Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 13 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Lampung
Provinsi · Kalimantan Barat

Lampung

Suku Lampung (Bahasa Lampung Api: /Ulun Lappung, Bahasa Lampung Nyo: /Jamma Lappung, Abjad Jawi: ???????? ??????????????/Suku Lampung) adalah suku bangsa pribumi yang berasal dari Provinsi Lampung yang berada pada bagian ujung selatan pulau Sumatra. Pada awal mulanya, suku Lampung berdiam di tengkuk Gunung Pesagi. Wilayah suku Lampung selain di provinsi Lampung juga tersebar di wilayah lainnya seperti: di sebagian provinsi Sumatera Selatan tepatnya di sekitar Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang juga berdekatan bahkan berbatasan dengan provinsi Lampung. Suku Lampung juga tersebar di desa-desa di perbatasan antara Bengkulu dan Lampung, tersebar di desa Merpas, Nasal, Kaur di Bengkulu serta dapat juga ditemukan komunitas masyarakat Lampung di provinsi Banten tepatnya di desa Cikoneng kecamatan Anyar, kabupaten Serang. Tidak hanya itu, suku Lampung juga tersebar di wilayah perantauan terutama di perkotaan besar seperti wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kota Palembang, Kota Cilegon, Kota Serang, kota Tangerang Selatan, Kota Bengkulu, Kota Bandung, dan juga di kota/wilayah lainnya.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Madura
Provinsi · Kalimantan Barat

Madura

Suku Madura (Bahasa Madura: Or??ng Madhur??) merupakan salah satu etnis dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 7.179.356 juta jiwa (sensus 2010). Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya (Pulau Puteran, Pulau Gili Iyang, Pulau Sapudi, Pulau Gili Raja, Pulau Giligenting, Pulau Raas, dan lain-lain). Suku Madura adalah suku perantau yang banyak tersebar di beberapa wilayah-wilayah Indonesia. Selain di Indonesia, beberapa orang Madura perantauan juga dapat ditemui di negara tetangga seperti Australia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan lainnya.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Maluku

Orang Maluku merupakan penduduk asli yang berasal dari Kepulauan Maluku, istilah ini mencakup berbagai kelompok etnis yang mendiami gugusan kepulauan tersebut. Orang Maluku memiliki latar belakang etnis yang merupakan perpaduan antara ras Polinesia dan Austronesia. Perpaduan antara ras Austronesia dan Polinesia terjadi sekitar tahun 2000 SM. Jejak kuat ras Melanesia masih tampak jelas di wilayah Kepulauan Kei, Aru, Seram, dan Buru. Dalam perkembangan sejarah, unsur Campuran etnis dari berbagai negara seperti Belanda, Tionghoa, Arab & Portugis juga turut memperkaya latar belakang etnis masyarakat Maluku. Proses ini terjadi melalui interaksi dagang dan pernikahan antarbangsa pada masa Abad Pertengahan Semua unsur tersebut membentuk keragaman budaya dan identitas masyarakat Maluku yang kompleks hingga saat ini.???

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu
Provinsi · Kalimantan Barat

Melayu

Suku Melayu (bahasa Melayu: Orang Melayu, Jawi: أورڠ ملايو) adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut. Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini karena suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim. Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu (terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.) Perkembangan dan pendirian Kesultanan Malaka pada abad ke-15 menyebabkan revolusi besar-besaran pada sejarah bangsa Melayu. Hal tersebut terjadi karena kesultanan tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan pada tata kebudayaan dan kesultanan tersebut meraih kejayaan pada masa tersebut. Menurut catatan sejarah, suku Melayu telah dikenal sebagai komunitas pedagang lintas perairan dengan karakteristik budaya yang dinamis. Mereka dapat menyerap, berbagi, dan menyalurkan sekian banyak keunikan kebudayaan dari kelompok etnik lain, seperti kebudayaan Minang dan Aceh.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu Pontianak
Provinsi · Kalimantan Barat

Melayu Pontianak

Suku Melayu Pontianak adalah bagian dari pada sub-etnis Melayu mereka merupakan penduduk asli atau Pribumi yang berasal dari kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Pada tahun 2020 suku Melayu Pontianak berjumlah lebih dari 350.000 Jiwa dan sekitar 177.894 jiwa terkonsentrasi di Kota Pontianak. Suku Melayu Pontianak juga dapat ditemukan dibeberapa kawasan terdekat Kota Pontianak seperti di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah Kesultanan Kadriyah Pontianak didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, keturunan Rasulullah dari Imam Ali ar-Ridha di daerah muara Sungai Kapuas yang termasuk kawasan yang diserahkan Sultan Banten kepada VOC Belanda, dan penduduk asli yang memeluk agama Islam dan mendiami Wilayah Kesultanan Kadriyah Pontianak itu lah yang di sebut sebagai Melayu Pontianak. Suku Melayu di Kalimantan Barat memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat dengan suku Melayu di Malaysia Serawak dan Brunei Darussalam. Tidak mengherankan jika pada musim hari Raya Idul Fitri banyak warga Malaysia dan Brunei Darussalam yang berkunjung ke Kalimantan Barat. Tujuan utama mereka adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi dan mengunjungi makam nenek atau datok mereka.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Melayu Sambas
Provinsi · Kalimantan Barat

Melayu Sambas

Suku Melayu Sambas atau Urang Sambas adalah kelompok etnis Melayu yang mendiami pesisir Kalimantan Barat. Suku ini utamanya menempati sebagian besar wilayah Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, dan sebagian Kabupaten Landak. Suku Melayu Sambas juga dapat ditemui di Kabupaten Mempawah, serta Pulau Subi, Pulau Serasan di Kepulauan Riau karena migrasi suku Melayu Sambas pada abad ke-19, dan suku ini juga paling banyak ditemukan di Sarawak, Malaysia. Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2020, suku Sambas berjumlah lebih dari 500.000 jiwa atau 0,22 % dari populasi penduduk Indonesia pada saat itu. Secara administratif, suku Sambas merupakan suku yang baru muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 12% dari penduduk Kalimantan Barat, sebelumnya suku Sambas tergabung ke dalam suku Melayu pada sensus 1930. Sehubungan dengan hal tersebut kemungkinan "dialek Sambas" meningkat statusnya dari sebuah dialek menjadi bahasa yaitu Bahasa Melayu Sambas. Pada Sensus 2020, Suku Sambas kembali dikategorikan ke dalam Suku Melayu, bersama-sama dengan Melayu Pontianak dan Suku Melayu lain di Kalimantan Barat. Hal demikian mencerminkan adanya perbaikan daripada Sensus 2010 yang secara sepihak memasukkan Suku Melayu Sambas pada kategori "Dayak Melayu", yang dinilai oleh masyarakat tidak sesuai dengan kondisi budaya dan identifikasi diri daripada masyarakat setempat dan terlalu dipaksakan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Minahasa
Provinsi · Kalimantan Barat

Minahasa

Orang Minahasa adalah kelompok etnik yang berasal dari Semenanjung Minahasa di bagian utara pulau Sulawesi di Indonesia. Daerah-daerah administratif tempat bermukim mayoritas orang-orang Minahasa (atau Minahasa Raya) adalah Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung, Kota Manado, dan Kota Tomohon. Seluruh daerah administratif ini terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan orang Minahasa merupakan kelompok etnik terbesar di provinsi ini. Hal ini juga yang menyebabkan dalam percakapan awam, orang Minahasa sering kali disamakan dengan sebutan orang Manado yang adalah ibukota Sulawesi Utara. Orang Minahasa merupakan gabungan dari kelompok-kelompok sub-etnik yaitu Bantik, Pasan/Ratahan, Ponosakan, Tombulu, Tondano (Toulour), Tonsawang (Tombatu), Tonsea, dan Tontemboan.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Minang
Provinsi · Kalimantan Barat

Minang

Minangkabau (disingkat Minang) (Jawi: ميناڠكاباو) merupakan kelompok etnik di Indonesia bagian dari rumpun Austronesia yang berasal dari Dataran Tinggi Minangkabau, Sumatera Barat. Saat ini, persebaran etnik Minangkabau meliputi seluruh daratan Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, pantai barat daya Aceh dan Negeri Sembilan di Malaysia. Minangkabau merujuk pada entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal dan identitas agama Islam. Dalam percakapan awam, orang Minang sering kali disamakan sebagai orang Padang. Hal ini merujuk pada nama ibu kota provinsi Sumatera Barat, yaitu kota Padang. Namun, mereka biasanya akan menyebut kelompoknya dengan sebutan Urang Awak. Awak itu sendiri berarti saya, aku atau kita dalam percakapan keseharian orang Minang. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Urang Awak itu adalah orang Minang itu sendiri. Menurut A.A. Navis, Minangkabau lebih merujuk kepada kultur etnis yang tumbuh dan besar karena sistem monarki serta menganut sistem adat yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan atau matrilineal, walaupun budayanya sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. Thomas Stamford Raffles, setelah melakukan ekspedisi ke pedalaman Minangkabau tempat kedudukan Kerajaan Pagaruyung, menyatakan bahwa Minangkabau ialah sumber kekuatan dan asal bangsa Melayu, yang kelak penduduknya tersebar luas di Kepulauan Timur. Masyarakat Minang bertahan sebagai penganut matrilineal terbesar di dunia. Selain itu, etnis ini telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa pra-Hindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. Prinsip adat Minangkabau tertuang dalam pernyataan Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum Islam, hukum Islam bersendikan Alquran) yang berarti adat Minangkabau berlandaskan ajaran Islam. Orang Minangkabau sangat menonjol di bidang perniagaan, sebagai profesional dan intelektual. Mereka merupakan pewaris dari tradisi lama Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis. Lebih dari separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan. Diaspora Minang pada umumnya bermukim di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, Bandar Lampung dan Surabaya. Di luar wilayah Indonesia, etnis Minang terkonsentrasi di Kuala Lumpur, Seremban, Singapura, Jeddah, Sydney dan Melbourne. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang yang sangat digemari di Indonesia bahkan mancanegara.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Palembang
Provinsi · Kalimantan Barat

Palembang

Suku Palembang disebut juga sebagai Melayu Palembang atau Uwong Pel??mbang (Jawi: ?????????? ??????????????) merupakan suku bangsa yang mendiami Kota Palembang dan juga wilayah Sumatera Selatan. Berdasarkan statistik, suku Melayu Palembang berjumlah sekitar 3.800.000 orang yang hidup di Indonesia. Suku Melayu Palembang merupakan hasil dari peleburan dan asimilasi budaya bangsa Arab, Tiongkok dan kelompok-kelompok suku yang ada di Indonesia. Suku Melayu Palembang sendiri memiliki dua ragam bahasa yaitu Baso Palembang Alus dan Baso Palembang Sari-Sari. Meski sebagian menganggap suku Palembang adalah bagian dari subetnik Melayu, tetapi Sensus Penduduk Indonesia 2010 bersama Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) tidak mengkategorikan suku Palembang sebagai bagian dari Melayu melainkan sebagai suku yang terpisah, dan jauh sebelum itu, sensus Hindia Belanda tahun 1930 juga tidak mengkategorikan suku Palembang sebagai bagian dari Melayu.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Papua
Provinsi · Kalimantan Barat

Papua

Suku-suku di Papua merujuk pada sejumlah suku asli yang mendiami Pulau Papua. Terdapat bukti kuat kelompok ini terbentuk dari dua jenis migrasi ke Pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya di kawasan Indonesia Timur, yang pertama dari Kepulauan Melayu di sebelah barat rumpun Melanesia sekitar 50.000 tahun yang lalu, dan yang kedua rumpun Austronesia dari Taiwan di utara sekitar 3.500 tahun yang lalu sambil membawa hewan ternak babi dan pengaruh lainnya.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Sasak
Provinsi · Kalimantan Barat

Sasak

Suku Sasak (bahasa Sasak: Dengan Sasaq; aksara Sasak: ᬲᬸᬓᬸᬲᬲᬓ᭄; Jawi: سوكو ساساك) adalah suatu kelompok etnis yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, tetapi hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktik ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama "Sasak Boda" yang awalnya mengacu pada kepercayaan asli suku Sasak. Kata Sasak berasal dari kata sak sak, artinya satu satu. Kata sak juga dipakai oleh sebagian suku Dayak di pulau Kalimantan untuk mengatakan satu. Orang Sasak terkenal pintar membuat kain dengan cara menenun, dahulu setiap perempuan akan dikatakan dewasa dan siap berumah tangga jika sudah pandai menenun. Menenun dalam bahasa orang Sasak adalah Sèsèk. Kata sèsèk berasal dari kata sesak,sesek atau saksak. Sèsèk dilakukan dengan cara memasukkan benang satu persatu(sak sak), kemudian benang disesakkan atau dirapatkan hingga sesak dan padat untuk menjadi bentuk kain dengan cara memukul mukulkan alat tenun. Uniknya suara yang terdengar ketika memukul mukul alat tenun itupun terdengar seperti suara sak sak dan hanya dilakukan dua kali saja. Itulah asal kata sasak yang kemudian diambil sebagai nama suku dipulau Lombok. Menurut Sumber Lisan, mengatakan bahwa dahulu bumi Lombok ditumbuhi hutan belantara, Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa: Sasak diartikan buluh bambu atau kayu yang dirakit menjadi satu. Sedangkan dalam Kitab Negarakertagama (Decawanana): Sasak dan Lombok dijelaskan bahwa Lombok Barat disebut Lombok Mirah dan Lombok Timur disebut Sasak Adi. Suku Sasak yang mula mula mendiami pulau Lombok menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa sehari hari. Bahasa Sasak sangat dekat dengan bahasa suku Samawa (Sumbawa) dan Bali. Suku Bayan adalah suatu komunitas yang merupakan bagian khusus dari masyarakat suku-bangsa Sasak yang lebih luas, dan dikenal sebagai pusat budaya Lombok tertua. Mereka kebanyakan tinggal di Lombok Utara dan lebih tradisional.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Sunda
Provinsi · Kalimantan Barat

Sunda

Suku Sunda (bahasa Sunda: Urang Sunda, aksara Sunda: .mw-parser-output .script-sunda{font-family:"Noto Sans Sundanese","Sundanese Unicode 2013","Sunda Prada"}ᮅᮛᮀ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ) adalah suku bangsa Austronesia yang mendiami bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup sebagian besar wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan sebagian barat Jawa Tengah. Populasi suku Sunda secara signifikan juga dapat ditemukan di wilayah provinsi lain di Indonesia, serta merupakan suku bangsa terbesar kedua di Indonesia dan terbesar keempat di Asia Tenggara. Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasa dan budayanya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang, dan bersahaja. Orang Portugis mencatat dalam Suma Oriental bahwa orang Sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang Sunda juga adalah suku bangsa pertama yang melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Di samping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor, dan aktris dari etnis Sunda yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.