) dan Kenyah Dataran Tinggi /Usun Apau Kenyah. Seni budaya suku Kenyah sangat halus dan menarik, sehingga ragam seni hias banyak dipakai pada bangunan-bangunan di Kalimantan Timur. Bukan Sahaja terdiri daripada seni ukiran tetapi tarian dan juga cara hidup. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Kenyah Kelinyau, Kenyah Wahau, Indonesia, dan Melayu. Dayak Kenyah terdiri dari beberapa sub suku lagi seperti: Kenyah Bakung [boc] Kenyah Lepoq Bam [xkl] Kenyah Lepoq Jalan [xkl] Kenyah Lepoq Tau' [xkl] Kenyah Lepoq Tepu [xkl] Kenyah Lepoq Ke [xkl] Kenyah Umaq Tukung [xkl] Kenyah Umaq Maut [xkl] Kenyah Lepoq Timei [whk] Kenyah Lepok Kulit [whk] Kenyah Umaq Lasan [xky] Kenyah Umaq Lung [ulu] Kenyah Uma Kelep

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kutai
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Kutai

Suku Kutai, atau Urang Kutai (Jawi: كوتاي) adalah salah satu dari rumpun masyarakat Kalimantan yang mendiami wilayah Kalimantan Timur yang mayoritas saat ini beragama Islam dan hidup di tepi sungai. Rombongan orang Melayu di Makassar di bawah pimpinan Tuan Tunggang Parangan memperkenalkan agama Islam kepada orang Kutai di Kutai Lama. Perpindahan ibukota Kutai ke Jembayan dan Tenggarong mengasimilasi komunitas adat lawas suku Lampong (Nyumit?) menjadi bagian suku Kutai dengan sebutan suku Kutai Lampong. Pada awalnya Kutai merupakan nama suatu teritori tempat bermukimnya masyarakat Kalimantan. Suku Kutai ini kemudian banyak menyerap nilai nilai kebudayaan suku Banjar dan Melayu pesisir yang berada di Kalimantan Timur. Adat istiadat lama Suku Kutai memiliki beberapa kesamaan kesamaan dengan adat istiadat Suku Dayak rumpun Ot Danum (khususnya Tunjung-Benuaq) misalnya; Erau (upacara adat yang paling meriah), Belian (upacara tarian penyembuhan penyakit), memang, dan mantra-mantra serta ilmu gaib seperti; Parang Maya, Panah Terong, Polong, Racun Gangsa, Perakut, Peloros, dan lain-lain. Di mana adat-adat tersebut dimiliki oleh Suku Kutai dan Suku Dayak. Bahkan hingga saat ini masih ada Suku Kutai di Desa Kedang Ipil, Kutai Kartanegara yang menganut agama Kristen dan Kaharingan sama halnya dengan Suku Dayak. Selain itu Suku Kutai juga memiliki kedekatan budaya dengan Suku Banjar karena terjadi asimilasi dengan budaya melayu banjar seperti pertunjukan Mamanda, serta budaya Melayu seperti Jepen/Zapin, musik Panting Gambus, budaya bersyair seperti Tarsul dl

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Melayu

Suku Melayu (bahasa Melayu: Orang Melayu, Jawi: أورڠ ملايو) adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut. Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini karena suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim. Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu (terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.) Perkembangan dan pendirian Kesultanan Malaka pada abad ke-15 menyebabkan revolusi besar-besaran pada sejarah bangsa Melayu. Hal tersebut terjadi karena kesultanan tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan pada tata kebudayaan dan kesultanan tersebut meraih kejayaan pada masa tersebut. Menurut catatan sejarah, suku Melayu telah dikenal sebagai komunitas pedagang lintas perairan dengan karakteristik budaya yang dinamis. Mereka dapat menyerap, berbagi, dan menyalurkan sekian banyak keunikan kebudayaan dari kelompok etnik lain, seperti kebudayaan Minang dan Aceh.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Paser
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Paser

Suku Paser atau Dayak Paser adalah suku bangsa yang tanah asal leluhurnya berada di sepanjang tenggara dari pulau Kalimantan atau Borneo atau terletak di bagian Selatan dari provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Orang Dayak Paser mendiami beberapa kabupaten dan kota di provinsi Kalimantan Timur maupun provinsi Kalimantan Selatan yakni di Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan. Selain itu mereka juga ada di wilayah Samboja yang kini masuk kabupaten Kutai Kartanegara, di wilayah Bongan, Resak dan Pringtali yang kini masuk Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur). Di bagian selatan, mereka berada di daerah Sekayu Baru, Pondok Labu, Sekandis dan Binturung yang sekarang merupakan Kecamatan Pamukan utara dan Pamukan Selatan, Kabupaten Kota Baru, provinsi Kalimantan Selatan. Suku Paser sebagian besar beragama Islam dengan kisaran 95%, sebagian yang lain beragama Kristen dan Hindu Kaharingan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Punan
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Punan

Suku Punan adalah salah satu rumpun suku tertua yang terdapat di Sarawak, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Suku Punan bagian dari rumpun Kajang. Di 6 kabupaten di Kalimantan Timur terdapat 8.956 jiwa suku Punan yang tersebar pada 77 lokasi pemukiman. Suku Punan adalah salah satu rumpun suku paling tua yang sebarannya cukup signifikan di wilayah Pulau Kalimantan. Istilah Punan sendiri lebih dipandang sebagai sebutan umum untuk kelompok masyarakat pemburu dan peramu yang dulu hidup secara berpindah-pindah di hutan Kalimantan. Oleh karena itu, suku ini dikenal sebagai "penjaga hutan rimba", karena hidup dan sebaran populasinya banyak ditemui di dalam hutan dan terpisah dari sub-sub Suku Dayak lainnya.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tidung
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Tidung

Suku Tidung (bahasa Melayu: Tidung; Jawi: ??????????) merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian utara Pulau Kalimantan (Kalimantan Utara) dan Sabah, Malaysia. Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah). Suku Tidung semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Tingalan

Suku Dayak Tingalan adalah suku bangsa yang terdapat di Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. serta negara tetangga yaitu negara bagian Sabah, daerah Tawau dan daerah Nabawan, Kecamatan dan daerah negara bagian Sabah yang terdapat Dayak Tingalan yaitu: Kecamatan Sembakung, Nunukan Kecamatan Sebuku, Nunukan kecamatan Lumbis, Nunukan Desa Belayan, Malinau Utara, Malinau Daerah Nabawan, Tawau, Sabah

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Tunjung
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Tunjung

Suku Dayak Tunjung (Tonyooi) adalah suku bangsa yang terdapat di Kabupaten Kutai Barat (24,2%) dan Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Dalam wilayah Kabupaten Kutai mereka tersebar dalam sejumlah wilayah kecamatan, misalnya Kecamatan Kota Bangun, Kecamatan Melak, Kecamatan Barong Tongkok, Kecamatan Kembang Janggut, Kecamatan Kenohan dan Kecamatan Muara Pahu. Orang Tunjung ini masih dapat dibagi atas beberapa sub kelompok, misalnya sub kelompok Tunjung Bubut, Tunjung Asli , Tunjung Bahau , Tunjung Hilir, Tunjung Lonokng, Tunjung Linggang, dan Tunjung Berambai. Suku Dayak Tunjung mendiami kecamatan: Long Iram, Kutai Barat Tering, Kutai Barat Linggang Bigung, Kutai Barat Barong Tongkok, Kutai Barat Melak, Kutai Barat Sekolaq Darat, Kutai Barat Muara Pahu, Kutai Barat Mook Manor Bulatn, Kutai Barat Muara Wis, Kutai Kartanegara Desa Enggelam, Muara Wis, Kutai Kartanegara Kembang Janggut, Kutai Kartanegara Desa Kelekat, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara Desa Bukit Layang, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara Desa Pulau Pinang, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara Dusun Buaq Kenohan, Kutai Kartanegara Desa Lamin Telihan, Kenohan, Kutai Kartanegara Desa Teluk Bingkai, Kenohan, Kutai Kartanegara Desa Lamin Pulut, Kenohan, Kutai Kartanegara Dusun Malong Dusun Pelay Dusun Rajak, Desa Kedang Murung, Kota Bangun, Kutai Kartanegara Tonyoi-Benuaq merupakan nama lain dari Tunjung-Benuaq. Kedua Suku Dayak ini punya sejarah tidak terpisahkan baik dari segi sosial dan budaya. Namun sering pula disebutkan secara terpisah yaitu Suku Dayak Tunjung dan Suku Dayak Benuaq. Perbandingan hubungan suku Tunjung dengan suku Kutai, seperti hubungan suku Baduy dengan suku Banten. Suku Kutai dan suku Banten merupakan suku yang hampir seluruhnya memeluk Islam, sedangkan suku Tunjung dan suku Baduy merupakan suku yang teguh mempertahankan religi sukunya.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Hainan
Provinsi · Kepulauan Riau

Hainan

Orang Hainan (Tionghoa: ?????????), yang dikenal sebagai Hainan dan suku Hainan, biasanya merujuk kepada orang yang berasal dari Hainan, provinsi Tiongkok terkecil dan paling selatan. Istilah "Hainan kemudian digunakan oleh Han pemakai bahasa Hainan (Hanzi: ????????????), yang merupakan mayoritas di pulau tersebut, untuk mengidentifikasikan diri mereka sendiri di luar negeri. Selain itu, orang-orang asli lainnya di pulau tersebut seperti Hlai (Hanzi: ??????), Yao (Hanzi: ?????? "bangsa Miao") dan Utsul juga menggunakan istilah tersebut.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kepulauan Riau

Hakka

Hakka (K??ji?? ??????) adalah salah satu kelompok Tionghoa Han yang terbesar di Republik Rakyat Tiongkok. Hakka merupakan kelompok Han terakhir yang bermigrasi ke selatan dari Tiongkok Utara secara bertahap semenjak abad ke-4 M karena bencana alam, perang, dan konflik. Migrasi Hakka keluar dari Tiongkok juga terjadi secara besar-besaran, sehingga sekarang komunitas Hakka tersebar di berbagai provinsi di Tiongkok dan negara-negara di dunia. Orang Hakka merupakan salah satu kelompok terbesar Tionghoa di luar Tiongkok.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kepulauan Riau

Hokkian

Orang Min Selatan atau Orang Minnan, merujuk kepada penduduk Suku Han dari provinsi Fujian bagian selatan di Republik Rakyat Tiongkok. Sejak lama, banyak orang-orang Min Selatan telah menjadi perantau dan tinggal di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara. Istilah akademis cenderung menggunakan istilah orang yang berasal dari Fujian Selatan ???????????? ???B??n-l??m t??-khu??? sebagai Orang Minnan ????????????/B??n-l??m-l??ng???. Selama berabad-abad orang Minnan telah menyebar ke berbagai daerah lain di Tiongkok dan menciptakan kelompok bahasa-bahasa Minnan yang semakin berbeda jauh, walaupun mereka masih dianggap sebagai bagian dari keluarga Rumpun Minnan (????????????). Rumpun Minnan tidak hanya meliputi orang Fujian Selatan, tetapi juga Orang Chaozhou (?????????), Orang Hailufeng (?????????), Orang Zhenan (?????????), Orang Leizhou (??????), Orang Hainan (??????) dan Orang Min di Zhongshan (?????????).

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Laut
Provinsi · Kepulauan Riau

Laut

Suku Laut atau sering juga disebut Orang Laut adalah suku bangsa yang menghuni Kepulauan Riau, Indonesia. Secara lebih luas istilah Orang Laut mencakup "berbagai suku dan kelompok yang bermukim di pulau-pulau dan muara sungai di Kepulauan Riau-Lingga, Pulau Tujuh, Kepulauan Batam, dan pesisir dan pulau-pulau di lepas pantai Sumatra Timur dan Semenanjung Malaya bagian selatan." Sebutan lain untuk Orang Laut adalah Orang Selat. Orang Laut kadang-kadang dirancukan dengan suku bangsa maritim lainnya, Orang Lanun. Secara historis, Orang Laut dulunya adalah perompak, tetapi berperan penting dalam Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Malaka dan Kesultanan Johor. Mereka menjaga selat-selat, mengusir bajak laut, memandu para pedagang ke pelabuhan Kerajaan-kerajaan tersebut, dan mempertahankan hegemoni mereka di daerah tersebut.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.