Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 15 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Bawo
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Bawo

Suku Dayak Bawo (atau juga disebut suku Bawo) adalah salah satu sub-suku Dayak yang mendiami wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Secara etimologi, kata "Bawo" dalam bahasa lokal berarti bukit atau gunung, yang merujuk pada wilayah tempat tinggal awal mereka di daerah perbukitan. Suku ini dikelompokkan ke dalam rumpun Dayak Lawangan dan memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat dengan Suku Dayak Benuaq serta Suku Dayak Paser.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Bentian

Suku Dayak Bentian adalah sub-suku Dayak yang berasal dari Dayak Lawangan sub Rumpun Ot Danum atau Rumpun Barito. Suku ini merupakan penduduk yang mendiami di wilayah pedalaman Sungai Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Secara administratif, Suku Bentian merupakan sekitar 2,3% dari total penduduk Kutai Barat.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Berangas

Suku Dayak Bara Ngas (orang Berangas) atau Bara-ki adalah salah satu subetnis Dayak Bakumpai yang beragama Islam yang pernah mendiami sebagian hilir sungai Barito, terutama sebagai pusatnya di desa Berangas Timur, kabupaten Barito Kuala, provinsi Kalimantan Selatan. Secara resmi tidak ada nama suku ini di dalam sensus tahun 2000 yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik, tetapi ada kategori Suku Bakumpai. Orang Berangas dapat digolongkan sebagai bagian dari suku Dayak Bakumpai jika ditinjau dari segi asal-usul dan kemiripan bahasanya. Namun pada kenyataannya bahasa Berangas sudah dinyatakan punah dan suku ini berasimilasi dengan tetangga terdekatnya yaitu orang Banjar Kuala yang tinggal di sekitar Kota Banjarmasin.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Dusun Deyah
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Dusun Deyah

Suku Dayak Deah atau Dusun Deyah adalah salah satu sub-suku Dayak yang mendiami bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Pemukiman masyarakat Dayak Deah berada di desa-desa di kecamatan Upau, Muara Uya, dan Haruai di Kabupaten Tabalong serta desa Gunung Riut dan Liyu di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Menurut situs "Joshua Project", suku Dusun Deah berjumlah 34.000 jiwa.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Lawangan

Suku Dayak Lawangan atau Luangan merupakan salah satu dari suku-suku Dusun (Kelompok Barito bagian Timur) sehingga disebut juga Dusun Lawangan. Suku-suku Dusun termasuk golongan suku bangsa Dayak rumpun Ot Danum sehingga disebut juga Dayak Lawangan. Suku Lawangan menempati bagian timur Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, suku Lawangan menempati sebuah desa saja yaitu desa Binjai. Menurut situs "Joshua Project" suku Lawangan berjumlah 109.000 jiwa. Organisasi suku ini adalah "Dusmala" yang menggabungkan 3 suku Dayak yaitu Dusun, Maanyan dan Lawangan. Orang Lawangan mendiami daerah bergunung-gunung antara aliran Sungai Barito terus ke sebelah barat ke daerah aliran Sungai Kapuas. Daerah itu termasuk dalam wilayah kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin, di Provinsi Kalimantan Selatan. Di Provinsi Kalimantan Tengah mereka berdiam di dalam wilayah Kabupaten Barito Selatan, Barito Utara, dan Barito Timur. Sedangkan di Provinsi Kalimantan Timur mereka mendiami wilayah Kabupaten Kutai Barat, tepatnya di Kecamatan Bongan, di Kecamatan Bongan terdapat sebuah kampung yang bernama Tanjung Soke yang terletak di hulu Sungai Bongan, kampung tersebut merupakan wilayah adat mereka. Suku Dayak Lawangan masih berkerabat dengan Suku Dayak Ngaju.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Maanyan
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Maanyan

Suku Dayak Ma???anyan atau Suku Ma'anyan adalah salah satu sub suku Dayak tertua di Nusantara, khususnya di Kalimantan bagian tengah dan selatan. Pemukiman Dayak Ma'anyan tersebar di daerah Kabupaten Barito Timur dan sebagian Barito Selatan di Provinsi Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Selatan, pemukiman Dayak Ma'anyan terkonsentrasi di kecamatan Tanta, khususnya desa Warukin, Kabupaten Tabalong, dan desa Uren Kabupaten Balangan. Suku Ma'anyan secara administrasi baru muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 2,80% dari penduduk Kalimantan Tengah, namun dalam sensus BPS tahun 2010 suku Maanyan tergabung ke dalam rumpun suku Dayak. Menurut situs "Joshua Project" suku Ma'anyan berjumlah 71.000 jiwa, dan pada seiring berjalannya waktu mungkin telah bertambah sekitar 100.000 lebih yang tersebar.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Meratus
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Meratus

Suku Dayak Meratus atau Urang Bukit adalah nama kolektif untuk sekumpulan sub-Suku Dayak yang mendiami sepanjang kawasan Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan hingga di perbatasan Kalimantan Timur. Orang Banjar Kuala menyebut Suku Dayak Meratus sebagai Urang Biaju (Dayak Biaju) karena dianggap sama dengan Dayak Ngaju (Biaju), sedangkan orang Banjar Pahuluan menyebut Suku Dayak Meratus dengan sebutan Urang Bukit (Dayak Bukit/Buguet) Selato menduga, Suku Bukit termasuk golongan Suku Punan. Tetapi Tjilik Riwut membaginya ke dalam kelompok-kelompok kecil, seperti Dayak Alai, Dayak Amandit (Loksado), Dayak Tapin (Harakit), Dayak Kayu Tangi, dan sebagainya, selanjutnya ia menggolongkannya ke dalam Rumpun Ngaju. Namun penelitian terakhir dari segi liguistik, bahasa yang digunakan sub Suku Dayak ini tergolong berbahasa Melayik, jadi serumpun dengan Suku Kedayan, Dayak Kendayan dan Iban. Sesuai habitat kediamannya tersebut, maka belakangan ini mereka lebih senang disebut Suku Dayak Meratus, daripada nama sebelumnya Orang Bukit yang sudah telanjur dimaknai sebagai orang gunung. Padahal menurut Hairus Salim, dari kosakata lokal di daerah tersebut istilah bukit berarti bagian bawah dari suatu pohon yang juga bermakna orang atau sekelompok orang atau rumpun keluarga yang pertama yang merupakan cikal bakal masyarakat lainnya. Suku Buket, nama yang dipakai oleh BPS untuk etnik ini dalam sensus penduduk tahun 2000. Di Kalimantan Selatan pada sensus penduduk tahun 2000 suku Buket berjumlah 35.838 jiwa, sebagian besar daripadanya terdapat di Kabupaten Kotabaru yang berjumlah 14.508 jiwa. Suku Bukit tidak sama dengan Suku Ukit, Suku Bukitan, Suku Bukat maupun Suku Bukit Gunung Bawakng. Suku Bukit atau suku Dayak Bukit terdapat di beberapa kecamatan yang terletak di pegunungan Meratus pada Kabupaten Banjar, Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Beberapa suku-suku Dayak Meratus, yaitu: Dayak Pitap, di desa Dayak Pitap dan sekitarnya. Dayak Alai terdiri atas: Dayak Labuhan; Dayak Atiran; Dayak Kiyu mendiami desa Hinas Kiri; Dayak Juhu; Dayak Hantakan (Dayak Bukit), di desa Haruyan Dayak; Dayak Labuan Amas; Dayak Loksado (Dayak Amandit), di kecamatan Loksado; Dayak Harakit (Dayak Tapin), di desa Harakit dan sekitarnya; Dayak Paramasan, di kecamatan Paramasan; Dayak Kayu Tangi (mendiami kawasan Riam Kanan sebelum dijadikan waduk); Dayak Bangkalaan, di desa Bangkalan Dayak; Dayak Sampanahan, di kecamatan Sampanahan, Kotabaru; Dayak Riam Adungan, di desa Riam Adungan; Dayak Bajuin, di desa Bajuin; Dayak Sebamban Baru; dan lain-lain. Rumah ritual adat (aruh) Dayak Meratus disebut balai. Istilah balai juga masih dilestarikan oleh Dayak Meratus yang masuk Islam/Banjar Hulu Sungai untuk menyebut surau/langgar (lebih tepat Balai Islam).

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Ngaju
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Ngaju

Suku Dayak Ngaju (Biaju) adalah suku asli yang mendiami provinsi Kalimantan Tengah. Suku Ngaju merupakan sub etnis Dayak terbesar di Kalimantan Tengah yang persebarannya cukup luas dan utamanya terkonsentrasi di daerah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kapuas dan di kabupaten lainnya di seluruh wilayah Kalimantan Tengah dapat ditemui suku Ngaju. Suku Ngaju secara administratif merupakan suku baru yang muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 27,3% dari penduduk Kalimantan Tengah, tetapi suku Ngaju digabung ke dalam suku Dayak dalam sensus 2010. Berdasarkan sensus penduduk yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik RI pada tahun 2020, orang Ngaju (Dayak Ngaju) berjumlah 650.000 jiwa atau 0,16 % dari penduduk Indonesia pada saat itu. Pada sensus tahun 2000 tersebut Dayak Ngaju disensus secara terpisah dengan Suku Dayak Katingan dan Suku Dayak Bakumpai.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Ot Danum
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Ot Danum

Suku Dayak Ot Danum (juga dikenal sebagai Dohoi, Malahoi, Uud Danum atau Uut Danum) adalah subetnis dari suku Dayak yang tinggal di hulu Sungai Kapuas selatan, dan di sepanjang pegunungan Schwaner, berbatasan dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Indonesia. Mereka adalah kelompok terpenting di hulu Sungai Melawi dan secara budaya dan bahasa paling berbeda dari suku Melayu. Selain itu, suku Melayu, suku Dayak Ot Danum juga secara bahasa berbeda dengan suku Dayak Ngaju yang tinggal di sepanjang bagian tengah sungai-sungai besar Kalimantan Tengah dan secara numerik dan bahasa merupakan kelompok masyarakat Dayak yang dominan di daerah tersebut. Suku Dayak Ot Danum hidup tersebar di pegunungan Muller-Schwaner, sungai Mandai di Ulu Ai' dan di sepanjang aliran sungai Miri, cabang sungai Kahayan di provinsi Kalimantan Tengah. Populasi diperkirakan sebesar 78.800 orang pada tahun 2007. Kata Ot berarti "orang" atau "hulu", sedangkan Danum berarti "air", dan Ot Danum berarti "orang air" atau "orang yang hidup di hulu sungai". Suku Dayak Ot Danum dekat dengan kehidupan alam dan sangat menghormati tradisi leluhur untuk menjaga keseimbangan manusia dan alam sekitarnya. Perawakan suku Dayak Ot Danum berkulit kuning menunjukkan bahwa mereka adalah ras mongoloid. Suku Dayak Ot Danum ini memiliki kerabat dekat di provinsi Kalimantan Barat yang disebut suku Dayak Uud Danum. Secara fisik, karakter dan budaya bisa dikatakan mirip, hanya saja dibedakan karena perbedaan letak geografis. Suku Dayak Ot Danum ini dikelompokkan ke dalam rumpun Proto Malayan cabang dari rumpun bangsa Austronesia. Suku Dayak Ot Danum memiliki bahasa sendiri yang disebut sebagai bahasa Ot Danum. Bahasa Ot Danum berkerabat dengan bahasa Dayak Siang yang memiliki kesamaan sebesar 70%, dengan bahasa Dayak Kohin memiliki kemiripan sebesar 65%, dengan bahasa Dayak Katingan kemiripan sebesar 60%, sedangkan dengan bahasa Dayak Ngaju memiliki kemiripan sebesar 50%. Dalam legenda suku Dayak Ot Danum, nenek moyang mereka berasal dari langit yang diturunkan ke dunia dengan wadah emas di 4 tempat, salah satunya di puncak bukit Pamatuan, suatu dataran tinggi antara hulu sungai Kahayan dan sungai Barito. Lambung adalah manusia nenek moyang pertama yang diciptakan, dari si Lambung inilah semua keturunannya menyebar di perhuluan sungai-sungai besar seperti sungai Barito, sungai Kahayan, sungai Kapuas dan sungai Katingan yang disebut suku Dayak Ot Danum. Beberapa Ahli Sejarah memiliki versi yang berbeda mengenai asal-usul suku Dayak Ot Danum ini, ada yang mengatakan bahwa suku Dayak Ot Danum ini berasal dari daratan mongolia, yang bermigrasi ke pulau Borneo. Namun, versi lain menyebutkan bahwa suku Dayak Ot Danum ini berasal dari Formosa dan sudah sejak ada di pulau Kalimantan sejak 4000 tahun yang lalu, karena di Formosa Taiwan terdapat budaya yang mirip dengan suku Dayak Ot Danum ini. Dalam kesehariannya suku Dayak Ot Danum ini sebagian besar masih dekat dengan kehidupan alam di hutan, dan melakukan perburuan binatang liar, serta bertani berladang juga mereka lakukan dan memelihara ternak seperti ayam dan babi. Kegiatan lain seperti ikut dalam penambangan emas di sungai-sungai yang mengandung emas, sehingga banyak dari mereka yang menjadi kaya di pedalaman dari hasil menambang emas. Selain itu tidak sedikit yang telah bekerja di luar wilayah mereka, seperti di Palangkaraya, Kuala Kapuas, Muara Teweh dan lain-lain sebagai pekerja di sektor pemerintahan maupun di sektor swasta.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Siang Murung
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Siang Murung

Suku Dayak Siang Murung adalah suku asli di kabupaten Murung Raya, bagian timur laut Provinsi Kalimantan Tengah. Suku Dayak Siang Murung merupakan bagian dari Suku Dayak Siang, dan berkerabat dengan Suku Daya Siang Sondang. Keduanya memiliki asal dan akar atau bahasa yang sama, tetapi karena perbedaan wilayah tempat tinggal dan kurun waktu yang agak lama maka keduanya memiliki sedikit perbedaan dalam beberapa kosakata bahasa. Suku Dayak Siang Murung mendiami tepi Sungai Barito dan sekitarnya serta dataran pesisir dekat sungai besar, sementara Suku Dayak Siang Sondang mendiami wilayah asli asal suku Dayak Siang, yakni Tanah Siang dan Wilayah sekitarnya. Selain itu, masyarakat Dayak Siang juga tersebar di Kecamatan Laung Tuhup, Kecamatan Barito Tuhup Raya, Kecamatan Murung dan Tanah Siang atau daerah Puruk Cahu serta di sekitar Sungai Lahung, Sungai Bomban, dan di sekitar Sungai Babuat.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Taboyan
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dayak Taboyan

Dayak Taboyan atau Dayak Tawoyan adalah sub-suku Dayak dan merupakan salah satu penduduk asli Provinsi Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Barito Utara yaitu Kecamatan Gunung Timang, Teweh Timur dan Gunung Purei. Selain itu, ada pula leluhur dan keturunannya yang bermukim di luar Barito Utara berdasarkan aliran sungai atau daerah lainnya seiring dengan perkembangan zaman.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Katingan
Kawasan menurut sumber · Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Katingan

Suku Katingan atau suku Dayak Katingan adalah subetnis rumpun Dayak Ngaju yang mendiami sepanjang tepian daerah aliran Sungai Katingan atau Sungai Mendawai di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Suku Dayak Katingan merupakan suku baru yang muncul dalam sensus BPS tahun 2000 dan merupakan 3,34% (59.483 jiwa) dari penduduk Kalimantan Tengah, tetapi sejak sensus BPS tahun 2010 suku Katingan digabung ke dalam suku Dayak secara general. Di dalam Hikayat Banjar, disebutkan masing-masing orang Katingan (di hulu) dan orang Mendawai (di hilir) sebagai dua kelompok masyarakat yang terpisah.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.