Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 12 dari 45.

Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Pos

Dayak Pos adalah surat kabar yang memajukan karya sastra Kalimantan Tengah sejak tahun 2000. Tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi dan membangun agar tidak ketinggalan dengan daerah lain di Indonesia dan untuk memotivasi masyarakat agar gemar membaca. Pada awalnya Dayak Pos didirikan dan dikelola oleh Yayasan Damai Sejahtera dan di dukung percetakan PT Tanjung Nyahu Mitra Raya, lalu dari Yayasan berubah menjadi PT Dayak Kalteng Sejahtera pers. Sekarang Dayak Pos terdiri dari enam belas halaman, sementara sebelumnya hanya ada dua belas halaman.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Punan
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Punan

Suku Punan adalah salah satu rumpun suku tertua yang terdapat di Sarawak, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Suku Punan bagian dari rumpun Kajang. Di 6 kabupaten di Kalimantan Timur terdapat 8.956 jiwa suku Punan yang tersebar pada 77 lokasi pemukiman. Suku Punan adalah salah satu rumpun suku paling tua yang sebarannya cukup signifikan di wilayah Pulau Kalimantan. Istilah Punan sendiri lebih dipandang sebagai sebutan umum untuk kelompok masyarakat pemburu dan peramu yang dulu hidup secara berpindah-pindah di hutan Kalimantan. Oleh karena itu, suku ini dikenal sebagai "penjaga hutan rimba", karena hidup dan sebaran populasinya banyak ditemui di dalam hutan dan terpisah dari sub-sub Suku Dayak lainnya.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Sebaruk

Suku Dayak Sebaruk atau suku Dayak Dedeh (Triana Wulandari, dkk. 96, 2009) adalah sub suku Dayak Rumpun Iban. Persebaran suku Dayak ini menempati kampung seperti Perimpah, Tapang Peluntan, Guna Banir, Sungai Tekam, Sungai Beruang, Tapang Sebeluh, Sungai Daun, Tapang Engkabang, Miru’k, Malenggang dan Sungai Sepan yang mana semua kampung tersebut berada di wilayah Kecamatan Sekayam, sedangkan bahasa yang digunakan Bahasa Iban. Dalam perjalanan sejarah, orang Dayak di daerah ini berkembang secara turun temurun menyebar dalam wilayah yang dihuni sekarang dan bahkan sampai ke luar wilayah Serawak atau sebaliknya. Persebaran ini banyak disebabkan oleh penjajahan Jepang, masyarakat yang menentang Jepang diculik dan dibawa ke Mandor, ada juga yang pergi ke daerah lain sementara mereka tidak mengetahui bahwa daerah tersebut sudah berada di wilayah kekuasaan Inggris. Selain itu, karena terjadinya peperangan antara Inggris dengan Jepang masyarakat Dayak yang tinggal di Kujang Mawang dan Kujang Sain mengungsi ke wilayah yang sekarang bernama Panga untuk menghindari korban perang. Setelah Indonesia merdeka, letak perbatasan dikuatkan dengan dipasangnya tapal batas negara, sehingga orang Dayak yang tinggal di daerah di Serawak tersebut otomatis masuk sebagai bagian dari penduduk Serawak.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Seberuang

Suku Dayak Seberuang adalah sub- suku Dayak dari rumpun Iban yang terdapat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Suku Dayak Seberuang dalam kelompok besar menetap di: Kecamatan Sepauk, Sintang Kecamatan Tempunak, Sintang Suku Dayak Seberuang merupakan suatu kelompok suku Ibanik Group yang merupakan salah satu mayoritas suku yang mendiami wilayah di Kabupaten Sintang. Selain suku Dayak Seberuang, di daerah Sepauk khususnya berdiam pula suku Dayak Sekujam dan suku Dayak Sekubang. Kedua suku Dayak ini diyakini menetap lebih awal di kawasan ini yang kemudian karena ada perpindahan secara berkelompok oleh suku Dayak Seberuang yang berasal dari Tampun Juah maka hampir seluruh kawasan di sepanjang sungai Sepauk dan sungai Tempunak ditempati oleh orang Dayak Seberuang. Selain itu, Seberuang juga merujuk pada satu kecamatan yang berada di kabupaten Kapuas Hulu yaitu Seberuang, Kapuas Hulu.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Sekajang

Suku Dayak Sekajang adalah sub suku Dayak yang berasal dari Semuh yang berada di Serawak. Sub suku Dayak ini tinggal di hulu bantaran Sungai Sekayam yaitu di Kampung Sekajang yang berada di Kecamatan Entikong. Sedangkan yang tinggal di Serawak, Malaysia berada di Pedawan karena faktor pernikahan. Bahasa yang digunakan sering disebut sebagai Bahasa Senggau, peristiwa ini berawal dari terjadi pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Payebung dari Serawak, dan pada akhirnya Payebung dimutilasi oleh orang Semuh. Untuk selanjutnya keluarga Payebung melakukan pembalasan melalui tipu muslihat dengan menggunakan kotoran manusia. Oleh karena bau kotoran manusia tersebut terjadi di mana-mana orang Semuh ini menutup hidung sehingga suaranya menjadi senggau dan akhirnya melakukan migrasi ke Sekajang yang sekarang ini, peristiwa ini terjadi ketika suku Dayak melakukan ngayau pada zaman dahulu. Di Sekajang terdapat panca yaitu bangunan yang digunakan untuk menyimpan benda-benda hasil mengayau, salah satunya adalah tengkorak manusia. Panca yang terdapat di Sekajang merupakan panca yang paling tua usianya jika dibandingkan dengan panca yang terdapat di Sontas dan Pengadang.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Simpakng

Dayak Simpakng atau sering kali disebut dengan istilah Dayak Simpang saja, terutama orang luar yang tidak terbiasa melafalkan bunyi konsonan Dayak Simpakng atau sering kali disebut dengan istilah Dayak Simpang saja, terutama orang luar yang tidak terbiasa melafalkan bunyi konsonan sebelum nasal (huruf k sebelum ng), adalah salah satu subsuku Dayak yang umumnya bermukim di Kecamatan Simpang Hulu dan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang. Sebagian kecil mereka juga terdapat perbatasan wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sanggau, tepatnya di sepanjang daerah aliran Sungai Banjur, Semandang, Baram, dan Kualatn.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Sungkung

Suku Dayak Sihkuk'ng atau Suku Dayak Sungkung, adalah subsuku Dayak Rumpun Bidayuh yang bermukim di Kecamatan Siding, Bengkayang, yang menempati 7 kampung, yaitu Senoleng, Akit, Kadok, Batu Ampar, Medeng, Senebeh dan Lu'u. Selain itu ada yang bermukim di Kabupaten Sanggau. Sedangkan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi adalah Bahasa Begaih (Bidayuh), walaupun mereka terpencar di dua kabupaten yang berbeda mereka berasal dari satu nenek moyang yang sama. Dayak Sungkung terkenal dengan pasukannya yang kuat dan berani bahkan di akui oleh Kesultanan Sambas Dayak Sungkung adalah prajurit yang tangguh. Pada 1821, Kerajaan Landak mencoba menaklukkan Dayak Sungkung yang tidak mengakui kekuasaannya lagi. Landak dibantu oleh Dayak Jambu, tetangga-tetangganya dan beberapa Dayak lain. Pasukan ini, dibantu oleh 30'an orang Melayu yang dipersenjatai dengan baik dipimpin oleh seorang Raden Mim. Hasilnya tidak menguntungkan Landak. Walaupun Raden Mim pada penyerangan sungguh-sungguh dapat merugikan orang-orang Sungkung, mereka toh pada akhirnya menang karena jumlahnya yang banyak sekali. Pemimpin pasukan dengan 25 orangnya tewas di tempat pertempuran, sementara sisanya melarikan diri.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Tamambaloh

Suku Dayak Tamambaloh adalah masyarakat lokal yang hidup di daerah pedalaman Kecamatan Embaloh Hulu dan Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Masyarakat Dayak Tamambaloh juga biasa dikenal dengan sebutan masyarakat Dayak Embaloh. Istilah lain yang juga sering digunakan untuk menyebut masyarakat ini adalah Banuaka yang diartikan sebagai ???orang kita atau orang Dayak???.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Tobak

Dayak Tobak/Tobag atau sering juga dikenal Dayak Tebang adalah kelompok masyarakat suku Dayak menggunakan bahasa Ope atau be-ope yang umumnya bermukim di wilayah Kecamatan Tayan Hilir dan Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Wilayah penyebarannya juga terdapat di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang. Di Kabupaten Ketapang, mereka dikenal dengan istilah orang Cempede'. Bahasasubsuku Dayak Tebang Benua ini yang sering juga dikenal dengan istilah bahasa Tebang,Tobak/Tobag. Bahasa ini memperlihatkan ciri-ciri bahasa Melayik, meskipun dalam pemetaan yang dilakukan oleh Wurm dan Hattori (1983), kelompok masyarakat ini dipetakan sebagai kelompok Bidayuhik. Adapun wilayah penyebaran sub suku Dayak Tebang Benua ini adalah sebagai berikut: Kecamatan Tayan Hilir (Kabupaten Sanggau) di Kampung Tebang Benua/Benua raya, Munggu’ Bungkang, Semontol, Sejangkar, Pulo Rawa, Selandak, Rapun, Gontek/Lancak, Cempedak/Gundol, Mayak, Engkareh, Tenggayong, Teluk, Ampar, Jelawat, Muling, Sejotang, Batu Besi, Selingan, Jeramun, Yongkok’, Sayok, Serama, Kedoko’, Ntajo, Semenduk, Mberas, Kisam, Jonti, Ngkeramas, Beginjan, Lais, subah,Ampar(simpang Ampar),Sebemban, mpotai,segelam dano, segelam batok, segelam katok, jang, pulo cempede, kelompok, sungai ronggas, entangis. Kecamatan Meliau (kabupaten Sanggau)di kampung Sungai Galing, Sungai Mayam Kecamatan Toba (Kabupaten Sanggau) di Kampung Kelapu, Bagan Asam, Sansat, Sayu, Selayang, Setarakng, Segasik, Kosong-Kosong, Kampung Baru. mbawang, mongo ntawa, seke, tanjong jangan. Kecamatan Sungai Raya (Kabupaten Kubu Raya) yaitu di Kampung Tanjung Beringin, Gempar, Bagan Aur, Sungai Lomas, Matalaya, Kp. Baru Kapuas, Terentang, Lalang,Separok,Kancel,Tamang, Tanjung Kanis, Temusut, Sungai Majo. Kecamatan Balai Berkuak (Kabupaten Ketapang) yaitu di Sekucing Labai, Kuala Labai, Kenatu, Bantel dan Sei Layang. Kampung paling tua Dayak Tobak adalah Tebang Benua (di sebut juga "ruma'ah") di mana menurut cerita orang tua zaman dulu di sini lah asal-usul dayak tobak terbukti dengan adanya kuburan tua dayak tobak yang sampai sekarang masih ada,bahasa yang digunakan dayak tobak Be-Ope dengan logat yang khas, kehidupan masyarakat dayak tobak yaitu bertani,dan berburu hewan di hutan, baik dayak tobak dari kab.sanggau, ketapang maupun kuburaya bahasa nya sama cuma logat nya agak berbeda ada yang beralon(lembut)dan kasar itu karena letak geografis yang memengaruhinya. Acara besar dayak tobak yaitu munjong(gawai padi), betenteng(semangat padi),ngeratoh(sukuran kelahiran). Salam atau Sapaan dapat juga disebut Motto dayak Tobak adalah: "TABE KA JEBATA PEJAJI PENOMPA TOGOH ADAT SUTE SUNGUH"

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Flores
Provinsi · Kalimantan Barat

Flores

Flores adalah sebuah pulau yang berada di wilayah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. dan bagian dari gugusan kepulauan Sunda Kecil. Kata Flores berasal dari bahasa Portugis "cabo de flores" yang berarti 'tanjung bunga'. Nama tersebut semula diberikan oleh S.M. Cabot untuk menyebut wilayah timur dari pulau ini. Nama ini akhirnya dipakai secara resmi sejak tahun 1636 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer. Sebuah studi oleh Orinbao (1969) mengungkapkan bahwa nama asli Pulau Flores adalah "Nusa Nipa", yang berarti 'pulau ular'. Dari sudut antropologi, istilah ini lebih bermanfaat karena mengandung berbagai makna filosofis, kultural, dan tradisi masyarakat Flores. Flores termasuk dalam Gugusan kepulauan Sunda kecil bersama Bali dan Nusa Tenggara Barat, dengan luas wilayah sekitar 14.300 km². Penduduk di Flores pada tahun 2007, mencapai 1,6 juta jiwa. Puncak tertingginya adalah Poco Mandasawu (2.370 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi kedua di Nusa Tenggara Timur, sesudah Gunung Mutis (2.427 mdpl) di Timor Barat. Pulau Flores bersama Pulau Timor, Pulau Sumba, dan Pulau Alor merupakan empat pulau besar di provinsi Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia dengan 566 pulau. Di ujung barat dan timur Pulau Flores ada beberapa gugusan pulau kecil. Di sebelah timur ada gugusan Pulau Lembata, Adonara, dan Solor, sedangkan di sebelah barat ada gugusan Pulau Komodo dan Rinca. Di bagian selatannya juga terdapat pulau Nuca Molas. Di sebelah barat pulau Flores, setelah gugusan pulau-pulau kecil tersebut, terdapat Pulau Sumbawa. Sedangkan di sebelah timur setelah gugusan pulau-pulau kecil tersebut, terdapat Kepulauan Alor. Di sebelah tenggara terdapat Timor. Di sebelah barat daya terdapat pulau Sumba, di sebelah selatan terdapat Laut Sawu, sebelah utara, di seberang Laut Flores terdapat Sulawesi.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku jambi
Provinsi · Kalimantan Barat

jambi

Suku Jambi atau Melayu Jambi (Jawi: ?????????? ??????????) merupakan suku bangsa pribumi yang berasal dari provinsi Jambi. Mereka mendiami wilayah kota Jambi, kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung, Batanghari, Bungo-Tebo dan sebagian Sarko. Dusun-dusun mereka saling berjauhan dengan rumah-rumah yang dibangun dipinggiran sungai besar atau sungai kecil.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Jawa

Suku Jawa (Bahasa Jawa Ngoko: ꦮꦺꦴꦁꦗꦮ, Wong Jawa; bahasa Jawa Krama: ꦠꦶꦪꦁꦗꦮꦶ, Tiyang Jawi) adalah suku bangsa Austronesia terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Indramayu di Jawa Barat. Dengan lebih dari 100 juta orang, Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara secara keseluruhan. Bahasa asli mereka adalah bahasa Jawa, yang merupakan bahasa Austronesia terbesar dalam hal jumlah penutur asli dan juga bahasa daerah terbesar di Asia Tenggara. Sebagai kelompok etnis terbesar di wilayah tersebut, orang Jawa secara historis mendominasi lanskap sosial, politik, dan budaya Indonesia dan di Asia Tenggara. Pada tahun 2010, setidaknya 40,22% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Selain itu, suku Jawa ada pula yang berada di negara Kaledonia Baru dan Suriname, karena pada masa kolonial Belanda suku ini dibawa ke sana sebagai pekerja. Saat ini, suku Jawa di Suriname menjadi salah satu minoritas di sana dan dikenal sebagai Jawa Suriname. Ada juga sejumlah besar suku Jawa di sebagian besar provinsi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Belanda. Mayoritas orang Jawa adalah umat Islam, dengan beberapa minoritas yaitu Kristen, Kejawen, Hindu, Kapitayan dan Buddha. Meskipun demikian, peradaban orang Jawa telah dipengaruhi oleh lebih dari seribu tahun interaksi antara budaya Kejawen dan Hindu-Buddha, dan pengaruh ini masih terlihat dalam sejarah, budaya, tradisi, dan bentuk kesenian Jawa. Dengan populasi global yang cukup besar, suku Jawa menjadi kelompok etnis terbesar keempat di antara umat Islam/etnis mayoritas Islam di seluruh dunia, setelah bangsa Arab, Bengali, Punjabi. Suku Jawa memiliki beberapa sub-suku, yakni Jaseng, Banyumasan, Cirebon, Osing, Samin, Tengger, Jawa Merauke, dan Jawa Suriname.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.