Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 16 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Laut
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Laut

Suku Laut atau sering juga disebut Orang Laut adalah suku bangsa yang menghuni Kepulauan Riau, Indonesia. Secara lebih luas istilah Orang Laut mencakup "berbagai suku dan kelompok yang bermukim di pulau-pulau dan muara sungai di Kepulauan Riau-Lingga, Pulau Tujuh, Kepulauan Batam, dan pesisir dan pulau-pulau di lepas pantai Sumatra Timur dan Semenanjung Malaya bagian selatan." Sebutan lain untuk Orang Laut adalah Orang Selat. Orang Laut kadang-kadang dirancukan dengan suku bangsa maritim lainnya, Orang Lanun. Secara historis, Orang Laut dulunya adalah perompak, tetapi berperan penting dalam Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Malaka dan Kesultanan Johor. Mereka menjaga selat-selat, mengusir bajak laut, memandu para pedagang ke pelabuhan Kerajaan-kerajaan tersebut, dan mempertahankan hegemoni mereka di daerah tersebut.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Melayu

Suku Melayu (bahasa Melayu: Orang Melayu, Jawi: أورڠ ملايو) adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut. Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini karena suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim. Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu (terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.) Perkembangan dan pendirian Kesultanan Malaka pada abad ke-15 menyebabkan revolusi besar-besaran pada sejarah bangsa Melayu. Hal tersebut terjadi karena kesultanan tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan pada tata kebudayaan dan kesultanan tersebut meraih kejayaan pada masa tersebut. Menurut catatan sejarah, suku Melayu telah dikenal sebagai komunitas pedagang lintas perairan dengan karakteristik budaya yang dinamis. Mereka dapat menyerap, berbagi, dan menyalurkan sekian banyak keunikan kebudayaan dari kelompok etnik lain, seperti kebudayaan Minang dan Aceh.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Orang Bugis Pagatan

Bugis Pagatan adalah keturunan diaspora suku Bugis dari Sulawesi Selatan yang mendiami desa Pagatan, Kusan Hilir, Tanah Bumbu dan sekitarnya. Di Kalimantan Selatan, suku Bugis juga terdapat pada beberapa daerah lainnya, tetapi kebanyakan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Abai

Suku Abai atau Dayak Abay adalah suku Dayak yang berasal dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Baka
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Baka

Suku Baka, juga dikenal sebagai Bebayaka, Bebayaga, Bibaya, atau Babinga, adalah sebuah kelompok etnis yang tinggal di tenggara Kamerun, utara Kongo, utara Gabon, dan barat daya Republik Afrika Tengah. Mereka sering disebut sebagai bagian dari suku Twa, tetapi keduanya tidak berhubungan dekat. Selain itu nama "Baka" juga kadang digunakan untuk suku lain yang sering disebut pygmy. Istilah ini sekarang dianggap tidak sopan. Suku Baka memiliki bahasa yang bernama bahasa Baka. Selain itu, banyak dari mereka yang dapat berbicara bahasa Koozime, yaitu bahasa suku Bantu tetangga mereka. Sebagian kecil dapat berbahasa Prancis. Mata pencaharian utama adalah berburu. Untuk itu mereka menggunakan panah beracun dan tombak. Selain itu mereka juga mengumpulkan madu lebah dan menangkap ikan dengan sejenis zat kimia dari pohon. Zat ini tidak beracun, tetapi membuat ikan kekurangan oksigen dan berenang ke atas sehingga lebih mudah dikumpulkan. Mereka mengenal berbagai obat tradisional dari tumbuhan untuk mengobati penyakit dan mandul. Agama mereka adalah animisme. Mereka menyembah hantu hutan yang disebut Jengi. Bila perburuan berhasil, mereka menari untuk mengucapkan syukur, disebut Luma, diiringi dengan gendang dan nyanyian.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Balik
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Balik

Suku Balik (alias Paser Balik secara suku sakat) adalah kelompok etnis yang mendiami Sepaku di Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Suku Balik dianggap sebagai salah satu sub-suku dari suku Paser, walaupun menurut Sibukdin, kepala adat Balik, suku Balik bukan merupakan bagian dari suku Paser dan merupakan suku yang berbeda. Nama Kota Balikpapan diambil dari nama suku ini, yakni pada kata "Balik", dan kata "Papan" berasal dari masyarakat suku Balik yang dahulu dikenal sebagai penyuplai papan untuk Kerajaan Kutai Kartanegara. Saat ini, suku Balik merupakan minoritas di Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Di Penajam Paser Utara, tepatnya di kecamatan Sepaku, jumlahnya tidak lebih dari 1.000 jiwa atau 200 KK pada tahun 2023, yang tersebar di tiga wilayah, yakni di Bumi Harapan, Sepaku, dan Pemaluan. Wilayah adat suku Balik juga termasuk kedalam proyek pembangunan IKN Nusantara, yakni pemindahan ibukota negara Indonesia dari Jakarta ke Nusantara. Dalam proyek ini, ratusan rumah warga suku Balik terancam direlokasi akibat proyek penanganan banjir Sungai Sepaku. Sedangkan menurut pengakuan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, tidak ada suku asli di kawasan IKN, karena awalnya merupakan hutan alam dan berubah menjadi hutan produksi. Seiring pengembangan itu mulainya datang penduduk yang menempati daerah tersebut termasuk para transmigran.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Banjar
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Banjar

Suku Banjar (Banjar: اورڠ بنجر) adalah suatu kelompok etnis yang berasal dari daerah Banjar (Banua Banjar/Tanah Banjar), yang sekarang menjadi provinsi Kalimantan Selatan. Populasi suku Banjar dalam jumlah besar juga dapat di temukan di daerah Kalimantan lainnya seperti di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, selain itu populasi suku Banjar dalam jumlah signifikan juga dapat di temukan di luar Kalimantan seperti di Riau, Sumatra Utara, Jambi dan Semenanjung Malaysia, akibat Migrasi Orang Banjar pada abad 18 ke kepulauan Melayu. Suku Banjar merupakan penutur Bahasa Banjar (dengan berbagai macam dialeknya), dan terikat dalam persamaan sejarah atau latar belakang serta kebudayaan. Suku Banjar merupakan salah satu etnis pribumi asli Kalimantan di Indonesia yang mana berbagai elemen kebudayaannya secara resmi diakui oleh pemerintah republik Indonesia dan dianggap sebagai salah satu komponen penting warisan kebudayaan nasional. Karena faktor historis pengislaman pribumi Kalimantan, mayoritas masyarakat etnis Banjar pada umumnya kini merupakan pemeluk agama Islam (Muslim). Masyarakat ini menunjukkan karakteristik yang agak berbeda dari kebanyakan Dayak di wilayah pedalaman Kalimantan. Suku Banjar cenderung memiliki gaya hidup dan norma-norma yang berbasis Islami. Etnis Banjar juga terkenal akan kemampuannya dalam bidang perniagaan. Pada masa kini populasi diaspora Banjar dapat ditemui pula secara global atau di seluruh belahan dunia, termasuk diantaranya dalam cakupan wilayah Asia Tenggara maupun hingga ke Timur Tengah (terutama di Arab Saudi). Beberapa penyebutan untuk orang Banjar menurut logat bahasa suku lain misalnya Banyar (bahasa Sumbawa), Bandiyar (bahasa Tausug), Banjara (Bugis-Makassar), Bēnjēr (bahasa Kutai), mBanjar (Jawa) dan al-Banjari (Bahasa Arab).

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Benuaq
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Benuaq

Benuaq (alias Dayak Benuaq secara suku sakat) adalah kelompok etnis atau suku bangsa yang berasal dari daerah Kutai Barat di Kalimantan Timur, Indonesia.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Berau

Etnis Berau (Berau Benua) adalah salah satu etnis di pesisir kabupaten Berau, bagian utara Kalimantan Timur. Kebudayaan Berau berawal sejak berdirinya Kesultanan Berau, seperti kerajaan Islam lainnya di Kalimantan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Bulungan
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Bulungan

Suku Bulungan adalah kelompok etnis di Kalimantan Utara yang mendiami bekas wilayah Kesultanan Bulungan, seperti pesisir Kabupaten Bulungan, sebagian Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, dan Tawau di Sabah, Malaysia. Sejarah suku ini berkaitan erat dengan legenda mengenai kelahiran Kesultanan Bulungan yang dulu menjadi pusat pemerintahan di wilayah ini.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Dayak

Suku Dayak ( ; ejaan lama: Dajak atau Dyak) adalah suku bangsa atau kelompok multi etnik yang secara tradisional mendiami pedalaman Pulau Kalimantan. Kata "daya" serumpun dengan misalnya kata "raya" dalam nama "Toraya" yang berarti "orang (di) atas, orang hulu". Berdasarkan bukti-bukti arkeologis yang ditemukan di Gua Niah (Sarawak) dan Gua Babi (Kalimantan Selatan), penghuni pertama Kalimantan memiliki ciri-ciri Austro-Melanesia, dengan proporsi tulang kerangka yang lebih besar dibandingkan dengan penghuni Kalimantan masa kini yang mendiami Pulau Kalimantan (Brunei Darussalam, Malaysia yang terdiri dari Sabah dan Sarawak, serta Indonesia yang terdiri dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan). Ada 3 suku pokok atau 5 suku asli Kalimantan yaitu Melayu, Dayak, Banjar, Kutai, dan Tidung Menurut sensus Badan Pusat Statistik Republik Indonesia tahun 2010, suku bangsa yang terdapat di Kalimantan Indonesia dikelompokkan menjadi 3 suku pokok yaitu: suku Dayak Indonesia (268 sub etnik/sub suku di Indonesia), Suku Banjar, Suku Melayu, dan kelompok suku asal Kalimantan lainnya. Ada yang membagi orang Dayak dalam enam rumpun antara lain: rumpun Klemantan alias Kalimantan, rumpun Iban, rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. Namun secara ilmiah, para linguis melihat 5 kelompok bahasa yang dituturkan di pulau Kalimantan dan masing-masing memiliki kerabat di luar pulau Kalimantan: "Barito Raya" (33 bahasa, termasuk 11 bahasa dari kelompok bahasa Madagaskar, dan Sama-Bajau termasuk Suku Dayak Paser. "Dayak Darat" (13 bahasa), termasuk bahasa Rejang di Bengkulu. "Borneo Utara" (99 bahasa), termasuk bahasa Yakan di Filipina serta satu suku yang berdiri dengan nama sukunya sendiri yaitu Suku Tidung. "Sulawesi" dituturkan 3 suku Dayak di pedalaman Kalbar: Dayak Taman, Dayak Embaloh, Dayak Kalis disebut rumpun Dayak Banuaka. "Dayak Melayik" dituturkan: Dayak Meratus/Bukit (alias Banjar arkhais), Dayak Iban, Dayak Kendayan (Kanayatn).

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Kayan
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Kayan

Suku Kayan adalah suku Dayak dari rumpun Apokayan atau Orang Ulu yang berasal dari perhuluan sungai Baram, Sarawak, Malaysia. Ketika memasuki Kalimantan Utara suku Kayan pertama-tama menetap di daerah Apau Kayan tepatnya di daerah aliran sungai Kayan, karena alasan perang antar suku dan mencari daerah yang lebih subur. Sekarang Suku Dayak Kayan tersebar di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sabah dan Sarawak.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.