Daftar sumber menggabungkan beberapa provinsi dalam kelompok kawasan. Kelompok tersebut tetap ditampilkan sesuai judul sumber dan tidak dibagi ke provinsi tertentu tanpa dukungan rujukan.

Tekan Enter atau pilih Cari untuk menampilkan hasil. Reset

Menampilkan 12 dari 533 suku yang memiliki keterangan tersedia, halaman 10 dari 45.

Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Bukit
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Bukit

Suku Dayak Meratus atau Urang Bukit adalah nama kolektif untuk sekumpulan sub-Suku Dayak yang mendiami sepanjang kawasan Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan hingga di perbatasan Kalimantan Timur. Orang Banjar Kuala menyebut Suku Dayak Meratus sebagai Urang Biaju (Dayak Biaju) karena dianggap sama dengan Dayak Ngaju (Biaju), sedangkan orang Banjar Pahuluan menyebut Suku Dayak Meratus dengan sebutan Urang Bukit (Dayak Bukit/Buguet) Selato menduga, Suku Bukit termasuk golongan Suku Punan. Tetapi Tjilik Riwut membaginya ke dalam kelompok-kelompok kecil, seperti Dayak Alai, Dayak Amandit (Loksado), Dayak Tapin (Harakit), Dayak Kayu Tangi, dan sebagainya, selanjutnya ia menggolongkannya ke dalam Rumpun Ngaju. Namun penelitian terakhir dari segi liguistik, bahasa yang digunakan sub Suku Dayak ini tergolong berbahasa Melayik, jadi serumpun dengan Suku Kedayan, Dayak Kendayan dan Iban. Sesuai habitat kediamannya tersebut, maka belakangan ini mereka lebih senang disebut Suku Dayak Meratus, daripada nama sebelumnya Orang Bukit yang sudah telanjur dimaknai sebagai orang gunung. Padahal menurut Hairus Salim, dari kosakata lokal di daerah tersebut istilah bukit berarti bagian bawah dari suatu pohon yang juga bermakna orang atau sekelompok orang atau rumpun keluarga yang pertama yang merupakan cikal bakal masyarakat lainnya. Suku Buket, nama yang dipakai oleh BPS untuk etnik ini dalam sensus penduduk tahun 2000. Di Kalimantan Selatan pada sensus penduduk tahun 2000 suku Buket berjumlah 35.838 jiwa, sebagian besar daripadanya terdapat di Kabupaten Kotabaru yang berjumlah 14.508 jiwa. Suku Bukit tidak sama dengan Suku Ukit, Suku Bukitan, Suku Bukat maupun Suku Bukit Gunung Bawakng. Suku Bukit atau suku Dayak Bukit terdapat di beberapa kecamatan yang terletak di pegunungan Meratus pada Kabupaten Banjar, Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Beberapa suku-suku Dayak Meratus, yaitu: Dayak Pitap, di desa Dayak Pitap dan sekitarnya. Dayak Alai terdiri atas: Dayak Labuhan; Dayak Atiran; Dayak Kiyu mendiami desa Hinas Kiri; Dayak Juhu; Dayak Hantakan (Dayak Bukit), di desa Haruyan Dayak; Dayak Labuan Amas; Dayak Loksado (Dayak Amandit), di kecamatan Loksado; Dayak Harakit (Dayak Tapin), di desa Harakit dan sekitarnya; Dayak Paramasan, di kecamatan Paramasan; Dayak Kayu Tangi (mendiami kawasan Riam Kanan sebelum dijadikan waduk); Dayak Bangkalaan, di desa Bangkalan Dayak; Dayak Sampanahan, di kecamatan Sampanahan, Kotabaru; Dayak Riam Adungan, di desa Riam Adungan; Dayak Bajuin, di desa Bajuin; Dayak Sebamban Baru; dan lain-lain. Rumah ritual adat (aruh) Dayak Meratus disebut balai. Istilah balai juga masih dilestarikan oleh Dayak Meratus yang masuk Islam/Banjar Hulu Sungai untuk menyebut surau/langgar (lebih tepat Balai Islam).

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Desa

Suku Dayak Desa merupakan salah satu subsuku Dayak yang mendiami sebagian wilayah di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Populasi masyarakat suku Dayak Desa diperkirakan sekitar 10.000 jiwa. Suku ini tergolong ke dalam rumpun besar Dayak Ibanik dan memiliki kekerabatan yang dekat dengan subsuku Dayak lainnya seperti Mualang, Ketungau, Seberuang, dan Iban. Masyarakat Dayak Desa tersebar di beberapa kabupaten. Di Kabupaten Sintang, mereka umumnya menempati tujuh kecamatan yakni Sintang, Binjai Hulu, Kelam Permai, Sei Tebelian, Dedai, Tempunak, dan Sepauk. Subsuku ini juga bermigrasi dan menyebar ke wilayah Kabupaten Sekadau (seperti di Kampung Tapang Sambas dan Tapang Kemayau) serta Kabupaten Sanggau guna mencari lahan agraris yang lebih subur serta menghindari konflik antarsuku di masa lalu.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Dusun

Suku Dayak Dusun (Dusun Bayan) adalah salah satu etnis Dayak terbesar di Kalimantan Tengah yang mendominasi wilayah pesisir (pantai) aliran sungai Barito (dari Barito Selatan sampai dengan Murung Raya). Suku Dayak Dusun dengan nama yang sama juga terdapat di negeri Sabah, tetapi berbeda rumpun yaitu masing-masing dari rumpun Dayak Ot Danum dan Dusunic. Suku Dayak Dusun termasuk suku tertua di daerah aliran sungai Barito. Dari suku Dusunlah para tokoh-tokoh pangkalima dayak barito lahir. Ketika anggota suku Dusun berpindah keyakinan ke Islam, maka mereka menyebut diri mereka sebagai bagian dari Suku Dayak Bakumpai.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Gun

Suku Dayak Gun adalah sub suku Dayak Bidayuh juga bermukim di perbatasan Sarawak. Mereka tinggal di dua kampung yaitu Gun Jemak dan Gun Tembawang, selain itu penduduk sub suku ini banyak juga yang tinggal di wilayah Sarawak tepatnya di Kampung Sapit. Walau mereka tinggal di dua negara yang berbeda akan tetapi mereka juga berasal dari satu nenek moyang yang sama. Sub suku Dayak Gun yang bermukim di Sapit berasal dari Gun Tembawang yang melakukan migrasi. Bahasa yang digunakan oleh sub suku Dayak Gun adalah Bahasa Bedagik. Sebagai ciri khas untuk membedakan dengan sub suku lain adalah alat yang digunakan untuk merokok, terbuat dari pipa bambu dengan ukuran sedang yang disebut dengan pipa pengudut. Dayak Gun berada di wilayah Kalimantan Barat, sehingga bertetangga dengan beberapa kelompok suku lainnya, misalnya Dayak Seruah, Sekajang, Badat, Sungkung, Empayuh, Punti, Merau, Babok, Senangkang, dan lain-lain. Dapartemen Sosial mengatakan bahwa masih ada beberapa diklaim sebagai "masyarakat terasing" atau Komunitas Adat Terpencil. Tahun 1974, jumlah anggota kelompok yang diklaim sebagai "masyarakat terasing" di Kabupaten Sanggau tercatat sebesar 213 jiwa. Dalam akhir tahun 1998, penduduk Kecamatan Sekayam berjumlah 24.638 jiwa, tetapi belum dapat diketahui secara detail jumlah orang Dayak Gun di antara jumlah itu.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Iban
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Iban

Suku Iban atau Dayak Laut, adalah salah satu rumpun suku Dayak yang terdapat di Sarawak, Kalimantan Barat, dan Brunei. Kata Iban berasal dari bahasa Iban asli yang bermaksud manusia atau orang. Bangsa Iban bermaksud bangsa manusia. Nama gelar "Dayak Laut" berasal dari sejarah pelayaran dan penyerangan mereka di lautan pada abad ke-17 hingga ke-19, sehingga dijuluki "Viking dari Lautan Timur" atau "Raja di Laut Borneo" oleh pelayar Eropa. Urang Iban (Dayak Laut) terkenal karena mempraktikkan pengayauan dan migrasi teritorial, dan memiliki reputasi menakutkan sebagai suku yang kuat dan berhasil berperang. Sejak kedatangan orang Eropa dan kolonisasi selanjutnya di daerah tersebut, pengayauan berangsur-angsur menghilang dari praktik, meskipun banyak kebiasaan dan praktik suku lainnya serta Bahasa Iban terus berkembang. Populasi Iban terkonsentrasi di negara bagian Sarawak di Malaysia, Brunei Darussalam, dan provinsi Kalimantan Barat di Indonesia. Mereka secara tradisional tinggal di Rumah Panjang yang disebut rumah panjai oleh masyarakat Iban.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Jangkang
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Jangkang

Dayak Jangkang adalah sebuah kelompok etnis Dayak di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Dayak Jangkang adalah bagian dari rumpun Bidayuh yang mendiami seluruh desa di Kecamatan Jangkang, sebagian kecamatan Bonti dan Mukok, Kabupaten Sanggau. Populasinya ditengarai berjumlah 44.000 jiwa.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Jawatn
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Jawatn

Suku Dayak Jawatn adalah sub suku Dayak yang mendiami sebagian besar daerah aliran Sungai Menterap (anak Sungai Sekadau) yang terletak di Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Ada juga yang mendiami beberapa desa di wilayah Kecamatan sekadau Hilir, antara lain Roca, Boti, Sulang Botong, Mondi, Nate Kelampe, Tapang Birah, Gintong, Engkorong, Sungai Gontin, Bongkit dan Sengiang. Pakaian adat dan bahasa Dayak Jawatn dipengaruhi oleh Melayu akibat intensitas kontak antar dua masyarakat ini. Suku Dayak Jawatn merupakan salah satu dari 151 sub-suku Dayak yang menempati wilayah Kalimantan Barat.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Jelai

Suku Jalai (Urang Jalai) atau Dayak Jalai adalah salah satu subsuku Dayak yang terdapat Kabupaten Ketapang (Kalbar). Penutur bahasa Jalai bermukim di sepanjang aliran sungai Jalai Kiri dan anak-anaknya, yang melingkupi kecamatan Jelai Hulu Marau dan Manis Mata. Karena bermukim di sepanjang daerah aliran sungai Jalai Kiri tersebutlah maka mereka menyebut dirinya Urang Jalai (Urang Dayak Jalai). Sungai Jelai Kiri masuk wilayah Kalimantan Barat dan merupakan anak sungai Jelai. Sungai Jelai masuk dalam wilayah Kalimantan Tengah Keunikan pada Urang Jalai adalah penamaan kaum perempuannya yang selalu diawali dengan si. Misalnya Sinumur, Simiun, Simulan. Tidak diketahui dengan pasti apa makna imbuhan si di awal nama tersebut.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Kalis

Suku Kalis atau Suku Dayak Kalis merupakan sub rumpun Suku Dayak yang berada di Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat di sepanjang aliran Sungai Kalis. Dahulu Suku Dayak Kalis bernama Suku Ruuk dan berada di wilayah aliran Sungai Maday. Namun, terjadi peperangan dengan Suku Dayak Kantuk dan pindah ke daerah pedalaman. Saat ini, populasi Suku Kalis telah mencapai lebih dari 3.000 jiwa di beberapa Kecamatan Kalis.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Kanayatn
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Kanayatn

Suku Dayak Kanayatn adalah salah satu dari sekian ratus sub suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, tepatnya di daerah kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Serta Kabupaten Bengkayang. Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik RI pada tahun 2000, orang Kendayan (Dayak Kanayatn) berjumlah 292.390 jiwa atau 0,15 % dari penduduk Indonesia pada saat itu. Dayak Kanayatn dikelompokan ke dalam golongan rumpun Land Dayak-Klemantan oleh H.J. Mallinckrodt (1928). Namun Menurut C.H. Duman (1929), Dayak Kanayatn adalah bagian dari Rumpun Ot Danum-Maanyan-Ngaju. Akan tetapi penelitian oleh W.Stohr (1959) menyatakan bahwa pendapat C.H. Duman adalah salah karena jika dilihat dari wilayah, bahasa, serta hukum adat, suku Dayak Kanayatn tidak menunjukan adanya hubungan dengan kelompok Rumpun Ot Danum-Maanyan-Ngaju, akan tetapi lebih mengarah pada kelompok Land Dayak- Klemantan. Bahkan pemberian nama nama Kabupaten Landak didasarkan pada masyarakat mayoritasnya yaitu Dayak Kanayatn yang merupakan bagian dari rumpun Dayak Darat (Land Dayak atau Land Djak dalam ejaan Belanda). Pakaian Tradisional suku Dayak Kanayatn terbuat dari kulit Tarab atau Kapuak/Kapoa'. Bajunya berbentuk Rompi yang disebut Baju Marote atau baju uncit. Cawatnya terbuat dari Kain tenun atau kulit Kayu yang disebut Kapoa'. Serta mahkota atau ikat kepala yang dalam bahasa ahe disebut Tangkulas. Tangkulas ini biasanya dihiasi dengan bulu Ruai/Kuau Raja, serta bulu Enggang. Terkadang, jika bulu burung Ruai tidak ada, bisa diganti dengan Anjuang/rinyuang'k Merah (Hanjuang). Selain itu senjata tradisional mandau / mando Tangkitn/Parang Pandat serta Perisai (Jabakng/Gunapm) merupakan kelengkapan pakaian adat pria. Upacara adat yang biasa diadakan oleh suku ini antara lain Naik Dango, Muakng Rate, Notokng, Gawai Dayak, dan lain-lain.

Klik untuk melihat detail
Ilustrasi pengganti, foto suku belum tersedia
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Kantuk

Suku Dayak Kantuk atau Kantu' merupakan salah satu sub suku kelompok Dayak yang mendiami sebagian wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Di kabupaten tersebut, wilayah penyebaran suku Dayak Kantuk terluas dibanding subsuku dayak lainnya. Bahasa yang digunakan disebut bahasa Kantuk.

Klik untuk melihat detail
Gambar yang tersedia untuk suku Dayak Kayan
Provinsi · Kalimantan Barat

Dayak Kayan

Suku Kayan adalah suku Dayak dari rumpun Apokayan atau Orang Ulu yang berasal dari perhuluan sungai Baram, Sarawak, Malaysia. Ketika memasuki Kalimantan Utara suku Kayan pertama-tama menetap di daerah Apau Kayan tepatnya di daerah aliran sungai Kayan, karena alasan perang antar suku dan mencari daerah yang lebih subur. Sekarang Suku Dayak Kayan tersebar di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sabah dan Sarawak.

Klik untuk melihat detail

Ringkasan suku bangsa dihimpun dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi pada sumbernya. Teks dilisensikan menurut Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0; lisensi setiap gambar mengikuti halaman berkasnya.